Atelier Janice Tjioe Dibuka di Kemang Timur dengan Fokus Desain dan Rasa

 

Setiap ruang punya cara sendiri untuk menemani keseharian penghuninya. Dari sudut duduk favorit hingga pencahayaan yang menenangkan, detail kecil kerap menentukan rasa betah di rumah. Kesadaran akan pentingnya pengalaman inilah yang membuat desain interior semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Pilihan tersebut tercermin dalam langkah Janice Tjioe yang memperkenalkan Janice Tjioe Atelier di kawasan Kemang Timur, Jakarta. Ruang ini dirancang sebagai tempat bertemunya ide, material, dan gaya hidup, dengan suasana yang terasa intim serta mudah diakses. Melalui atelier ini, Janice mengajak publik mengenal proses desain interior secara lebih dekat dan relevan dengan keseharian.

 

Konsep atelier yang dirancang Janice sebagai pengalaman sensori yang utuh. Ia ingin mengajak klien melampaui kebiasaan melihat desain hanya melalui gambar rendering, lalu benar-benar merasakan ruang secara langsung melalui tekstur material, visual, hingga ambience yang terbentuk.

 

Janice-Tjioe-Interior

 

“Showroom ini kami rancang agar orang bisa menyentuh, melihat, dan merasakan ruang secara menyeluruh. Dari situ, desain terasa lebih nyata dan personal,” ujar Janice.

 

Mengusung filosofi quiet luxury, ia memilih pendekatan desain yang tidak mencolok secara visual, tetapi memberi rasa nyaman yang kuat saat digunakan. Janice juga tidak membatasi diri pada satu aliran gaya, melainkan membuka ruang eksplorasi yang memadukan modern, classic, mountain house, hingga farmhouse sesuai karakter dan kebutuhan ruang.

 

Showroom ini menempati ruang yang sebelumnya berfungsi sebagai kantor, lalu ditata ulang menjadi area yang terasa intim dan personal. Sejumlah kolaborasi strategis ikut membentuk karakternya, mulai dari Raum Plus pada fasad dan pintu kaca, Berliante untuk kehadiran chandelier, hingga sentuhan dari Leo Parkerova.

 

Janice-Tjioe-Interior

 

Di dalamnya, Janice juga menampilkan furnitur in-house, termasuk meja makan berkaki tiga yang dirancang untuk menghindari kesan saling berbenturan dan mendorong suasana quality talk di tengah ritme Jakarta yang padat. Sebagian besar elemen di ruang ini merupakan karya pengrajin lokal, menghadirkan rasa bangga sekaligus bukti bahwa kualitas produksi dalam negeri mampu berdiri sejajar di ranah high-end.

 

Pada ruang yang sama, Jean & Hahn Home kembali diperkenalkan. Jenama home and living ini sebelumnya telah hadir lewat sejumlah kolaborasi, termasuk bersama Forme. Kini, fokus diarahkan pada lini aromatik seperti home diffuser dan perfumed candles, menghadirkan lapisan pengalaman yang mengajak indera bekerja lebih jauh dari sekadar tampilan.

 

Kolaborasi lain hadir melalui Maison Sava by Alphabirama yang menyumbang berbagai elemen dekoratif. Detail-detail ini memperkaya suasana ruang tanpa terasa ramai, memperlihatkan dialog kreatif antar jenama yang tetap seirama dengan karakter utama atelier.

Decorative

 

Area living room ditata dengan kehadiran Maradi serta produk kolaborasi Janice Tjioe bersama Grandome. Penataan ini menghadirkan atmosfer yang hangat dan kasual, memperlihatkan bagaimana berbagai elemen dapat berdampingan dan membentuk ruang yang terasa akrab serta mudah dinikmati.

 

Janice Tjioe menyebut atelier ini sebagai ruang untuk mendekatkan desain dengan keseharian. "Kualitas craftsmanship tetap menjadi fondasi utama, dan kami mengemasnya dalam konsep affordable luxury agar selaras dengan gaya hidup masa kini," ujar Janice.

 

Sejak mendirikan studionya pada 2017, Janice dikenal lewat desain yang menjaga keseimbangan antara estetika dan kenyamanan. Warna, tekstur, dan detail digunakan secara cermat untuk membentuk ruang yang terasa elegan sekaligus nyaman untuk dihuni.

 

Bangunan Janice Tjioe Atelier terdiri atas dua lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai showroom dan area eksplorasi, sementara lantai dua menjadi kantor pusat Janice Tjioe Interiors. Alur ruang ditata agar karakter desain studio dapat dirasakan sejak langkah pertama memasuki area.

 

Atelier ini membuka cara pandang baru terhadap desain interior sebagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah ruang yang mengajak pengunjung merasakan hubungan antara fungsi, rasa, dan gaya hidup secara utuh. [Dok. Janice Tjioe Atelier]