Tantangan sanitasi sekolah di Indonesia masih jauh dari tuntas. Data Kemendikbudristek menunjukkan 3,1 juta siswa belum memiliki akses air bersih di sekolah, sementara 8,9 juta anak masih belajar tanpa sarana sanitasi layak. Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan dan kehadiran anak, sehingga pemerintah menargetkan percepatan perbaikan melalui Roadmap Sanitasi Sekolah 2024–2030.
Menjawab persoalan tersebut, Guardian Indonesia meluncurkan program Guardiancares yang fokus pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pembangunan fasilitas sanitasi di sekolah. Inisiatif ini resmi dimulai di SDN Kasin, Malang, Jawa Timur pada Agustus 2025. Tahun ini, Guardiancares akan berjalan di 12 sekolah terpilih di Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur, dengan kegiatan berupa pembangunan sumur, renovasi sanitasi, hingga penyediaan sarana cuci tangan.
“Melalui Guardiancares, Guardian ingin membantu anak-anak Indonesia tumbuh sehat di lingkungan sekolah yang mendukung kebersihan dan kesehatan. Hingga 2025, kami telah mendukung lebih dari 50 ribu anak di enam wilayah Indonesia dengan fasilitas sanitasi yang lebih layak,” ujar Malvin Tarigan, Head of Marketing Guardian Indonesia.
Program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., MARS., menilai inisiatif ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi generasi muda. “Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting agar lahir generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh. Dukungan Guardian Indonesia dan Human Initiative memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.
Kepala SDN Kasin, Yasin Kurniawan, juga merasakan manfaat langsung dari program ini. “Dengan adanya wastafel di depan kelas, siswa semakin terbiasa mencuci tangan dan menjaga kebersihan. Kebiasaan kecil ini kami harap melekat sejak dini, agar mereka tumbuh dengan pola hidup sehat,” katanya.
Bagi para orang tua, kehadiran Guardiancares memberi rasa aman sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam membimbing anak menerapkan PHBS di rumah. Guru, komite sekolah, dan keluarga diajak aktif berpartisipasi agar edukasi yang diberikan tidak berhenti di kelas saja, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan begitu, perubahan perilaku bersih dan sehat benar-benar terwujud secara berkelanjutan di lingkungan anak.
Selain membangun sarana, Guardian Indonesia juga membagikan lebih dari 50 ribu produk sabun mandi dan mengadakan edukasi PHBS bagi siswa serta orang tua. Dengan langkah ini, Guardian tidak hanya memberi akses sanitasi, tetapi juga menanamkan kebiasaan yang dapat menjadi bekal jangka panjang bagi kesehatan anak-anak. (Angie | Dok. Guardian)