Mendukung perkembangan industri mode Tanah Air, BTN menghadirkan "BTN Presents: Dewi Luxe Market Future Femme" di Jakarta Fashion Week 2027. Peragaan ini mempertemukan tiga label lokal, yakni Glashka, Natalia Kiantoro, dan Suedeson by Kimberly Tandra, yang menerjemahkan feminitas modern melalui karakter desain masing-masing. Lewat kolaborasi tersebut, BTN turut memberi ruang bagi kreativitas desainer Indonesia untuk memperkenalkan karya yang merefleksikan dinamika dan ekspresi perempuan masa kini.
Mengangkat evolusi feminitas modern, peragaan tersebut mempertemukan tiga label dengan karakter desain berbeda. Masing-masing menghadirkan interpretasi tentang perempuan masa kini melalui eksplorasi siluet, detail kriya, hingga pemilihan material yang mengutamakan karakter dan ekspresi personal.
Glashka membuka cerita melalui koleksi "Di Sini, Di Antara". Terinspirasi dari pengalaman seseorang yang hadir secara fisik, tetapi pikirannya bergerak di antara berbagai dinamika kehidupan, koleksi ini menawarkan busana modest kontemporer yang fleksibel untuk beragam kesempatan.
Identitas Glashka hadir melalui bordir tiga kelopak yang dikerjakan dengan tangan, melambangkan kehangatan, pengasuhan, dan kekuatan. Label ini juga berkolaborasi dengan Marista Santividya untuk mengolah kain sisa produksi menjadi sepatu modis, membawa gagasan pemanfaatan material ke dalam keseluruhan tampilan.
Sementara itu, Natalia Kiantoro mengeksplorasi dualitas perempuan melalui perpaduan struktur dan kelembutan. Potongan tailoring yang presisi bertemu dengan elemen desain yang lebih luwes, menciptakan busana kontemporer dengan karakter tegas sekaligus anggun. Detail yang ekspresif tetap berpadu dengan fungsi, sehingga setiap siluet terasa relevan untuk dikenakan lintas waktu.
Nuansa berbeda hadir melalui "Her Bloom" dari Suedeson by Kimberly Tandra. Koleksi ini menggambarkan perjalanan perempuan melewati berbagai musim kehidupan, termasuk masa-masa sulit yang membentuk ketangguhan batin.
Elemen botani dan detail kriya yang rumit berpadu dengan siluet feminin yang mengalir. Palet turquoise yang segar menjadi aksen utama, disandingkan dengan warna-warna netral untuk menciptakan tampilan yang puitis dan elegan.
Melalui tiga koleksi tersebut, "Future Femme" menghadirkan gambaran feminitas yang tidak terpaku pada satu definisi. Kekuatan, kelembutan, dan kebebasan berekspresi menemukan ruangnya masing-masing, memperlihatkan bagaimana busana dapat menjadi medium bagi perempuan untuk mengenali sekaligus menyampaikan karakter dirinya. (Dok. JFW)





