Melihat terbatasnya satu tempat pusat kuliner yang menghadirkan beragam pilihan menu hidangan yang menggiurkan, Hotel Aston Priority Simatupang menghadirkan pendekatan berbeda di bulan suci Ramadan 2026. Melalui Pasar Lama Simatupang, sebuah pusat kuliner Ramadhan yang dirancang sebagai ruang berkumpul berbagai komunitas di kawasan ini.
Berbeda dari konsep buffet hotel pada umumnya, Pasar Lama Simatupang dikemas menyerupai pusat kuliner yang dinamis. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan berbuka puasa, tetapi juga diajak memahami latar belakang setiap sajian, proses pengolahannya yang tradisional, hingga nilai budaya yang melekat pada menu tersebut.

Menu di Pasar Lama Simatupang juga berotasi setiap hari, sehingga pengunjung tidak akan menemukan pilihan yang sama. Konsep ini membuatnya relevan untuk dikunjungi berkali-kali selama bulan puasa, baik bersama teman alumni sekolah, rekan kerja, maupun keluarga besar dalam agenda buka puasa yang berbeda.
Melalui Pasar Lama Simatupang, pengunjung akan merasakan eksplorasi kuliner dari mulai hidangan tradisional Nusantara yang kaya rempah, sajian legendaris yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, hingga menu yang sedang trend atau populer saat ini.
“Sebanyak 75 persen menu yang kami hadirkan adalah hidangan legendaris Nusantara yang sudah dikenal lintas generasi. Sisanya 25 persen merupakan menu yang sedang trend atau populer saat ini. Kami ingin menjaga keseimbangan antara warisan kuliner Indonesia dan selera kekinian yang disukai berbagai generasi.” ujar Andi Gevika Rizki, General Manager Aston Priority Simatupang.

Terdapat dua menu signature menjadi sorotan di Pasar Lama Simatupang ini yaitu Sop Buntut Merah dan Daging Asap Ala Simatupang. Sop Buntut Merah Makanan berkuah panas ini telah lama menjadi favorit tamu Aston Priority Simatupang, hadir dengan kuah merah hasil olahan kaldu sapi dengan tomat yang dimasak perlahan. Aromanya langsung terasa saat disajikan panas, memberikan kehangatan yang pas untuk mengawali momen berbuka setelah seharian berpuasa.
Ramadan tahun ini juga menghadirkan menu baru yang akan menjadi Signature baru di hotel kami, yaitu Daging Asap ala Simatupang. Dagingnya diasap secara perlahan dengan proses yg cukup lama sekitar 8 jam untuk menghasilkan aroma khas yang terasa sejak pertama kali diiris. Bagian luarnya matang merata, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan juicy. Kehadirannya memperkaya pilihan sajian premium yang tersedia selama Ramadan.
Pemilihan nama Pasar Lama Simatupang bukan tanpa alasan. “Pasar” menggambarkan ruang bertemu dengan beragam pilihan makanan dalam satu area. “Lama” merujuk pada nilai tradisi dan warisan resep yang tetap dijaga. Sementara “Simatupang” menegaskan lokasi sekaligus memperkuat posisi kawasan ini sebagai destinasi destinasi kuliner di Jakarta Selatan terutama pada bulan Ramadhan. (ES | Foto: Dok. Hotel Aston Priority Simatupang)





