Regina Widjaja | Buatlah Hidup Berarti

Regina Widjaja

Hidup itu hanya sekali dan tidak pernah menyesali apapun keputusan yang telah dibuat menjadi prinsip hidup Brand Manager Kielh’s dan Shuemura Regina Widjaja. Dia menyukai tantangan dan senang mencoba hal-hal baru. Misalnya, ketika pindah bekerja, Regina akan fokus memberikan yang terbaik semaksimal mungkin. Hidup berusaha dia isi dengan hal-hal yang berguna dan meaningful.

Ketika ditanya siapakah sosok yang menginspirasi dirinya? Dengan bersemangat dia berkata, “Kalau dari orang di sekitarnya adalah orang tua, khususnya ayah saya.

Dulu hidupnya pernah susah, tapi tidak pernah terlihat stres dan sifatnya sangat demokratis. Mau saat sedang susah atau senang, dia berusaha untuk selalu happy, karena masih ada banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah.”

Selain itu, Regina mengangumi sosok Nick Vujicic yang berasal dari Australia. “Dia tidak mempunyai tangan dan  kaki, namun dia tidak pernah complain. Malah bersyukur masih diberikan kehidupan oleh Tuhan dan mendapat kesempatan menikah serta memiliki anak. Kita kalau melihat dirinya, jadi malu untuk complain,” tambahnya seraya tersenyum.

Ketika bekerja ada salah satu timnya mengeluh stres, karena banyak pekerjaan. Dia pun akan menasehatkan bahwa semua orang pekerjaannya juga tidak sedikit dan belajarlah untuk me-manage sebaik-baiknya. Tidak ada orang yang bisa lepas dari stres di zaman sekarang ini.

“Kita harus bisa memisahkan antara  masalah di rumah, pekerjaan di kantor, urusan personal, dan harus bisa meng-handle stres masing-masing.  Antara lain, dengan belajar let go. Saat kita make failure, terima saja kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Hidup ini memang tidak ada yang sempurna,” ungkap perempuan yang pernah bekerja di industri perbankan ini.

Berbicara mengenai industri kosmetik di Tanah Air, Regina bercerita saat ini memang  sedang seru-serunya, karena banyak pemain baru masuk ke Indonesia, department store maupun cosmetic store juga kian banyak.

“Buat saya ini menarik, ya. Meskipun keadaan ekonomi masih melesu, tetap saja ke depannya masih ada perkembangan positif. Populasi kelas menengah tampak semakin membesar. Kita memang belum seperti Malaysia atau Singapura, tapi one day daya beli orang Indonesia bisa sama seperti ke dua negara tersebut.

Kielh’s adalah brand yang memiliki sejarah panjang dengan base farmasi yang kuat, cocok untuk kulit sensitif maupun jenis kulit lainnya dengan range produk yang lengkap. Dari natural ingridients sampai yang dermatologist solution pun tersedia.

Dan kekuatannya walaupun berada di entry level untuk luxury brand, harganya lebih terjangkau, karena Kielh’s kita tidak spending di packaging yang mahal-mahal, tapi lebih fokus ke isi formulanya. Setiap orang bisa mencoba sample dari produk skincare ini secara free dan ini menjadi kekuatan Kielh’s.

IMG_0279

Sementara, Shu Uemura sendiri merupakan brand asal Jepang yang semua produk maupun rangkaian warnanya biasa dipakai para makeup artist dan cocok untuk semua kalangan. Foundation-nya bagus, begitupun varian warna lipstiknya banyak. Produknya unik, sangat Japanese kental dengan nuansa Tokyo.

“Kami memang dominan  bekerja sama dengan para makeup artist, sehingga Shu Uemura  bisa ‘dirasai’ banyak orang. Kiehl’s dan Shu Uemura adalah dua brand yang berbeda sekali, saya jadi belajar banyak.

Yang satu adalah skincare dengan pendekatan  down-to-earth, satu lagi  sifatnya lebih artistik sepisifik di dunia makeup. Suatu kombinasi yang unik,” ujar perempuan yang suka dengan gaya busana simple dan casual ini.

Regina sudah memasuki tahun kelima bekerja di perusahaan L’Oreal mengurus dua brand tersebut. Sebelumnya dia pernah bergelut di profesi market research, perbankan, dan event organizer.

Berbeda dengan perusahaan sebelumnya, kali ini masuk dalam kategori  produk FMCG dengan perputaran yang cepat. “Saya mendapat kesempatan bisa berinovasi baik dari sisi strategi bisnis maupun menunjukkan kemampuan terbaik saya. Jika terjadi suatu kesalahan adalah hal yang biasa, namun harus segera diperbaiki dan saya belajar banyak hal di sini,” ungkap penyuka hangouts ini apa adanya. Elly Simanjuntak | Fikar Azmy

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2015

 

 

 

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here