Kuliner Kebanggaan Korea

Kimchi telah menjadi bagian budaya kuliner yang dinikmati oleh seluruh masyarakat Korea.

 

Bagi yang pernah menikmati hidangan di restoran Korea, pasti pernah merasakan olahan sayur bernama kimchi.

Hidangan hasil fermentasi campuran bubuk cabai dan bumbu lainnya dengan rasa asam, pedas, manis ini telah lama menjadi appetizer  yang disukai banyak orang.

Kimchi adalah salah satu masakan tradisional kebanggaan Korea. Masyarakat di sana mengenal kimchi dengan sebutan banchan.

Kuliner yang kaya bumbu ini disajikan bersama nasi putih dan lauk utama. Fungsinya tergolong unik, yaitu sebagai pendamping masakan utama, karena kimchi bisa menetralisir rasa makanan utama yang dominan atau justru memperkaya rasa menu utama yang tawar.

Tak heran, kimchi merupakan menu harian penduduk Korea yang lazimnya dapat ditemui di hampir semua makanan.  Kimchi dapat melengkapi cita rasa sajian utama Korea lainnya, seperti bibimbap maupun bulgogi.

Kimchi memiliki sejarah panjang. Olahan yang mirip asinan sayur di Indonesia ini sepertinya sudah ‘merasuk’ ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Korea.

Tak sekadar makanan, tapi sudah berkembang menjadi Lembaga Penelitian Kimchi, Museum Kimchi, dan Festival Kimchi yang disponsori pemerintah.

Ilmuwan Korea telah meneliti dengan memberi tikus makan kimchi. Sedangkan Institut Penelitian Luar Angkasa Korea (KARI), mengembangkan kimchi khusus luar angkasa  untuk para astronot Korea dan Rusia dalam pesawat antariksa Soyuz.

Sementara itu, Codex Alimentarius Commission, sebuah badan standarisasi makanan internasional, memilih kimchi Korea sebagai makanan berstandar internasional yang melampaui kimchi Jepang pada tanggal 5 Juli 2001.

DSC_0195RATUSAN TAHUN

Membuat kimchi sebetulnya tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan siapa pun di rumah. Sayuran setelah dicuci dicampur dengan garam, diberi bumbu, lalu dimasukkan ke dalam guci tanah dalam beberapa hari baru bisa dinikmati.

Zaman dahulu, tujuan membuat kimchi adalah untuk persediaan sayur selama musim dingin. Resep asinan sayuran dan labu sudah dimuat dalam buku resep yang diterbitkan pada tahun 1670, tapi tidak menggunakan cabai.

Di dalam catatan sejarah abad ke-17 ditulis tentang 11 jenis kimchi. Sedangkan cabai sebagai bahan kimchi mungkin baru populer bertahun-tahun kemudian (menurut perkiraan 200 tahun kemudian).

Cabai diperkenalkan oleh pedagang Portugis. Sebelum abad ke-19, kimchi hanya dibuat dari sayuran asli Korea, karena kemungkinan sawi putih besar ketika itu belum dikenal di Korea hingga abad ke-19.

Kimchi dibuat dari beragam bahan sesuai dengan jenis kimchi dan selera pembuatnya. Yang paling dikenal di luar Korea adalah baechu kimchi terbuat dari sawi putih, bawang putih, cabai merah, daun bawang, jahe, garam, dan gula.

Jenis lainnya yang banyak disukai adalah ggakdugi kimchi, terbuat dari lobak putih yang dikenal dengan sebutan moo.

Lobak dipotong dadu dan dicampur dengan berbagai bumbu kimchi. Ada juga nabak kimchi termasuk jenis berkuah. Potongan lobak dibuat lebih kecil-kecil diolah dengan bahan lain seperti sawi putih, daun bawang, dan cabai merah.
image_2008-11-18-kimchi-making-by-kim-511FESTIVAL KIMCHI

Kimjang adalah tradisi orang Korea membuat kimchi dalam jumlah besar di hari-hari musim dingin. Tradisi ini dilakukan pada hari cerah ketika angin dingin bertiup (awal November  hingga pertengahan Desember).

Setelah hari kimjang ditentukan oleh anggota keluarga, kerabat, dan tetangga, mereka berkumpul di satu tempat untuk beramai-ramai membuat kimchi.

Satu keluarga terdiri dari empat orang,  biasanya membutuhkan sawi berukuran besar sekitar 40-50 buah.

Sawi putih dicuci, ditaburi garam dan telah direndam di dalam air pada hari sebelumnya. Lalu lembar demi lembar daun sawi diolesi dengan bumbu kimchi hingga merata oleh para perempuan dalam keluarga.

Kimjang adalah tradisi untuk memberikan kesempatan meneruskan resep keluarga, dari nenek ke ibu, lalu ibu ke anak perempuan, dan dari mertua ke menantu.

Ternyata, tradisi ini telah diakui secara internasional dan masuk dalam UNESCO Intangible Cultural Heritage sejak tahun 2013.

Seoul Kimjang Festival merupakan pesta membuat kimchi di Seoul. Acara tersebut dilakukan oleh para sukarelawan dan hasilnya  didonasikan untuk kaum tak mampu.

Pada tahun 2013, festival ini berhasil membuat 250 ton kimchi dan tercatat di Guinness Book of Record sebagai acara yang melibatkan 2635 orang hanya untuk membuat kimchi. Di kegiatan ini, biasanya para wisatawan pun diajak untuk ikut  membuat kimchi. Aryani Indrastati | Istimewa

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here