Tingkatkan Kualitas Sperma Pasangan

Beberapa penelitian mengatakan bahwa obesitas bisa berpengaruh terhadap kualitas sperma, jumlah sperma, dan menghambat pergerakan sperma.

 

fotolia_75848345_subscription_xxl-1050x859

Normalnya ada sekitar dua hingga tujuh juta sperma yang keluar saat pria mengalami ejakulasi. Namun sayangnya, ternyata masih banyak pria yang tidak memiliki sperma sebanyak itu. Selain banyaknya jumlah sperma yang keluar, kualitas sperma yang baik juga menjadi faktor penentu kesuburan dalam pembuahan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas sperma, berikut kami rangkum di antaranya.

 

Konsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat mampu meningkatkan kualitas sperma secara alami. Menurut ahli nutrisi yang juga penasihat di American Council for Fitness and Nutrition, Dr. Keith-Thomas Ayoob, seperti yang dilansir dari Revolution Health, mengonsumsi makanan yang tepat baik untuk jantung, memperlancar aliran darah, dan mencegah ejakulasi dini.

 

Salmon yang kaya akan Omega 3 juga banyak mengandung protein yang membuat sperma kuat dan mampu berenang dengan cepat. Buah semangka juga kaya akan potasium dan bisa membuat sperma tangguh saat berenang. Sementara buah beri, seperti stroberi, blueberry, dan raspberry yang kaya akan kandungan antioksidan, bermanfaat mencegah kerusakan pada arteri, sehingga produksi sperma sehat tidak terganggu.

 

Asupan Susu yg cukup

Selain salmon dan buah-buahan tersebut, tomat ternyata bagus untuk kesehatan sperma. Tomat banyak mengandung likopen, lalu terbukti meningkatkan kesehatan prostat dan mengurangi risiko kanker prostat. Dengan prostat yang sehat maka akan menghasilkan sperma kuat. Kemudian susu rendah lemak atau yoghurt yang banyak mengandung kalsium dan potassium mampu menjaga tekanan darah tetap normal. Karena jika tekanan darah terlalu rendah, sperma yang dihasilkan tidak kuat.

 

 

Makanan yang banyak mengandung vitamin C juga sangat dianjurkan untuk kesehatan sperma. Ketika pasangan kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sperma menggumpal. Kurang minum air mineral dalam sehari, juga bisa mengurangi kualitas sperma. Ternyata, sperma juga membutuhkan zat besi dan kandungan lain yang tersimpan di air mineral.

 

 

pria

Olahraga

Berolahraga juga dapat membantu menjaga kesehatan sperma. Sediakan waktu untuk berolahraga setiap harinya minimal 30 menit. Meskipun demikian, harus diingat olahraga berlebihan juga tak baik untuk kesehatan sperma dan ternyata bisa mengurangi hitungan sperma, karena suhu yang meningkat di sekitar testis. Dalam sebuah studi, para peneliti menemukan bahwa pelari yang berlatih lebih dari 90 kilometer per minggu mempunyai hitungan sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang, dibanding pria berlari kurang dari 50 kilometer per minggu.

 

 

Menjaga Berat Badan

Beberapa penelitian mengatakan bahwa obesitas bisa berpengaruh terhadap kualitas sperma, jumlah sperma, dan menghambat pergerakan sperma. Kelebihan berat badan juga dapat mengakibatkan jaringan lemak membungkus testis dan menaikkan temperatur di dalamnya, bahkan bisa membunuh sperma di dalamnya. Untuk itu alangkah baiknya, jika mulai sekarang menjaga berat badan agar selalu ideal dan jauh dari kegemukan maupun obesitas.

 

Hindari Stres

Kondisi stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma. Hindari stres dan usahakan untuk selalu bergairah saat berhubungan intim, karena pria yang sangat terangsang ketika sedang bersenggama akan memancarkan semen lebih banyak dan menghasilkan sperma lebih kuat. Untuk itu, awali sesi bercinta Anda dengan foreplay panas setidaknya 15 menit.

 

 

Hindari Merokok

Hindari Rokok dan Narkoba

Terdengar klise, namun merokok berkaitan erat dengan kualitas sperma. Selain itu, penelitian menemukan bahwa keguguran meningkat 64%, apabila ada salah satu pasangan yang merokok atau bahkan kedua-duanya merokok. Selain itu, batasi minuman beralkohol berlebihan karena dapat menurunkan kadar sperma. Apalagi narkoba, bukan hanya penurunan kadar dan kualitas sperma, tapi juga membuat pola perkembangan sperma tidak normal. Suci Yulianita/Dari Berbagai Sumber; Foto: Istimewa

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here