Beauty Science Tech 2026 Perlihatkan Arah Baru Industri Kecantikan Versi ParagonCorp

 

Empat dekade terakhir menandai perubahan besar dalam cara industri kecantikan memandang peran sains, teknologi, dan nilai. Kecantikan tak lagi berhenti pada hasil akhir, melainkan pada proses, dampak, serta tanggung jawab yang menyertainya. Di titik inilah PT Paragon Technology and Innovation atau ParagonCorp memaknai usia 40 tahun perjalanannya dengan membuka bab baru yang lebih luas dan berorientasi global.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Beauty Science Tech atau BST 2026 yang berlangsung pada 21 hingga 25 Januari 2026 di City Hall Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Acara ini menjadi pernyataan arah ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company yang siap berkontribusi aktif dalam membentuk standar baru industri kecantikan dunia. Mengusung tema Beauty Rewired Where Science Technology and Soul Transform Life, BST 2026 menampilkan capaian ParagonCorp yang tahun lalu meraih sebelas penghargaan C and T Allē Awards 2025.

 

Pendekatan Beauty Rewired memandang kecantikan secara utuh. Sains menjadi fondasi presisi dalam riset dan pengembangan produk. Teknologi serta kolaborasi dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam dan spesifik. Nilai dan etika tetap menjadi penuntun agar inovasi relevan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di tengah tantangan global.

 

Pendekatan tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai pengalaman interaktif di Beauty Science Tech 2026, mulai dari animasi imersif yang menjelaskan sains di balik kulit hingga diskusi terbuka dengan para expert yang inklusif bagi perempuan dan laki-laki. “Aktivitas pria sekarang lebih banyak, sosialnya tinggi, kulit lebih terpapar,” kata dr. Sari Chairunnisa, menyinggung meningkatnya kesadaran perawatan kulit lintas gender. Ia menjelaskan tipe kulit terbagi dalam 16 kategori dengan karakter berbeda, termasuk kecenderungan kulit laki-laki yang lebih resistan.

 

 

“Dengan biometric science, riset genomik dan mikrobioma, serta analisis kulit berbasis data, kita memahami kulit sebagai sistem biologis yang unik pada setiap individu,” kata dr. Sari Chairunnisa Sp.D.V.E FINSDV, Deputy CEO and Chief R and D Officer ParagonCorp. Menurutnya, teknologi berperan menjawab kebutuhan manusia secara lebih personal dan bertanggung jawab.

 

“Selama 40 tahun berdiri, kebermanfaatan selalu menjadi tujuan utama pertumbuhan Paragon. Kami mengejar kebermanfaatan dan dari sanalah pertumbuhan mengikuti,” ujar Harman Subakat, Group CEO ParagonCorp. Ia menegaskan transformasi ParagonCorp hari ini ditopang sains, teknologi, serta kolaborasi dengan para ahli dan mitra global agar inovasi yang dihadirkan berdampak bagi konsumen, masyarakat, dan bumi.

 

Sebagai salah satu pusat riset kecantikan terbesar di Asia Tenggara dan rumah bagi produk kecantikan halal berskala global, ParagonCorp menjalin kolaborasi dengan lebih dari 20 mitra teknologi dunia di bidang artificial intelligence. Kolaborasi ini melahirkan lebih dari 30 pengalaman berbasis AI yang membantu konsumen memahami kondisi kulit, wajah, dan tubuh secara lebih presisi. Di BST 2026, pengunjung dapat merasakan langsung pengembangan teknologi tersebut melalui instalasi dan simulasi interaktif.

 

BST 2026 juga menghadirkan forum dialog strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri, media, influencer, hingga mitra global. Sejumlah tokoh lintas sektor seperti Retno Marsudi, Davide Pennino PhD, dan Bhavna Rawlley berbagi pandangan tentang pentingnya inovasi berbasis sains, penerapan teknologi yang bertanggung jawab, serta peran industri dalam menciptakan dampak bermakna di tengah dinamika global.

 

Melengkapi rangkaian acara, Exhibition and Immersive Experience menampilkan lebih dari sepuluh pengalaman inovatif dari portofolio brand ParagonCorp, termasuk konsep ritel masa depan berbasis teknologi. Kolaborasi lintas sektor turut diperkuat bersama Shopee sebagai mitra e-commerce strategis. Melalui BST 2026, ParagonCorp menegaskan keterbukaannya untuk terus membangun masa depan industri kecantikan yang relevan, inklusif, dan berdampak dari Indonesia ke panggung global. [Angie | Dok. Paragon]