Kemerdekaan Finansial

Kemerdekaan finansial adalah hak semua orang. Yang membedakan antara satu orang dengan lainnya adalah seberapa eager dan determine mereka untuk memerdekakan diri dari berbagai tantangan finansial yang dihadapi.

Bagaimana sebenarnya meraih kemerdekaan finansial? Sama seperti proses dalam meraih kemerdekaan sebuah negara, ada proses yang harus dilalui, pengorbanan yang harus dilakukan, dan membutuhkan waktu untuk menyusun strategi.

Bagaimana cara untuk meraih merdeka finansial ini? Tentu saja dengan mengatur strategi keuangan.

Jika Anda memiliki masalah keuangan, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengakui bahwa diri Anda menghadapi financial trouble.

Ketika Anda bermasalah dengan alur kas, jumlah pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, maka mulailah mencatat pengeluaran atau jika sering menggunakan kartu untuk transaksi, lihatlah mutasi rekening beberapa bulan ke belakang.

Cek pengeluaran apa saja yang besar dan bisa dikurangi, lalu hilangkan atau dapatkan alternatif yang lebih ekonomis. Buatlah strategi pengeluaran bulanan sehingga setiap bulannya memiliki dana untuk ditabung atau berinvestasi.

 

2

Jika bermasalah dengan utang, mulailah melunasinya satu per satu. Bila dana belum ada atau belum banyak, maka lakukan negosiasi ke pihak pemberi pinjaman untuk keringanan jumlah cicilan dan bunga atau negosiasi tanggal jatuh tempo pembayaran.

Atau bisa melakukan take over kredit ke pemberi pinjaman lain, tentunya setelah dilakukan perhitungan plus minusnya. Apapun caranya, pastikan hasil akhirnya akan meringankan pengeluaran bulanan, sehingga jumlah penghasilan yang tadinya disisihkan untuk cicilan utang, bisa berubah menjadi auto-debet tabungan atau investasi.

Jika belum memiliki aset investasi dan berharap suatu saat dapat membuat uang bekerja untuk Anda, mulailah belajar beberapa produk investasi.

Tentunya investasi yang dipilih bukanlah investasi bodong, tetapi investasi yang diawasi oleh regulator. Investasi jangka menengah dan panjang juga dapat membantu kita untuk berkontribusi terhadap negara adalah dengan berinvestasi di pasar modal seperti obligasi dan saham.

Mengapa? Obligasi, terutama milik pemerintah biasanya dikeluarkan untuk membangun sebuah proyek pembangunan yang akan berguna untuk masyarakat.

Dengan berinvestasi di obligasi, Anda bisa membantu pemerintah, sekaligus mendapatkan passive income dari kupon (bunga) yang diberikan secara bulanan.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Agustus 2016

 

Rubrik ini diasuh oleh Farah Dini Novita, BA (Hons), RFA, CFP

img_07361

Perempuan lulusan The University of Nottingham, Malaysia ini adalah Vice CEO dan senior konsultan keuangan independen Janus Financial. Perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis.

Farah memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam merencanakan keuangan sejak dini.

Dia juga mempunyai blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www.fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan sebuah buku berjudul FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies.

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here