Lea Kartika Indra | Tebarkan ‘Virus’ Safety Driving

Ford

Keselamatan adalah di atas segalanya. Mengedukasi banyak orang agar tahu bagaimana mengendarai mobil dengan benar, terus mengkampanyekan  keselamatan berkendara di tanah air, dan menurunkan angka kecelakaan telah menjadi tekadnya.

Itulah sebabnya,  Communications Director PT Ford Motor Indonesia Lea Kartika Indra tetap bersemangat meneruskan program Driving Skill for Life (DSFL) dari Sabang sampai Merauke hingga sekarang.

Semakin banyak orang yang tersadarkan akan lebih baik dan diharapkan bisa menjangkau banyak kota-kota di Tanah Air. Program ini tak lain juga untuk mendukung kampanye bersatu keselamatan nomor satu

“Jadi, kami tak hanya menjual mobil, tapi juga peduli akan  keselamatan penumpang. Termasuk membantu mengkondisikan jalan raya sebagai tempat yang lebih aman bagi semua orang.

Kami pun menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Asia Injury Prevention Foundation, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Korlantas Polri maupun Jakarta Defensive Driving Consulting,” papar Lea.

Pelatihan keselamatan berkendara ini diberikan secara gratis kepada para pengendara yang memiliki SIM di seluruh Indonesia. Manfaatnya, selain menambah pengetahuan teknik berkendara yang aman dan hemat bahan bakar, juga agar kesalahan dalam mengemudi yang selama ini dianggap benar bisa diperbaiki.

Dia melanjutkan, “Seperti saat memegang kemudi ada yang jempolnya tidak keluar, ini berbahaya kalau kemudinya berputar cepat  bisa patah. Kaki kita juga tidak boleh ‘telanjang’, harus terlindungi sepatu dan tak boleh memakai sandal jepit, karena kemungkinan terselip atau nyangkut bisa terjadi dan akan mempengaruhi kinerja gas maupun rem.

Lalu, bagaimana membawa dan meletakkan anak-anak di dalam mobil dengan aman pun perlu diketahui dengan baik. Kami tertantang turut berpatisipasi menurunkan angka kecelakaan secara serius.”

Safety driving menjadi program CSR Ford secara murni, tanpa diselipkan atribut promotional items apapun, seperti brosur, banner ataupun stand counter. Dalam pelatihan DSFL, sesi teori dan praktik diterapkan mencakup tips mengantisipasi kondisi jalan dan mencegah berkendara dengan kecepatan tinggi.

Termasuk cara merawat kendaraan untuk menjaga kondisi hemat bahan bakar secara optimal. Menggunakan sabuk pengaman, menghindari gangguan konsentrasi saat berkendara, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain saat mengemudi.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2008, hampir 11.000 pengemudi  berhasil mengikuti sesi pelatihan DSFL dengan peserta karyawan dari berbagai bidang bisnis dan perusahaan, lembaga pemerintahan, kelompok khusus, LSM, beragam komunitas mobil, awak media, dan lain sebagainya,” tambah perempuan yang senang menjadi trainer dalam berbagai pelatihan Ford DSFL ini.

Saat ditanya bagaimana tantangan kondisi pasar saat ini di tengah perekonomian yang tengah melesu? Lea menyatakan bahwa Ford Motor Indonesia tetap merasa optimis dengan market di Indonesia.

Kuartal pertama tahun ini penjualan Ford secara wholesale didukung produk andalan all new EcoSport, Ford Fiesta, dan Ford Ranger meningkat 17% dari periode yang sama tahun lalu.

“Adalah hal yang biasa dalam suatu bisnis ada up and down-nya. Populasi di Indonesia cukup banyak dan mobil tetap akan menjadi kebutuhan banyak orang setelah rumah. Tetap ada masa depan cerah di dunia otomotif.

Kami berharap di kuartal kedua sampai di akhir tahun nanti bisa tumbuh secara positif. Selain itu, tak kalah penting kami juga berkonsentrasi dalam hal peningkatan service yang melampaui harapan konsumen dan memperkenalkan produk-produk baru yang terdepan di kelasnya,” ungkapnya dengan nada optimis.

Ketika ditanya rahasia kesuksesannya dalam berkarier, Lea berterus terang bahwa paling utama adalah harus terus belajar, meskipun sudah berada di posisi puncak. Bahkan, menurutnya kita perlu juga belajar dari anak yang baru lulus kuliah. Zaman terus berubah, begitu pandangan dan cara berpikir. Kepada siapapun yang kita temui pasti ada hal-hal baru menarik ditemukan.

Menghadapi kerasnya kehidupan, Lea sendiri memiliki prinsip hidup tidak gampang menyerah, sesulit apapun situasi. Itulah sebabnya, sewaktu berada di posisi di atas kita tidak  boleh lupa diri dan ketika berada di bawah tetap tahan mental, tidak frustasi maupun mudah down. Hari esok harus dihadapi dengan semangat baru dan daya tahan emosi pun mesti fleksibel.

“Agar wawasan terus bertambah saya suka membaca berbagai buku yang berbau pengetahuan umum, psikologi, novel maupun autobiografi bernuansa sejarah. Kebetulan saya juga senang menulis, seperti cerpen atau membuat puisi,” lanjutnya. Elly Simanjuntak | Fikar Azmy 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juni 2015

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here