Srikandi Pendidikan | Prita Kemal Gani

Berbisnis dengan Hati

 Investasi terbaik untuk sebuah perguruan tinggi adalah pada tenaga pengajar dan kurikulum pengajaran. Baru kemudian masuk ke fasilitas perkuliahan, seperti gedung, peralatan teknologi & informasi.

 

Perjalanan membangun sebuah sekolah tinggi bagi lulusan London City College of Management Studies, Inggris, dan International Academy of Management and Economics, Manila, ini bukannya tanpa halangan.

“Misalnya, pada saat kejadian kerusuhan Jakarta pada 1998, banyak calon siswa yang mendaftar, namun sayangnya sebagian besar pengajar dari luar negeri terpaksa harus meninggalkan sekolah miliknya.

Dia berkata, “Banyak ekspatriat yang harus kembali ke negeri asalnya. Namun, masalah tersebut berhasil dilewatinya, karena kami telah banyak menimba ilmu dari para ekspatriat yang sempat mengajar di LPSR.

Dengan banyak ikhtiar, saya sangat yakin segala macam halangan yang menghadang sebenarnya bisa terlewati.”

Selain itu, kunci rahasia keberhasilannya adalah disiplin diri dalam segala aspek kehidupan. Jika banyak orang berpikir menjadi pengusaha terlihat menyenangkan, karena memiliki kebebasan untuk menentukan kegiatannya, tidak demikian bagi Prita.

Dia justru menilai seseorang pengusaha akan sukses, saat dia bisa membuat aturan untuk dirinya sendiri dan memiliki disiplin tinggi dalam menjalaninya.

Kerja kerasnya selama hampir 24 tahun tidaklah sia-sia, LPSR berhasil menjadi salah satu sekolah kehumasan terpercaya di Tanah Air.

Prita juga sempat  terpilih sebagai sebagai Ernst & Young (EY) Entrepreneurial Winning WomenTM (EWW) Asia-Pacific 2015. Dia menjadi satu-satunya EWW dari Indonesia yang mendapatkan pembinaan dari EY selama tahun 2015 bersama tiga belas perempuan terpilih lainnya dari Asia Pasifik.

“Dalam konferensi tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi untuk pengembangan bisnis dari para pemimpin perusahaan besar dan sukses di Asia Pasifik.  I

tulah sebabnya, saya semakin mantap ingin melebarkan sayap bisnisnya. Tak hanya membuka cabang di berbagai kota besar di Indonesia, tapi juga akan membawa LSPR ke jenjang go International,” lanjutnya.

“Investasi terbaik untuk sebuah perguruan tinggi adalah pada tenaga pengajar dan kurikulum pengajaran. Baru kemudian masuk ke fasilitas perkuliahan, seperti gedung, peralatan teknologi & informasi.

Di LSPR, staf pengajar rutin disekolahkan dan mengikuti seminar keluar negeri. Dengan demikian, pengetahuan dan pengalaman mengajar mereka semakin lengkap.

Dalam hal penerimaan mahasiswa baru, LSPR juga tak mau main-main.

“Tesnya tidak mudah, selain bahasa Inggris juga ada ada  tes urin, agar mahasiswa kami bebas narkoba. Kami ingin brand LSPR terjaga dengan mengelolanya seperti butik,” lanjut  perempuan kelahiran 23 November 1961 ini.

Prita juga telah berhasil membawa organisasi Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) lebih maju selama periode 2011 – 2014, saat dia menjabat sebagai ketua umum.

Kini fokus tambahannya adalah membesarkan ASEAN Public Relations Network (APRN), organisasi profesi PR tertinggi yang didirikannya bersama para tokoh PR dari negara-negara ASEAN pada Juni 2014 lalu. Elly SimanjuntakDok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Mei 2016

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here