Srikandi BUMN | Polana Banguningsih Pramesti Direktur Teknik PT Angkasa Pura I

Polana Banguningsih Pramesti

Obsesi Tanpa Henti

Terhitung hampir 30 tahun sudah Polana Banguningsih Pramesti mengabdikan dirinya di bidang kebandarudaraan. Usai meraih gelar Sarjana Teknik dari Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1986, dia mengawali karier di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan. Mulai dari menjabat sebagai Kepala Seksi Mutu Konstruksi Sipil, hingga Kepala Sub Direktorat Prasarana Bandara Kementerian Perhubungan, Polana terus menantang diri dan menggali potensi lebih dalam di area ini.

“Barulah pada tahun 2013 saya ditugaskan oleh pemerintah untuk menjadi direksi Angkasa Pura I (AP I). Jadi memang karier saya di bidang ini sudah cukup lama dari tahun 1987 sampai sekarang,” papar wanita kelahiran Jakarta, 2 November ini kepada Women’s Obsession di suatu siang.

Malang melintang di bidang perhubungan dan kebandarudaraan, membuat Polana sangat memahami tantangan dan kendala yang dihadapinya dalam bekerja di bidang tersebut. “Kebanyakan adalah kendala teknis. Saat ini kami mengelola 13 bandar udara yang mayoritas dilimpahkan dari pemerintah dan banyak fasilitas yang perlu diperbaiki. Di bidang Penerbangan ada yang disebut dengan 3S+1, yaitu 

Safety, Security, dan Services harus Complete. Fokus kami adalah bagaimana agar 3S itu dapat tercapai, caranya dengan memenuhi ketersediaan fasilitas yang sudah lama perlu diperbaiki,” jelasnya. Hal ini sejalan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan dan optimalisasi pelaksanaan dalam mengantisipasi perubahan bisnis kebandarudaraan ke depan.

img_9754

Sebagai satu-satunya direktur perempuan dalam jajaran direksi, menurut Polana inilah bukti bahwa sebenarnya perempuan Indonesia sudah mempunyai kesempatan yang hampir sama, meskipun harus memiliki kapasitas lebih dari laki-laki untuk mendapatkan posisi yang sama.

 

AP I pun belum lama ini menorehkan prestasi. Airport Council International (ACI) menempatkan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda Surabaya dalam jajaran sepuluh besar bandara dengan tingkat layanan terbaik di dunia.

“Sebagian dari target kami sudah tercapai, walaupun saya merasa belum puas, karena masih banyak sekali yang perlu diperbaiki. Tahun ini terus terang banyak dilakukan perubahan manejemen, maupun pergeseran target, tetapi kami tetap yakin bahwa sepanjang 2016 ini semua telah berjalan sesuai dengan target awal,” ungkapnya.

Polana optimis dan siap melakukan antisipasi untuk pencapaian target lebih optimal di 2017 dengan melakukan penyesuaian teknis seperti SOP, proses, dan sebagainya.

img_5716

Naluri kewanitaan dan gelora semangat pun diterapkannya dalam memimpin. “Gaya kepemimpinan saya adalah merangkul tim. Kami tidak menganggap rekan sebagai staf melainkan tim, karena bekerja dalam suatu organisasi harus kompak secara team work. Jadi kepada tim, saya berinteraksi seperti seorang ibu kepada anak-anaknya, namun di lain waktu bisa menjadi seperti seorang teman. Kita harus percaya dapat melakukan tugas yang dibebankan bekerjasama dalam tim yang solid,” tutur wanita yang juga aktif di media sosial ini. Angie Diyya | Fikar Azmy & Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession Edisi November 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here