Wanita Parlemen Berdedikasi | Amelia Anggraini Anggota Komisi IX DPR RI

Amelia Anggraini

Bermanfaat bagi Orang Banyak

Di tengah kesibukan usai menghadiri sidang paripurna pada suatu siang, Amelia Anggraini menjumpai kami dengan ramah, tetap tampil enerjik serta menarik. Jadwalnya sehari-hari dipadati dengan aktivitas menghadiri persidangan dengan mitra kerja, bertemu konstituen, menyerap aspirasi di dapil, hadir di berbagai forum sebagai narasumber, maupun melakukan kunjungan-kunjungan kerja ke daerah pada fungsi pengawasan. Semua dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab mengemban amanah.

Kiprahnya menjadi seorang politisi dimulai sejak dia bergabung dengan Partai Nasdem tahun 2012 sebagai pengurus harian pada waktu pertama partai Nasdem baru didirikan. Hanya perlu dua tahun, pada pemilihan umum tahun 2014, wanita yang akrab disapa Amelia ini pun berhasil melenggang ke Senayan sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, dan Purbalingga.

Meski terhitung baru terjun ke bidang politik, menurut pandangannya, dalam politik kini tidak ada lagi persoalan gender. Politik bukan lagi monopoli laki-laki ataupun perempuan karena semuanya mempunyai kesempatan yang sama dalam berpolitik.

“Perempuan juga dapat berperan dalam membuat kebijakan dengan menyampaikan ide dan gagasan dalam menjalani tugas dan fungsinya, baik fungsi legislasi, budgeting, controling maupun representasi. Ini adalah sebuah kemajuan bagi dunia politik di Indonesia, karena telah banyak perempuan yang dapat menunjukkan kapasitasnya sebagai legislator,” ungkapnya serius.

Baginya, kendala adalah tantangan. Ketika menghadapi suatu kendala, dia justru semakin terpicu untuk belajar dan membuktikan bahwa wanita memang mampu.

Menurutnya, parlemen kita saat ini tentu saja telah bekerja maksimal. Setiap komisi mempunyai target kerja, berapa undang-undang yang harus dihasilkan. Begitu pula keberpihakan anggaran kepada kepentingan rakyat dan juga mengawasi kinerja eksekutif pada implementasi dari pengguna anggaran atas peta jalan yang telah mereka canangkan.

Duduk di Komisi IX yang memiliki ruang lingkup kerja ketenagakerjaan, kependudukan, dan kesehatan, Amelia mengungkapkan banyak sekali target yang harus dilakukan, antara lain dalam bidang ketenagakerjaan.

Untuk menghadapi MEA, fokusnya adalah mendorong pemerintah untuk dapat membekali calon tenaga kerja agar mempunyai kompetensi untuk dapat bersaing maupun berkompetisi dengan tenaga kerja asing dan mempunyai peluang berkerja di negara-negara ASEAN. Peluang MEA ini harus dimanfaatkan secara positif bagi calon tenaga kerja Indonesia.

Persoalan kemudahan akses kesehatan pun menjadi perhatiannya. Dia menuturkan, “Ke depannya fasilitas prasarana dan sarana kesehatan diharapkan lebih mudah diakses masyarakat. Pelayanan kesehatan yang belum maksimal di wilayah-wilayah perbatasan dan desa-desa terpencil menjadi tugas kami bersama. Bagaimana agar masyarakat di sana dapat menikmati fasilitas kesehatan secara maksimal haruslah terwujud.”

whatsapp-image-2016-10-13-at-10-25-14

Sebagai perwakilan perempuan di parlemen, Amelia tidak hanya akan fokus kepada perempuan semata

Amelia mengungkapkan dirinya mampu mengawal kebijakan anggaran pemerintah yang berpihak pada sustainable development goals. “Saya tidak ingin lagi melihat tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, pernikahan dini, penyakit endemik dan gizi buruk masih terjadi di Indonesia, khususnya di daerah pemilihan saya. Harus ada langkah-langkah afirmatif, pembenahan regulasi, dan sosialisasi yang masif untuk hal tersebut,” harap ibu dari empat orang anak ini.

Terkait dengan baktinya selama menjabat anggota dewan, dia menginginkan dirinya mampu fokus mengemban amanah rakyat dan konstituen yang telah memilih dirinya, dengan cara selalu bekerja keras, serta tidak pernah berhenti belajar. Kehausannya akan bermacam wawasan baru dipenuhinya lewat rajin membaca berbagai jenis buku, termasuk biografi tokoh. Salah seorang sosok yang dia kagumi adalah sang “Iron Lady” Margareth Thatcher. Angie Diyya | Fikar Azmy & Dok. Pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Oktober 2016

 

 

Share artikel ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here