Anis Saffira | Menekuni Kurasi Busana Muslim

Segmen pemakai hijab mancanegara yang terus bertumbuh salah satu pendorong tren fashion muslim kian bersinar. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mulai dilirik sebagai kiblat mode busana muslim.

Tren positif tersebut ikut mempengaruhi pesatnya pertumbuhan creative moslem entrepreneur di Indonesia. Aneka produk kreatif muslim karya pengusaha lokal maupun desainer muda kian mewarnai pasar fashion hijab Indonesia.

Hijab Dept hadir sebagai curated moslem department store yang menawarkan beragam kebutuhan fashion muslimah dengan aneka gaya. Di antaranya outer, inner, busana berbahan katun maupun silk, mukena, maupun jilbab. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Proyeksi Hijab Dept

Di awal terbentuk pada Januari 2016, Hijab Dept mewadahi 26 brand. Seiring perjalanan waktu, kini berkembang menjadi 33 brand, bahkan memiliki daftar tunggu brand yang ingin bergabung.

“Untuk saat ini, kami cukup mewadahi 33 brand, agar terjaga keindahan tata letak, kenyamanan konsumen ketika memilih busana dan optimalisasi kompetisi sehat di antara para brand. Bilamana di masa review tiga bulan ada yang tak sejalan, kami bisa menggantikan dengan brand baru,” jelas ibu satu putra ini.

Pemilihan brand yang tergabung di dalam Hijab Dept dilakukan oleh Anis ataupun kedua pendiri lainnya, Indira Putri, dan Dian Permata. Secara personal, mereka menemui satu per satu untuk menyelami visi dan misi.

Identitas brand yang dicari antara lain busana muslim bergaya trendi, klasik, wearable, dan menjaga kesantunan wanita muslimah dalam aktivitas keseharian.

Lulusan fashion design LaSalle College Jakarta ini menuturkan salah satu tantangan mengelola puluhan brand di dalam satu naungan department store adalah kurangnya pengalaman berbisnis di dunia fashion retail.

Dia menambahkan, “Ada beberapa di antara entrepreneur yang belum terbiasa dengan standar stok produk di toko offline. Kendalanya, mereka tidak dapat memenuhi sesuai waktu yang ditetapkan,” Anis menerangkan.

Di tahun ini Hijab Dept juga telah merambah ke e-commerce mengikuti permintaan pasar yang berada di berbagai daerah. Kemudahan berbelanja secara digital menjadi jembatan penghubung kepada customer yang terpisahkan dari segi jarak dan waktu.

Ketika mengulik respon masyarakat kepada store Hijab Dept di Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu, ternyata cukup menggembirakan.

Store yang berlokasi di kawasan Tuban tersebut menunjukkan hasil positif, karena kebutuhan busana muslim di sana cukup tinggi, bahkan banyak penduduk lokal yang mencari hijab.

Obsesi Anis ke depan untuk Hijab Dept adalah terus berekspansi ke kota-kota besar di seluruh Indonesia. Rencana terdekatnya adalah pembukaan cabang ketiga di tahun 2018 yang lokasinya masih dirahasiakan, tapi berdekatan dengan Jakarta.

“Toko ketiga kami ukurannya jauh lebih besar dan masih bekerja sama dengan salah satu grup fX juga. Amanah tersebut, sekaligus tantangan kami untuk menghimpun lebih banyak brand muslimah,” tambah perempuan yang juga menyandang gelar sarjana fisika teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Silvy Riana Putri | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juni 2017

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here