Perempuan dan Pasar Modal

Pasar modal seringkali masih terasa asing di telinga para perempuan Indonesia. Kerap mendengar, tetapi belum tentu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut. Banyak perempuan berpikir bahwa pasar modal adalah urusan para pria.

Mendengar kata pasar modal saja biasanya sudah banyak asumsi–asumsi yang cenderung membuat perempuan lebih memilih menjauhi jenis investasi ini. Instrumen investasi pasar modal yang populer, tetapi masih belum banyak jumlah investornya adalah saham.

Saat ini, investor perempuan sangat kecil jumlahnya dan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga hampir di seluruh dunia. Padahal, menurut hasil beberapa penelitian, perempuan memiliki kemampuan menghasilkan performa lebih baik dalam berinvestasi daripada pria.

Ini dikarenakan perempuan benar-benar memikirkan dengan baik saham apa yang harus diambil, di harga berapa saham harus dibeli, dan tidak terlalu nafsu untuk mencapai keuntungan terlalu besar dalam waktu singkat seperti para pria.

Perempuan benar-benar mempelajari terlebih dahulu sebelum membeli dan sangat berhati-hati dalam pemilihan saham.

 

woman-portfolio-manager1

Investment is not only a man’s world. Kita sebagai perempuan pun harus memiliki kemampuan dalam berinvestasi. Anda tentu ingin memiliki penghasilan tambahan atau keuntungan berlipat ganda dari dana yang dimiliki sekarang?

Anda ingin pensiun dengan nyaman dan masih dapat mempertahankan gaya hidup saat ini, bukan?

Perempuan juga banyak yang berasumsi bahwa investasi itu terlalu rumit dan harus pintar matematika untuk memahaminya. Kenapa terlihat rumit?

Karena perempuan masih enggan untuk mempelajarinya. Jika saja kita menyempatkan waktu untuk belajar sedikit demi sedikit mengenai investasi, maka asumsi bahwa investasi di dunia saham itu rumit, pasti akan hilang dengan sendirinya.

Alasan berikutnya adalah tidak sedikit perempuan lebih senang menghabiskan uangnya untuk berbelanja di mal ataupun online, dibandingkan berinvestasi.

Jujur saja jika sekarang kita ditawarkan untuk menghabiskan uang untuk berbelanja pakaian brand terkenal, pastilah tidak akan menolak.

Tetapi, jika diajak menyisihkan dana yang sama untuk masuk ke saham, pasti akan berpikir terlebih dahulu dan pada akhirnya akan menolaknya. Invest in yourself, before you’re investing your money.

Sempatkan waktu untuk mengenal lebih dekat tentang pasar modal dan take action.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi November 2015

 

Rubrik ini diasuh oleh Farah Dini Novita, BA (Hons), RFA, CFP

IMG_0736

Perempuan lulusan The University of Nottingham, Malaysia ini adalah seorang konsultan keuangan independen dari Janus Financial. Perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis.

Farah memiliki misi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam merencanakan keuangan sejak dini.

Dia juga memiliki blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www-fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan sebuah buku berjudul FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies.

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here