dr FAIDA MMR | Takdir Menjadi Perintis

Dia merasa beruntung, meskipun keluarganya sedikit kolot, namun almarhum ayahnya mengambil sikap, pendidikan bagi anak perempuan tidak kalah pentingnya dengan anak laki-laki. Sikap tersebut pun membuahkan hasil dan mendapat hikmah di kemudian hari.

 

Dia memang bukanlah dokter biasa. Perempuan kelahiran 19 September 1968 bernama dr. Faida MMR ini mempunyai banyak jabatan dan peran. Sebelum bertugas sebagai bupati, dia sudah disibukkan menjadi direktur RS Bina Sehat Jember dan RS Al-Huda Banyuwangi.

Termasuk juga direktur lembaga pendidikan perawat yang mengelola tiga lembaga pendidikan perawat khusus di Jember dan Banyuwangi. Dia memang senang melakukan investasi yang melibatkan banyak orang di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Fokus perhatian utamanya adalah pada faktor Sumber Daya Manusia (SDM), karena dia yakin dalam membangun Jember, intinya adalah lebih ke arah membangun SDM.

Rumah sakit yang saya kelola pernah mendapat juara nasional Hospital Award dari sisi kategori Human Resources Development. Ini adalah satu-satunya rumah sakit yang ada training keperawatan internasional, termasuk bahasa Inggris. Sehingga mereka bisa bekerja di luar negeri dan sampai sekarang sudah ada 200 orang yang sudah mendapat kesempatan bekerja di berbagai negara.

Mereka kami beri cuti di luar tanggungan selama dua tahun untuk meningkatkan diri secara total dari sisi mind, body, and soul. Selain bisa naik haji maupun punya rumah sendiri, wawasan dan ilmu mereka pun bertambah dengan kematangan diri yang lebih dalam,” ungkap dr. Faida MMR.

Dalam menggeluti usaha rumah sakit, karena sudah terbiasa menjalaninya terasa seperti bagian dari kehidupan sehari-sehari. Baginya ini adalah bisnis yang membahagiakan, sekaligus menyenangkan, karena bisa membantu banyak orang. Termasuk mereka yang tidak mampu dalam urusan berobat ke rumah sakit.

Perempuan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini pernah mendapatkan beberapa penghargaan. Antara lain, 100 Indonesia Most Powerful Business Women versi Majalah SWA 2011, Anugerah Perempuan Indonesia Kategori RS Swasta 2013, termasuk Pengabdian dan Kepedulian Dalam Rangka Mengangkat Derajat Kaum Wanita di Bidang Sosial maupun Kesehatan Melalui Operasi dan Penanganan Kesehatan Bagi Kaum Dhuafa 2014, serta Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2014.

Meskipun diberi cobaan berat atas kepergian dua saudara laki-laki dan ayahnya, dia tak putus asa terus berusaha merintis dan membesarkan usaha keluarganya dengan penuh tanggung jawab. Elly Simanjuntak | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi September 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here