Ituk Herarindri | Direktur Pelayanan Bandara AP II

Wanita di balik fasilitas dan pelayanan bandara ini berprinsip perusahaan yang ditanganinya harus selalu memiliki service brand yang baik. Tangan dinginnya membawa kemajuan pelayanan di PT Angkasa Pura II.

Bagi perempuan bernama lengkap Ituk Herarindri, meniti karier dalam konsepnya adalah harus benar-benar dari bawah. Bahkan, diawali saat masih TK, SMP, SMA, hingga tingkat Universitas. Selain tekun belajar dan berprestasi, dia rajin berorganisasi maupun menjadi pelatih tari, atlet renang diving dan karate.

Sebelum dipercaya sebagai Director Of Airport Service & Facility PT AP II, karier Ituk dimulai sebagai Assistant Account Officer (AAO) di Bank Niaga, Satelindo, Indosat, dan PT KAI.

Saat bekerja di PT KAI, dia pernah meraih penghargaan di Asia Pasific Contact Center Leadership (APCCAL) – Beijing, The Best Practice Award – Hongkong, The Best Service Excellence of The Year (IAC), Runner Up Grand Champion Award ICCA, dan 13 Medali The Best Indonesia Contact Center Association (ICCA) Award.

Di bawah kepemimpinan satu-satunya direksi wanita ini, PT Angkasa Pura II masuk 6 perusahaan pelayanan aduan konsumen terbaik di Indonesia Contact Center Assosiation (ICCA) Award 2016 dan meraih 10 penghargaan dari berbagai kategori dalam kontes penghargaan tahunan tersebut.

Tahun lalu, Ituk pun sempat meraih penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2016 & TOP Eksekutif Muslimah 2016. Dalam ajang International PT Angkasa Pura II mengikuti Contact Center World Asia Pasific 2016 dengan mendapatkan penghargaan Silver & Gold Medals.

Mengawali tahun 2017, PT Angkasa Pura II (Persero) berhasil meraih Ranking 1 (satu) Skytrax Award dalam kategori World’s Most Improved Airports. Penghargaan Bintang 4 Skytrax juga didapat oleh 3 (tiga) Bandara di bawah naungan PT AP II, yaitu: Bandara Kualanamu Medan, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dan Bandara Minangkabau Padang.

Sepanjang tahun 2016, PT Angkasa Pura II (Persero) membukukan pendapatan perseroan (unaudited) mencapai Rp6,65 triliun, meningkat sekitar 18% dibandingkan dengan pencapaian 2015 sebesar Rp5,64 triliun.

Kinerja positif yang berhasil dibukukan perseroan ini didukung juga oleh keberhasilan mengoperasikan sejumlah terminal baru pada 2016. Yakni Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Terminal Baru Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, dan juga diresmikannya Terminal Baru Bandara Sultan Thaha Jambi oleh Presiden RI.

PT Angkasa Pura II (Persero) juga mendirikan dua anak usaha baru, yakni PT Angkasa Pura Propertindo dan PT Angkasa Pura Kargo untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis non aeronautika.

Dua anak usaha baru tersebut melengkapi anak usaha yang sebelumnya sudah beroperasi, yaitu PT Angkasa Pura Solusi. Pembentukannya sejalan dengan penataan pada corporate level strategy dan business level strategy, serta bagian dari implementasi penerapan program ‘Triple-GB’ yang membuat AP II Getting Bigger, Getting Broader, dan Getting Better.

Di sektor kebandarudaraan, kini yang menjadi fokusnya adalah bagaimana menjadikan Bandara Indonesia sebagai World Class Airport. Perempuan penggemar Batik Indonesia ini bertugas dan bertanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan dan pengguna 13 Bandara yang dikelola AP II.

Target Ituk selanjutnya di tahun 2017 adalah mewujudkan digital airport, dengan kemudahan akses ke semua fasilitas dan pelayanan secara lengkap lewat gawai. Angie Diyya | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2017

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here