Sulitkah Memaafkan Pasangan?

Tetapi tidak akan terasa sulit dan berat, bila kita dan pasangan mengelola pikiran dan perasaan untuk kebaikan hubungan ke depan.

Dalam membina rumah tangga, mungkin istilah nobody’s perfect menjadi gambaran kalau pasangan bisa saja pernah melakukan kesalahan. Kata maaf pun menjadi satu hal yang perlu dilakukan saat itu terjadi. Sementara, bagi yang tersakiti memerlukan jiwa besar untuk memberi maaf. Namun, ternyata dalam praktiknya, memaafkan bukan hal mudah. Tidak sedikit pasangan yang sudah berada dalam titik tak termaafkan, mereka seperti ‘terperangkap’ dan dapat berujung pada perpisahan.  Menjelang Hari Raya Idul Fitri, inilah untuk memaafkan pasangan dan memulai perjalanan hidup baru kembali.

Lalu, sebetulnya apa esensi memaafkan? Cara setiap orang memang berbeda-beda. Seperti pendapat tiga perempuan berikut ini. “Ketika suami atau saya melakukan kesalahan, akan dikembalikan pada kondisi itulah kekurangan manusia. Besar atau kecil kesalahannya, kita bisa belajar dari kejadian tersebut. Jalani sikap memaafkan dengan ikhlas, agar terjauhkan dari penyakit sakit hati,” ungkap Astrid Indarwahyudi, seorang wiraswasta dan ibu dari tiga putri.

“Saat  dalam posisi tersakiti, sikap memaafkan itu adalah ketika saya tidak melihat kejadian lalu sebagai sebuah masalah lagi ke depannya. Memaafkan adalah caranya, bukan sekadar diwujudkan atau digantikan dengan benda-benda permohonan maaf, seperti kiriman buket bunga, kartu kredit unlimited, atau tas branded,” jelas Karina Roesdi, HRD media cetak ternama dan mahasiswi S2 jurusan psikologi.

“Memaafkan adalah ketika saya dan suami diam dan merenungi apa yang sedang terjadi. Setelah menelaah dan membicarakannya bersama, saya tidak akan mengungkitnya kembali,” kata  Maya, staf legal bank swasta dan ibu dari seorang putri.

Kilasan pendapat tiga wanita berbeda karier dan fase kehidupan ini menyuarakan mereka pernah dalam posisi memaafkan pasangan masing-masing. Ketiganya berupaya memaafkan dengan tulus tanpa embel-embel perhitungan atau poin yang akan dibahas kembali bila terjadi kesalahan lain. Mereka tidak ingin terbebani dengan cerita kesalahan masa lalu, ketika membina hubungan indah bersama pasangan.

forgiveness

SINGKIRKAN PIKIRAN NEGATIF

Lalu, sebetulnya apa esensi memaafkan? Yaitu tindakan toleransi, melupakan, ikhlas, dan percaya bahwa pasangan tidak akan melakukan kesalahan atau kelalaian lain. Kesulitan ketika memaafkan adalah rasa menolak lupa atas kesalahan yang berujung menjadi perhitungan, sakit hati atau dendam yang mempengaruhi romansa suatu hubungan.  Penolakan ini adalah wujud ketidakpercayaan kita terhadap pasangan dan melupakan tujuan awal hubungan berdua.

“Pernahkah kita menyatakan sudah memaafkan, tapi alam pikiran sering mengingat dan mengungkit bila pasangan melakukan kesalahan yang lebih besar atau kesalahan baru. Pasti, ada yang membenarkan hal demikian dalam hati,”  jelas Ratih Ibrahim, direktur & psikolog Personal Growth kepada Women’s Obsession.

            Dia melanjutkan,Untuk memaafkan dibutuhkan kebesaran hati dan kejernihan pikiran untuk saling terbuka, mengungkapkan apa yang kita rasakan, menyepakati bersama, dan mengingat kembali tujuan utama suatu hubungan, yaitu melipatgandakan kebahagiaan yang sudah ada sebelumnya. Jangan sampai kita terjajah perasaan sendiri, apalagi pikiran negatif.”

CARA MEMAAFKAN

Lalu, sulitkah untuk memaafkan suatu kesalahan? Banyak yang berpendapat, bicara lebih mudah daripada melakukan. Apalagi, dengan beragam kesalahan yang tingkatnya berbeda dalam suatu hubungan. Tetapi tidak akan terasa sulit dan berat, bila kita dan pasangan mengelola pikiran dan perasaan untuk kebaikan hubungan masa depan. Hindari terjebak dalam permainan psikologis dan pikiran.

Ada beberapa hal yang dapatkita  lakukan bersama pasangan untuk membangun kembali romansa dan saling percaya. Lakukanlah bersama-sama, karena hubungan indah tercipta berkat upaya bersama. Forgiveness is the secret ingredient for a better and lasting relationships, right? Nobody’s  perfect and everyone has own special!(Vyrianputri, Aryani Indrastati) Foto: Istimewa 

Bagi yang Tersakiti

*Setelah memaafkan, kita harus berbesar hati benar-benar menghapus file kesalahan tersebut. Berhenti bersikap sebagai ‘korban’ dan mempunyai niatan untuk membuat pasangan ‘membayar’ kesalahan yang mereka lakukan.

*Bicara dari hati ke hati. Pilih momen dan waktu terbaik bersama. Tatap mata pasangan  dan jelaskan tindakan apa yang kita harapkan dari untuk memperbaiki hubungan ke depannya.

*Perhatikan tindakan positif dari pasangan dan tunjukkan apresiasi ketika pasangan melakukan tindakan yang benar.

*Bangun kembali kepercayaan kepada  pasangan. Kepercayaan ini penting untuk mencegah kecurigaan, kekhawatiran, atau penyakit sakit hati lainnya.

Bagi yang Memohon Maaf

*Beri waktu sejenak kepada diri  sendiri dan pasangan sebelum memohon maaf.

*Lakukan permohonan maaf  dengan menatap mata pasangan kita. Ketika secara tulus mengakui kesalahan, pasti kita  tidak ingin melakukannya lagi, ketika menatap mata pasangan yang telah Anda sakiti.

*Waktunya mendengar. Tanyakan bagaimana kita bisa memperbaiki apa yang telah dilakukan dan dengarkan apa yang diungkapkan pasangan kita.

*Bersikap konsisten. Membangun kepercayaan kembali bisa memakan waktu yang lama.

* Cari bantuan profesional jika merasa perlu. Sepakati dan lakukan ini bersama pasangan Anda.

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here