Srikandi BUMN | Handayani Direktur Consumer Banking BTN

Direktur Consumer Banking BTN
Handayani

Terus Μenantang Diri

Memiliki karier sebagai salah satu direktur wanita BUMN, siapa sangka salah satu jajaran direksi BTN (Bank Tabungan Negara) ini berlatar belakang pendidikan kedokteran gigi. Saat berbincang santai, sambil tersenyum simpul Handayani menceritakan tentang awal mula perjalanan kariernya.

“Saya mengambil kuliah di kedokteran gigi, karena permintaan dari ibu saya yang menginginkan salah satu anaknya menjadi dokter. Begitu lulus pada tahun 1988, saya justru mendaftar di sebuah bank dan langsung diterima. Saya pun merasa ini adalah kesempatan yang baik, kebetulan saya senang sekali bekerja di bidang yang berhubungan dengan banyak orang,” kenangnya.

Hanny —sapaan akrabnya— terus menantang diri, menjajal kemampuan dan mengumpulkan banyak pengalaman bekerja di beberapa bank, baik itu bank swasta maupun asing. “Ketika bergabung di Bank Mandiri pada tahun 2000, di situlah saya memulai karier sebagai bagian dari BUMN, hingga posisi group head level,” tuturnya.

Dia juga diminta oleh direksi untuk menjadi direktur AXA Mandiri, sebelum bergabung di Garuda Indonesia tahun 2014, sebagai direktur commercial perempuan pertama. Meski berpindah-pindah, dia berusaha mengasah kemampuan beradaptasi dengan baik. Sejak April 2016, dia kemudian berlabuh di BTN menjabat sebagai Direktur Consumer Banking.

handayani-kegiatan-kecil

Leadership baginya adalah menyiapkan situasi, agar apa yang diinginkan dapat dikerjakan demi kemajuan perusahaan dapat dipahami oleh bawahan, rekan, maupun atasan.

Sebagai bagian dari BUMN, Hanny menuturkan perannya menjalankan perusahaan tentu tak lain untuk mendukung program pemerintah. Salah satunya terkait program Nawa Cita yang digagas oleh presiden Indonesia tentang prioritas memajukan kesejahteraan, BTN mendapat tugas untuk mensejahterakan rakyat, khususnya dalam menyiapkan kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah. Melihat gap yang cukup tinggi, sebanyak 13,5 juta penduduk yang belum memiliki rumah sendiri, inilah momen di mana BTN harus mampu menyediakan dan memenuhi supply atas jumlah permintaan tersebut.

Di satu sisi, Hanny juga mengungkapkan harapannya agar Bank BTN bisa memperkuat aspek pertumbuhan jumlah penabung. Selama ini mungkin belum digarap dengan optimal, supaya semakin dikenal sebagai bank yang sesuai dengan namanya yakni Bank Tabungan Negara. Menuju tahun 2017, targetnya di tahun depan adalah menyelesaikan amanah yang diberikan oleh Kementerian BUMN untuk membawa pertumbuhan BTN ke depan beraset tiga kali lipat dalam waktu yang relatif singkat, yakni kurang dari lima tahun. Angie Diyya | Fikar Azmy & Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession Edisi November 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here