Inspiring Mother | Emma Yohanna: Figur Ibu Pekerja Keras

Perempuan kelahiran 22 Januari 1955 ini menyadari banyak amanah yang dititipkan kepadanya sebagai perwakilan masyarakat Sumatera Barat di Senayan. Ditambah lagi, Emma Yohanna adalah satu di antara sedikit politisi perempuan yang mampu bertahan selama dua periode.

Karena itu, dia tak sungkan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan menyuarakan aspirasi mereka secara lugas. Di antara deretan tugas politiknya, anggota DPD RI Komite III ini berupaya menjadi ibu dan istri yang penuh perhatian kepada setiap anggota keluarga tercinta.

Ditemui di ruang kerjanya, dia menyambut hangat kedatangan tim Women’s Obsession. Dalam waktu singkat, ibu empat putera ini secara lugas menceritakan pencapaian yang dilakukan bersama tim Komite III lainnya. Dia pun mengungkapkan tentang arti keluarga yang menjadi inspirator, sekaligus pendukung nomor satu.

Emma menerangkan “sebagai wakil rakyat, kami terus berupaya memperjuangkan aspirasi dan harapan rakyat Sumatera Barat. Alhamdulillah ini sudah memasuki periode kedua. Kami telah merampungkan dan memasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional atau Prolegnas dalam long list, seperti RUU Ekonomi Kreatif dan RUU Bahasa Daerah. Ada juga tentang anak-anak berkebutuhan khusus.”

Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Barat ini mengakui beratnya memperjuangkan aspirasi masyarakat setempat. Mengingat banyak masyarakat menduga DPD yang menjadi pengambil keputusan, tetapi sebenarnya hanya bertugas dalam tahapan pengusulan undang-undang atau kebijakan. Namun, dia tetap bersyukur lantaran bisa menyampaikan langsung apa yang dibutuhkan nagari-nya.

“Sumatera Barat ternyata belum masuk ke dalam kawasan ekonomi khusus. Padahal dari potensi pariwisata dan budayanya mempunyai pesona melayu yang tak kalah menarik. Saya juga ingin meningkatkan kembali dunia pendidikan di sana. Dulu orang lebih memilih bersekolah ke Sumatera Barat, dibandingkan Malaysia. Oleh karena itu, kami memacu pembangunan di berbagai sektor guna mendukung pembangunan paska gempa,” ucapnya.

Selain giat mengaspirasikan masyarakat nagari, Emma juga memberi pembekalan kepada politisi perempuan asal Minang yang akan terjun ke dunia politik.

“Jadi, melalui KPPI, kami memberi pembekalan dari berbagai aspek kepada caleg-caleg perempuan asal Sumatera Barat, agar mereka bisa terpilih,” kata istri H. Hariadi, seorang pengusaha yang pernah menjabat Ketua Gapensi dan KADIN di Padang ini.


Meskipun sibuk sebagai wakil rakyat, perempuan berparas tegas ini tetap meluangkan waktu untuk keluarga. Dia membagi waktu berkumpul bersama berdasarkan kesepakatan bersama.

“Keluarga harus tetap mendapat perhatian. Sebagai ibu, tentu saya memiliki amanah paling besar untuk mendidik dan mengasuh generasi selanjutnya. Terutama, keempat buah hati saya adalah laki-laki yang akan menjadi imam bagi keluarganya nanti. Saya menekankan pola pengasuhan yang penuh tanggung jawab dan religius, agar mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat,” urainya serius.

Sebagai ibu dari empat putra, Emma berharap para ibu di seluruh Indonesia untuk menjaga anak-anaknya dari bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Dia menekankan pentingnya perhatian dan pemahaman seorang ibu di setiap jenjang pertumbuhan anak. Albar | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Desember 2015

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here