INACRAFT yang digelar di Jakarta saat ini sebagai momentum untuk merayakan kreativitas perempuan Indonesia yang memiliki peran signifikan sebagai kontributor utama di balik karya-karya kerajinan Nusantara.
Dalam penjelasan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa subsektor kriya memiliki posisi yang sangat strategis dalam perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dimana nilai ekspor ekonomi kreatif hingga saat ini masih didominasi oleh fashion dan kriya sebagai dua kontributor utama.
Teuku Riefky Harsya mengapresiasi dan menyampaikan harapannya untuk INACRAFT agar dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kriya Indonesia yang berdaya saing, berkarakter, dan berorientasi pada pasar global serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
INACRAFT 2026 diikuti total peserta pameran lebih dari 1000 stand, terdiri dari 788 Peserta Individu, 208 peserta dari Kementerian, BUMN, dan Dinas, serta 10 stand dari mancanegara.Kementerian, BUMN, Dinas, dan Mitra INACRAFT menggelar pula pameran yang tersebar dalam 21 islands.
Peserta Pameran menggelar fashion dan kriya terbaik dari seluruh Indonesia, dengan berbagai kategori produk yaitu batik, tenun, songket, fashion, muslim fashion, household & housewares, leather, footwears, bags, jewellery & aksesoris, gift & decorative items, travel goods, toys & games, dan produk lainnya, termasuk juga berbagai kuliner khas Nusantara.
INACRAFT menjadi ruang strategis bagi Kementerian, BUMN, Dinas dan Mitra Inacraft untuk mendorong womenpreneurs sebagai mitra binaan agar lebih siap bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas dalam skala Nasional maupun Internasional.
Dengan partisipasi aktif ini, diharapkan womenpreneurs dapat memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (NB/Nurbaiti)



