Airin Rachmi Diany | Wali Kota Tangerang Selatan

Di tangan lembutnya, Tangsel pun mendapat banyak julukan positif. Mulai Kota Layak Anak, hingga Smart City. Tidak hanya itu, pembangunan lahan terbuka hijau pun terus dilakukan. Belum lagi keberpihakannya pada sektor UKM.

Terpilihnya kembali Airin Rachmi Diany sebagai Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi bukti sahih betapa wanita cantik ini dipercaya warganya. Tentu bukan sembarang pilihan, mengingat beragam prestasi mampu ditorehkan oleh perempuan kelahiran Banjar, 28 Agustus 1976 ini.

Di bawah kepemimpinannya, Kota Tangsel mendapat banyak julukan positif, mulai Kota Layak Anak hingga Smart City. Tidak hanya itu, pembangunan Lahan Terbuka Hijau pun terus dilakukan, serta keberpihakannya pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Di tangan lembutnya, Kota Tangsel disulap menjadi nyaman bagi masyarakatnya, terutama untuk anak-anak. Kenyamanan Kota Tangsel bisa dilihat dari pesatnya pertumbuhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan beragam fasilitas bermain serta taman yang ramah anak.

Atas kinerjanya itu, Kota Tangsel mendapat anugerah sebagai Kota Layak Anak tingkat Pratama pada Juli 2013 dan kembali meraih penghargaan serupa pada Agustus 2015.
Satu tahun berikutnya, Airin meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Utama.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai bentuk apresiasi kepada Kepala Daerah dalam bekerja sama, berkolaborasi, dan bahu-membahu mengemban mandat negara untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat, dan berkualitas.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam bidang pemberdayaan perempuan mendapatkan pengakuan dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Airin diundang sebagai pembicara dalam Event Commission on Status Of Women (CSW) ke-61 di kota New York, Amerika Serikat, Maret tahun ini. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan negara-negara seperti Walikota Paris, Walikota Bangangte, Non-Government Organization (NGO) di bidang pemberdayaan perempuan, dan aktivis di seluruh dunia.

Selain memiliki concern kepada perempuan dan anak Indonesia, wanita yang sebelumnya berprofesi sebagai notaris ini juga menaruh perhatian penuh pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Hingga tahun 2016, tercatat ada 50 ribu pelaku UKM yang aktif di Kota Tangsel. Untuk mengembangkan produknya, mereka bergabung dalam 550 koperasi di wilayah tersebut. Pemkot Tangsel juga memaksimalkan bantuan bagi ribuan pelaku UKM dengan membangun gedung pusat inkubator yang diasistensikan dengan Puspiptek, Kota Daejeon, dan Chung-Nam University di Korea Selatan.

Atas perhatiannya di sektor UKM dan koperasi ini, Airin diganjar penghargaan Satya Lencana Koperasi pada 21 Juli 2016 dan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai penghargaan tertinggi kepada pemimpin daerah.

Selain itu, Tangsel juga berhasil menjadi kota yang menerapkan konsep ‘Smart City’. Airin berharap pelayanan publik berbasis teknologi dan inovasi dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Dia dan Pemkot Tangsel juga melakukan terobosan di bidang kebersihan dengan memperkenalkan sosok superhero ‘Pelitas’ sebagai maskot kebersihan milik Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Tujuannya untuk memudahkan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan kepada anak-anak. Indah Kurniasih | Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here