72 Indonesian Inspiring Women 2017: Doris Phua Founder Da Vinci Holdings Pte. Ltd.

Berdiri megah dan mewah di segitiga emas Jakarta sejak 2003 silam, Menara Da Vinci telah menjadi mercusuar penanda kesuksesan Doris Phua. Sukses yang terus berlanjut hingga 14 tahun kemudian.

 

Da Vinci Tower setinggi 177 meter (34 lantai) merupakan galeri one stop shopping produk-produk furnitur premium Da Vinci Collection dan Da Vinci Presentation. Termasuk puluhan unit penthouse super mewah fully furnished ini merupakan gedung pertama yang dibangun di segitiga emas pasca krisis 1998.

Ini membuktikan bahwa sang pembangun, PT Davicindo Nusantara memiliki likuiditas yang bagus. Perusahaan ini dirintis oleh Doris dan suaminya, Tony Phua, pengembang asal Singapura pada 1994.

Tahun sebelumnya, mereka lebih dulu mendirikan Da Vinci Holdings Pte. Ltd. (DVHPL) di Singapura. Indonesia adalah negara pertama di luar Singapura yang dipilih sebagai medan baru, sebelum ke Malaysia, Brunei, Cina, Taiwan, Hong Kong, dan Italia.

Tentu saja karena Doris adalah orang Indonesia. PT Davicindo Nusantara pun menjadi bagian dari bisnis Da Vinci Indonesia dengan konsep yang sama, yakni menawarkan one stop shopping berbagai merek furnitur ternama dunia.

Melalui manajemen solid, bisnis Da Vinci terus berkembang. Sekarang ini, DVHPL memiliki tiga anak perusahaan; Da Vinci Collection Pte. Ltd., Da Vinci Presentation Pte. Ltd., dan Supreme Stainless Steel Pte. Ltd.

Nama Da Vinci sendiri dikenal sebagai merek premium yang terpandang dalam melayani pasar niche. Merek-merek furnitur premium yang dipasarkan, antara lain, Thomasville, Natuzzi, Scavolini, Harrods, Vidal J, Bvlgari, Versace, Lenox, Rosenthal, Villeroy & Boch, termasuk juga Preciosa.

Kembali ke masa empat dekade silam (1978), Doris awalnya berkarier sebagai demonstrator produk perlengkapan memasak bermerek Fissler asal Jerman. Dua tahun kemudian, dia berstatus distributor dan importir Fissler untuk kawasan Asia.

Pada 1993, ketika mengunjungi pameran furnitur akbar di Milan, Italia, Doris mendapat inspirasi untuk memulai bisnis furnitur premium dengan konsep berbeda. Selanjutnya, kisah sukses pun bermula.

Menurutnya, suskes Da Vinci bukan hanya karena menjual nilai fungsi produk, tetapi juga layanan pascajual. “Saya berusaha memberikan layanan personal dan detail, mengingat mereka berasal dari niche market,” ungkapnya.

Kesuksesan pribadinya berkat dukungan suami dan anak-anak. Terlebih, suaminya juga terjun langsung dalam pengelolaan DVHPL sebagai chairman.

Sejumlah layanan pasca-jual yang ditawarkan Da Vinci, antara lain, pemasangan produk, perawatan khusus produk sofa kulit Natuzzi (Natuzzi Sales Service), layanan interior berupa konsultasi, hingga ke pelayanan teknis yang disebut Architecture Design Interior Department. Andi Nursaiful | Istimewa

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here