Gempita Bulan Suci

de

Inilah semasa di kala ibadah sepanjang siang terasa menyejukkan, mendekati sang pencipta di malam hari pun memberi rasa damai dan syahdu. Gempita sukacita kaum muslim menyambut dan mengisi tiga puluh hari istimewa terasa di mana-mana. Ramadan senantiasa berkesan istimewa dengan kehangatan keluarga dengan atmosfer spriritual yang kental. Selain karena kebersamaan dan kekhusyukan beribadah, hal lain yang menjadi alasan di baliknya adalah di bulan ini banyak tradisi musiman dan sajian khusus yang dibuat untuk dinikmati bersama anggota keluarga.

Aktivitas selama bulan puasa kerap begitu terindukan. Muslim di Indonesia tak asing lagi dengan istilah ngabuburit, takjil, momen buka puasa bersama, dan bazaar Ramadan. Sama halnya dengan beberapa negara di Timur, yang memiliki cara tersendiri dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan. Kami merangkumnya menjadi satu.

Mahyaa

Masjid Berhias

Masjid memegang peranan penting di budaya muslim Tajikistan sepanjang tahun khususnya selama bulan Ramadan. Terdapat lebih dari 300 masjid di Tajikistan bersiap untuk dibenahi sebagai tempat pelaksanaan salat sunat tarawih dilakukan setiap malam.

Sejak awal bulan suci, rumah-rumah dan masjid di Tunisia didekorasi dengan lampu. Warga menyumbangkan uang mereka untuk mengecat kembali dan menghias rumah ibadah tersebut dengan berbagai jenis penerangan.

Lentera kaca tradisional pun mulai dijual hampir di setiap pasar maupun kota-kota di Mesir ketika Ramadan semakin dekat. Seluruh bangunan kota terutama masjid selama Ramadan diterangi dengan lampu minyak. Kota itu berkelap-kelip dengan mahyaa, sebuah lampu yang digantungkan di antara menara-menara masjid berbentuk sebuah tulisan.

kohl2

Tradisi Unik

Dalam tradisi lokal di Yaman, sejak awal bulan Ramadan baik laki-laki maupun perempuan disarankan untuk menggunakan kohl atau celak mata. Hal ini dianggap salah satu sunnah dan tradisi kenabian bagi umat Islam di negara tersebut.

Sementara anak-anak di kota Malkiya, Bahrain, melakukan perayaan dengan mengumpulkan aneka keripik dan permen di keranjang selama pertengahan Ramadan. Mereka biasa mengumpulkannya untuk dimakan usai berbuka puasa.

Riuh Kala Fajar

Seperti halnya Indonesia, di beberapa negara berbagai alat tabuh dibunyikan sebagai penanda waktu sahur tiba, diiringi dengan lantunan salawat. Mereka meyakini membangunkan orang untuk makan sahur juga bagian dari ibadah yang tidak boleh dilewatkan. Tradisi ini masih dijalankan hingga kini di Turki dan beberapa negeri jiran.

Di Tunisia, sahur disebut shour di mana kebanyakan orang mengonsumsi permen dan makanan manis untuk meningkatkan energi. Selain itu, warga Tunisia juga mengonsumsi makanan khusus seperti masfouf yang terbuat dari gandum dan mentega, atau susu panas, teh hitam, maupun kurma.

3645570654

Santap Berbuka

Berbuka puasa menjadi hal yang paling ditunggu. Para ibu rumah tangga mulai bersiap dari siang hari. di Di Pakistan, setiap jelang petang beberapa orang pria mengatur barisan panjang tempat duduk dan makanan untuk mempersiapkan Iftar atau berbuka puasa. Adalah pemandangan umum di seluruh dunia saat sejumlah Muslim berkumpul berbuka puasa bersama di masjid-masjid. Seperti Masjid Dirah di Riyadh, yang selalu ramai setiap harinya.

Tajikistan mengenal istilah iftar komunal, yakni ketika seorang tuan rumah mengundang berbuka puasa tetangga, kerabat, dan teman-teman, yang menurut tradisi Tajikistan tidak boleh ditolak ajakannya. Setelah berbuka, acara dikhususkan untuk salat tarawih bersama, membaca kitab suci, dan berdoa. Karena banyak keluarga ingin mengadakan iftar pada suatu wilayah, dibuatlah daftar nama calon tuan rumah dan penentuan jadwal untuk pelaksanaannya.

Atayef

Panganan Lezat

Kurma tetap menjadi andalan saat berbuka puasa sesuai anjuran Nabi. Meski demikian setiap negara arau wilayah memiliki panganan khas selama bulan Ramadan. Untuk minuman, di beberapa negara jazirah Arab dikenal Tamar Hindi, minuman asam menyegarkan atau Jellab yang terbuat dari sari buah anggur dan kacang pine.

Atayef semula hanya dikenal di Mesir, pancake ini biasanya diisi dengan keju atau kacang-kacangan, dan disajikan dengan sirup gula atau madu. Ada pula Luqaimat, pangsit manis yang terbuat dari tepung, mentega, gula, dan susu.

Iran Utara menggemari Shami, makanan khas yang terbuat campuran adonan daging dan kacang polong kuning yang digoreng. Sajian ini adalah yang terlaris selama bulan Ramadhan selain roti khas Iran, keju, bumbu hijau dan teh hitam.

Sadaka Tasi

Faedah Berbagi

Ramadan identik sebagai bulan amal. Setiap orang memanfaatkannya dengan banyak bersedekah. Ada banyak tradisi yang berbeda selain zakat dan fitrah sebagai bentuk dari sedekah untuk membantu mereka yang kurang mampu. Turki mengenal istilah Sadaka Tasi atau batu amal. Selama bulan Ramadan, pilar batu hampir setinggi manusia ini berdiri di halaman masjid. Bagian atas batu amal berbentuk seperti mangkuk. Setiap hendak melaksanakan shalat malam, mereka yang memiliki rezeki lebih datang ke masjid dan meletakkan sejumlah uang ke dalamnya.

Saat matahari terbenam, beberapa orang yang membutuhkan akan datang dan mengambil sebanyak yang ia perlukan, kemudian meninggalkan sisa supaya orang lain yang juga membutuhkan bisa menggunakannya. Tidak satupun warga menaruh rasa khawatir atas pencurian. Meski terdengar unik, melalui praktek ini para warga kurang mampu dapat terselamatkan dari perasaan malu atas status ekonomi mereka dan dapat tercukupi kebutuhannya. Di beberapa negara Timur Tengah, makanan gratis juga dibagikan kepada orang-orang yang hidup dalam keadaan sulit setiap harinya baik untuk sahur atau berbuka puasa.

 

(Angie Diyya/ Dari Berbagai Sumber. Foto: Istimewa)

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here