Ajang tahunan Krista Interfood 2026 dipastikan akan berlangsung pada 4–7 November 2026 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, Jakarta. Pameran ini diharapkan menjadi wadah strategis penting bagi pelaku industri makanan, minuman, HoReCa, dan industri pendukung terkait untuk memperluas jejaring bisnis di pasar regional maupun global.
Kepastian tersebut disampaikan oleh PT Kristamedia Pratama (Krista Exhibitions) selaku penyelenggara. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Krista Exhibitions tercatat rutin menggelar lebih dari 30 pameran setiap tahun. Ribuan peserta pameran serta pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian dalam berbagai agenda yang mereka selenggarakan, menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu pemain utama di industri MICE Indonesia.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyatakan optimisme tinggi terhadap penyelenggaraan Krista Interfood 2026 ini pada 23 Januari 2026 kepada para insan media. “Kami berharap Krista Interfood 2026 dapat kembali meraih kesuksesan seperti tahun-tahun sebelumnya dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis para pelaku industri makanan dan minuman,” ujar Daud.

Dengan konsep yang semakin matang dan dukungan ekosistem industri yang terus berkembang, Krista Interfood 2026 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran semata, tetapi juga motor penggerak inovasi dan kerja sama strategis yang membawa industri makanan dan minuman Indonesia melaju di kancah internasional.
Untuk menjaga kesinambungan acara, Krista Exhibitions menegaskan bahwa pameran ini akan diselenggarakan secara mandiri dan tetap menggunakan merek Krista Interfood 2026 yang telah terbangun kuat selama 26 tahun terakhir. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan konsistensi identitas pameran.
Pemilihan lokasi di kawasan PIK 2 juga menjadi daya tarik tersendiri. Area ini dikenal sebagai kawasan baru dengan konsep modern yang mudah diakses, sekaligus menawarkan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman bagi peserta maupun pengunjung. (ES | Foto: Dok. Istimewa)




