Perlukah Tabungan Pendidikan?

smiling girl wear a graduation hat and holding books

Salah satu pengeluaran terbesar yang wajib disiapkan oleh setiap orang tua sedini mungkin adalah dana pendidikan anak. Apabila berbicara mengenai pendidikan anak, maka yang harus diingat adalah kita tidak hanya menyiapkan untuk uang pangkal masing-masing jenjang, tetapi juga biaya bulanan, buku, seragam, hingga social cost anak.

Seperti yang kita ketahui bersama, pendidikan anak saat ini tidaklah murah. Biaya pendidikan di Indonesia mengalami kenaikan 10%-40% setiap tahunnya.

Pola 10 tahun ke belakang, semakin tinggi jenjang pendidikan, barulah semakin meningkat biayanya. Tetapi sekarang berbeda, biaya pendidikan di tingkat playgroup saja sudah fantastis nominalnya.

Pilihan sekolah pun semakin banyak, dari sekolah negeri, nasional plus, internasional, sekolah alam, maupun boarding school. Fasilitas yang diberikan semakin bervariasi.

Field trip juga tidak lagi hanya mengunjungi museum, tetapi ada kunjungan keluar negeri. Belum lagi ketika orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke luar negeri, tentu tidak hanya dana pendidikan yang perlu disiapkan, tetapi juga living cost anak selama sekolah.

Dengan aneka pilihan sekolah, maka orang tua leluasa menentukan sekolah mana yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat anak. Menyiapkan dana pendidikan lebih cepat, semakin berkurang pula beban kita.

Mengingat kenaikan biaya yang cukup tinggi setiap tahunnya, apakah menabung saja cukup? Tabungan hanya memberikan imbal hasil di bawah 2% deposito. Kenaikan biaya pendidikan tidak sebanding dengan bunga bank.

Apakah kita tidak boleh menabung? Jelas saja bisa, tetapi sebaiknya dilakukan hanya untuk membayar kebutuhan pendidikan dalam jangka waktu pendek satu hingga dua tahun saja.

Guna menyiapkan dana pendidikan jangka menengah dan panjang, maka dapat digunakan produk investasi, seperti obligasi dan saham. Jika sudah mendekati waktu anak bersekolah, alangkah baiknya pindahkan dana tersebut ke tabungan maupun deposito. Lebih aman dan mudah dicairkan sewaktu-waktu saat diperlukan.

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Mei 2016

 

 

Rubrik ini diasuh oleh Farah Dini Novita,BA(Hons),RFA,CFP

IMG_0736(1)

Farah adalah seorang Vice CEO dan Senior Konsultan Keuangan Independen dari Janus Financial, perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan keuangan individu dan bisnis.

Bersama dengan Janus Financial, dia selalu melakukan edukasi mengenai keuangan, terutama investasi dalam bentuk talk show, media, webinar, event gathering dan sebagainya.

Wanita lulusan The University of Nottingham, Malaysia, ini juga memiliki blog khusus perencanaan keuangan dari 2010, www-fin-chick-up.com yang empat tahun kemudian dijadikan buku berjudul “FINCHICKUP: Financial Check Up For Ladies”. Apabila ada pertanyaan mengenai keuangan dapatmenghubungi farahdini@janusfinancial.co.id

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here