Srikandi Golkar Kaltim | Rita Widyasari

Golkar

Keluarganya, khususnya sang ayah Syaukani HR yang mantan Bupati Kutai kartanegara (Kukar), adalah tokoh partai berlambang pohon beringin yang sangat disegani. Tak hanya di Kukar tapi juga Kalimantan Timur (Kaltim). Karena itulah, pasca berpulangnya ayahanda tercinta, seperti menjadi pemicu bagi Rita untuk tetap mempertahankan marwah politik Partai Golkar.

Itulah satu dari sedikit alasan kenapa dia mau menerima amanah dari kader Partai Golkar di Kaltim yang memintanya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kaltim. “Golkar itu yang melahirkan saya sebagai insan politik,” tegas Rita.

Dia memang kader yang tumbuh dari ‘akar rumput’. Mulai dari kader Partai Golkar biasa yang juga aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), hingga menduduki Ketua DPD KNPI Kabupaten Kukar. Dia terus mengasah kemampuan politiknya termasuk belajar tentang leadership di lembaga tersebut. Selama ini Rita dikenal di kalangan politisi sebagai sosok politisi muda yang andal dan ‘tahan banting’ karena berhasil melalui berbagai ujian.

Ketekunannya dalam menjalankan peran demi peran di Partai Golkar membuat dirinya memahami betul bagaimana mendekati hati rakyat, mengedukasi masyarakat tentang politik, dan menawarkan ide-ide segar pembangunan kepada masyarakat sekitar. Sehingga ketika dia ikut meramaikan Pemilu tahun 2009 sebagai calon anggota legislatif di Kukar, Rita memperoleh suara terbanyak, hingga Partai Golkar bisa meraih 12 kursi di DPRD Kukar. Padahal ketika itu kredibilitas Golkar tengah menghadapi ujian berat.

Lahir dan besar di keluarga yang kental dengan Golongan Karya (Golkar) menjadikan Rita Widyasari benar-benar seperti buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

 

cuvow1bvuaammxc

 

Namun, Pemilu tersebut membuktikan Partai Golkar tetap mendapat tempat di hati masyarakat Kukar. Alumnus Unpad Bandung ini pun mampu meyakinkan masyarakat Kukar untuk memimpin kota kerajaan tersebut. Ini semakin memantapkan langkah politiknya dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kukar. Langkah maupun gebrakannya semakin memikat rakyat. Hasilnya pun positif, Rita didaulat rakyat menjadi Bupati Kukar selama dua periode.

Melalui Partai Golkar, Rita maju pada Pilkada Kukar, lalu menjadi bupati periode 2010-2015. Popularitasnya melambung. Bahkan lewat jalur independen pun, dia meraih suara spektakuler, 89,44% pada Pilkada Kukar 2015. Hal itulah yang kemudian menjadi magnet masyarakat, khususnya kader Partai Golkar Kaltim menjagokannya sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kaltim dalam Musda Partai tersebut belum lama ini.

Akhirnya, Rita terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kaltim. Sebagaimana menjadi bupati perempuan di Kaltim, dia juga mengukir sejarah baru. Sebagai perempuan pertama yang menjadi Ketua DPD Golkar Kaltim. Dari 12 pemilih atau pemilik hak pilih, sebanyak 11 memilihnya dan 1 abstain.

Pada kesempatan itu, dia beralasan bahwa dipilihnya lokasi Pantai Manggar, agar dapat memberikan kontribusi langsung terhadap petani dan nelayan sekitar. “Pantai yang sangat indah ini harus dikelola dengan baik. Ini salah satu identitas di Balikpapan. Pantai Tanah Merah Samboja juga ke depan akan dikelola secara maksimal,” ujar Rita. Dalam kesempatan itu, Rita menegaskan kembali sikapnya untuk siap mengemban tugas dan tanggung jawab membesarkan Partai Golkar di Benua Etam dan memberi kemakmuran bagi rakyat Kaltim.

 

img_20150428_235900__1430236931_36-83-49-242

Tahun Penuh Prestasi

Tahun 2016 merupakan tahun penuh prestasi bagi Rita. Sebut misalnya, penghargaan internasional Global Leadership Awards 2016 untuk kategori Woman Icon Of The Year dari majalah bisnis asal Malaysia, The Leaders International yang bekerjasama dengan American Leadership Development Association (ALDA).

Dia juga dianugerahi penghargaan Woman Icon Of The Year setelah meraih penilaian tertinggi dari tim penilai yang terdiri dari Arthur F Carmazzi (Sekretaris Jenderal ALDA), HE. Abdulrahim Jasan Naqi (Pakar Bisnis), Steve Cheah (pebisnis asal Malaysia yang aktif dalam kamar dagang luar negeri Thailand untuk ASEAN Economic Community), dan Prof. M.S. Rao (Pakar Konsultan Kepemimpinan dari India). Peraih gelar Ph.D, ini juga mendapatkan pengakuan nasional melalui beberapa penghargaan, seperti Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI.

Selama pemerintahan Rita, Kukar masuk dalam 10 besar kabupaten dengan tata kelola yang baik (LAKIP) dan mengalami peningkatan sosial ekonomi. Kesuksesan Rita baru-baru ini adalah terpilih kembali sebagai Bupati Kukar untuk kedua kalinya dengan pencapaian suara 89,44%.

Dari pemerintah pusat, dia mendapatkan apresiasi dalam bidang kepramukaan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka memberikan tanda penghargaan pramuka kepada Rita bersama 38 tokoh lainnya yang berkontribusi besar terhadap pengembangan dan kemajuan Pramuka Indonesia. Dia mendapatkan penghargaan Lencana Melati.

Pemberian tanda penghargaan pramuka langsung disematkan Jokowi di upacara peringatan Hari Pramuka ke-55 dan pembukaan kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) X tahun 2016 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur pada Agustus silam.

Salah satu tokoh yang mendapat penghargaan pramuka, yakni Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. Megawati mendapatkan tanda penghargaan lencana tunas kelapa yang merupakan penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka. Atas berbagai prestasi yang dicetaknya tersebut Rita terpilih sebagai salah seorang dari 71 tokoh berpengaruh di Indonesia tahun 2016 versi Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2016. Sahrudi | Istimewa

 

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi November 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here