Transformasi industri otomotif mendorong sektor sepeda motor untuk terus beradaptasi, tidak hanya melalui inovasi kendaraan, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang menopangnya. Momentum tersebut akan terlihat dalam Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2026 yang menghadirkan 15 merek sepeda motor dan 53 merek industri pendukung.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), IMOS 2026 tidak sekadar menjadi ajang peluncuran dan pameran produk terbaru. Gelaran ini juga diarahkan sebagai platform strategis untuk memperkuat industri sepeda motor nasional, memperluas peluang bisnis, serta mendorong pertumbuhan pasar domestik dan ekspor.
Mengusung tema Riding Toward A Sustainable Future, IMOS 2026 akan berlangsung pada 20–29 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Selama 10 hari penyelenggaraan, pameran ini akan mempertemukan produsen kendaraan, industri komponen, pelaku usaha perlengkapan berkendara, komunitas, hingga konsumen.
Ketua Umum AISI, Thomas Wijaya, mengatakan IMOS memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian industri sepeda motor nasional. Menurutnya, keterlibatan berbagai pelaku industri dan rangkaian kegiatan yang disiapkan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pasar.
“Kami ingin membawa pameran ini bukan hanya sekadar event atau pameran, tetapi justru dapat memacu pertumbuhan pasar dan memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian industri sepeda motor nasional,” ujar Thomas dalam konferensi pers IMOS 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
15 Merek Sepeda Motor Hadirkan Teknologi ICE dan Listrik
Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2026, Yosef Utama, mengungkapkan bahwa pameran tahun ini akan diikuti 15 merek sepeda motor. Lima di antaranya merupakan anggota AISI, sedangkan 10 lainnya berasal dari luar asosiasi. Merek yang berpartisipasi meliputi Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, Alva, BMW Motorrad, Dibao, Harley-Davidson, Italjet, Peugeot Motorcycle, Polytron, Royal Enfield, Scomadi, dan Triumph.
Kehadiran merek dari berbagai segmen tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan industri roda dua yang semakin beragam. Pengunjung dapat melihat pilihan kendaraan dengan teknologi mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE), maupun sepeda motor listrik yang menjadi bagian dari transformasi mobilitas masa depan.
Keberagaman teknologi ini sekaligus memperlihatkan bahwa industri sepeda motor nasional tengah menghadapi perubahan kebutuhan konsumen. Inovasi produk, efisiensi energi, serta pengembangan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri.

Libatkan 53 Merek Industri Pendukung dan Komunitas
Tidak hanya menghadirkan kendaraan, IMOS 2026 juga memperkuat representasi ekosistem bisnis sepeda motor melalui partisipasi 53 merek industri pendukung. Berbagai produk yang ditampilkan mencakup helm, apparel berkendara, ban, pelumas, suku cadang, hingga aksesori sepeda motor. Kehadiran sektor ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri roda dua turut menciptakan peluang bagi berbagai bidang usaha yang saling berkaitan.
Yosef menjelaskan bahwa IMOS dirancang sebagai ruang pertemuan bagi para pencinta sepeda motor. Karena itu, penyelenggara menghadirkan beragam aktivitas yang memberikan pengalaman lebih dekat dengan dunia otomotif. Sejumlah program yang disiapkan meliputi safety riding skill course, diskusi dan talk show, kuis interaktif, serta kompetisi modifikasi sepeda motor. Pengunjung juga dapat menikmati deretan kendaraan modifikasi yang menampilkan kreativitas komunitas otomotif.
Pengalaman berkendara secara langsung tersedia melalui fasilitas test ride dengan lintasan khusus yang dilengkapi rintangan atau obstacle. Area ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba berbagai model sepeda motor sekaligus mengenali karakter kendaraan dengan tetap mengutamakan keselamatan.
IMOS 2026 juga menjadi ajang berkumpulnya komunitas sepeda motor dari berbagai daerah. Bazar perlengkapan berkendara dengan penawaran khusus serta diskusi mengenai perkembangan teknologi sepeda motor listrik dan keselamatan berkendara turut melengkapi rangkaian kegiatan.
Optimistis Tingkatkan Nilai Transaksi
Durasi penyelenggaraan yang mencapai 10 hari, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme penyelenggara terhadap pencapaian transaksi IMOS 2026. Yosef berharap peningkatan jumlah peserta dan keberagaman produk yang ditawarkan dapat memberikan hasil lebih baik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami optimistis akan lebih tinggi daripada pencapaian transaksi di tahun lalu,” katanya. Optimisme tersebut juga didukung oleh peluang interaksi bisnis antara produsen kendaraan, industri pendukung, distributor, komunitas, dan konsumen. Pertemuan berbagai pihak ini diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka kesempatan kolaborasi baru.
Lebih jauh, IMOS 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum penting bagi industri sepeda motor Indonesia untuk memperkuat fondasi bisnis di tengah perubahan teknologi dan dinamika pasar global. Melalui penguatan ekosistem, inovasi kendaraan, serta pengembangan mobilitas berkelanjutan, industri sepeda motor nasional memiliki peluang untuk terus bertumbuh dan meningkatkan daya saing, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di tingkat internasional. (Foto: Dok. IMOS 2026)





