Bukan Hanya Kulit, Otot Wajah Ternyata Punya Peran Penting dalam Perawatan Anti-Aging

Menjaga kulit tetap sehat dan tampak segar menjadi bagian dari rutinitas kecantikan banyak perempuan, terutama ketika memasuki usia 40 tahun ke atas. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penggunaan skincare dengan kandungan anti-aging hingga perawatan estetika untuk membantu menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

 

Namun, pernahkah Anda merasa wajah tetap terlihat turun, kontur pipi kurang tegas, atau garis rahang tampak berubah meskipun sudah rutin merawat kulit?

 

Kondisi tersebut berkaitan dengan proses penuaan wajah yang kompleks. Perubahan penampilan tidak hanya terjadi pada permukaan kulit, tetapi juga melibatkan berbagai struktur di bawahnya, termasuk jaringan lemak, otot, tulang, dan jaringan ikat yang menopang wajah.

 

Proses Penuaan Wajah Tidak Hanya Terjadi pada Kulit

 

Kulit memang menjadi bagian wajah yang paling mudah menunjukkan tanda-tanda penuaan. Garis halus, kerutan, perubahan tekstur, serta berkurangnya elastisitas sering kali menjadi perhatian pertama ketika seseorang mulai memasuki usia matang. Meski demikian, penelitian mengenai anatomi penuaan wajah menunjukkan bahwa proses tersebut melibatkan berbagai lapisan jaringan dengan perubahan yang berbeda-beda seiring bertambahnya usia.

 

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Facial Plastic Surgery pada 2016 menjelaskan bahwa penuaan wajah melibatkan perubahan pada tulang, ligamen, otot, jaringan lemak, dan kulit. Kecepatan serta tingkat perubahan pada setiap struktur dapat berbeda antara individu. Artinya, perubahan kontur wajah tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui kondisi kulit. Berkurangnya volume jaringan lemak, perubahan struktur tulang, serta perubahan pada jaringan penunjang juga dapat memengaruhi tampilan wajah secara keseluruhan.

 

 

 

Peran Otot Wajah dalam Perawatan Anti-Aging

 

Selain kulit dan jaringan lemak, otot memiliki peran penting dalam membentuk ekspresi serta mendukung dinamika wajah. Otot wajah bekerja ketika seseorang tersenyum, berbicara, mengerutkan dahi, maupun melakukan berbagai ekspresi lainnya.

 

Seiring bertambahnya usia, perubahan pada otot dan jaringan di sekitarnya dapat ikut memengaruhi penampilan wajah. Namun, hal ini tidak berarti bahwa seluruh wajah yang terlihat kendur disebabkan oleh otot. Penuaan wajah merupakan proses multifaktor yang perlu dinilai berdasarkan kondisi masing-masing individu.

 

Pemahaman tersebut kemudian membuka ruang bagi pendekatan muscle care dalam dunia estetika, yaitu perhatian terhadap otot wajah sebagai salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan dalam perawatan. Jika perawatan kulit berfokus pada kebutuhan jaringan kulit, stimulasi neuromuskular menawarkan pendekatan berbeda dengan memberikan stimulasi pada otot melalui perangkat tertentu.

 

WonderFace: Teknologi Skin Care Sekaligus Muscle Care

 

Seiring berkembangnya pemahaman mengenai anatomi penuaan wajah, inovasi teknologi estetika juga mulai mengeksplorasi pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kulit. Salah satu teknologi yang diperkenalkan di Indonesia oleh Regenesis Indonesia adalah WonderFace, perangkat estetika yang menggabungkan dua platform independen, yaitu Neuromuscular Stimulation (NMS) dan Radiofrequency (RF).

 

President Director PT Regenesis Indonesia, Ir Emmy Noviawati, melihat perubahan pemahaman mengenai struktur wajah sebagai bagian dari perkembangan dunia estetika modern.

 

“Kami melihat adanya perubahan cara pandang dalam facial aesthetics. Wajah tidak hanya terdiri dari kulit yang terlihat, tetapi juga struktur di bawahnya yang ikut membentuk, menopang, dan menggerakkan wajah. Karena itu, perhatian terhadap otot wajah menjadi bagian menarik dari perkembangan treatment estetika modern,” ujar Emmy.

 

Pada WonderFace, kedua platform teknologi tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dan dapat digunakan secara terpisah sesuai dengan pertimbangan dokter.

 

 

1. Neuromuscular Stimulation untuk Stimulasi Otot Wajah

Platform NMS dirancang untuk memberikan stimulasi pada otot wajah. Pendekatan ini sejalan dengan berkembangnya perhatian terhadap otot sebagai salah satu komponen dalam anatomi wajah yang mengalami perubahan seiring usia.

 

WonderFace menyediakan pilihan program yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda, termasuk program lifting dan tonifikasi serta facial contouring. Pemilihan program perlu disesuaikan dengan kondisi wajah dan tujuan perawatan pasien berdasarkan evaluasi dokter.

 

2. Radiofrequency untuk Perawatan Jaringan Kulit

Berbeda dari NMS, platform RF ditujukan untuk perawatan jaringan kulit, Radiofrequency merupakan teknologi yang menggunakan energi frekuensi radio dalam prosedur estetika tertentu. 

 

Pada WonderFace, RF dan NMS merupakan dua platform independen, bukan satu mekanisme yang harus selalu digunakan bersamaan. Dokter dapat menentukan modalitas yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan kondisi pasien.Pembedaan ini penting agar pasien memahami bahwa perawatan otot dan perawatan kulit memiliki fokus yang berbeda, meskipun keduanya berada dalam lingkup facial aesthetics.

 

Hadirnya perkembangan di dunia facial aesthetics menunjukkan bahwa pembahasan mengenai penuaan wajah semakin luas. Kulit tetap memiliki peran penting dalam penampilan wajah, tetapi perubahan pada otot, jaringan lemak, tulang, dan jaringan penunjang juga perlu dipahami untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh. Karena, memahami proses penuaan wajah secara menyeluruh merupakan salah satu langkah untuk membuat keputusan perawatan kecantikan yang lebih bijak.(Redaktur/ Dok. Regenesis Indonesia)