Kursien Karzai memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk Svara sebuah persembahan yang memadukan keindahan busana modern dengan sentuhan spiritual dan budaya perempuan Bali. Dalam setiap helaian kain, Svara membawa lebih dari sekadar estetika, namun juga menyuarakan jiwa.
Ini adalah brand fashion Indonesia yang berakar pada filosofi lokal, namun menyuarakan narasi global. Mengangkat tema budaya, spiritualitas, dan kekuatan perempuan, setiap koleksi dirancang sebagai karya seni yang hidup, sekaligus sebagai medium ekspresi dan penguatan identitas.
Ketika Kidung Menjadi Busana
Terinspirasi dari kata Sansekerta ‘Svara’ yang berarti suara, nada, atau getaran jiwa. Koleksi ini menyentuh spiritualitas dan ketenangan yang menjadi inti dari kehidupan di Pulau Dewata. Koleksi ini terlahir dari penghayatan terhadap kidung suci, alunan gamelan, dan harmoni yang tertanam dalam keseharian masyarakat Bali. Mulai dari ritual canang sari di pagi hari hingga langkah penuh makna dalam upacara adat.

Perempuan Bali: Sumber Kekuatan dan Inspirasi
Koleksi Svara adalah wujud penghormatan terhadap perempuan Bali yang menjalani kehidupan dalam keselarasan antara spiritual dan estetika. Sang penjaga adat, penyair diam yang mengungkapkan rasa melalui gerak, warna, dan tenun warisan. Dalam Svara perempuan tak hanya berdandan; tapi juga menyampaikan cerita dan bukan hanya mengenakan kain, ketika sedang memperdengarkan suaranya.
Tradisi Bertemu Siluet Kontemporer
Svara hadir dalam siluet yang modern namun tetap sarat makna. Potongan longgar yang mengalun, warna bumi dan langit, motif terinspirasi dari elemen alam dan simbol-simbol sakral Bali. Semuanya berpadu dalam harmoni visual yang membisikkan kelembutan dan kekuatan sekaligus.
Koleksi ini juga menghadirkan detail halus seperti bordir menyerupai aksara Bali, layering yang menggambarkan lapisan makna dalam upacara, dan tekstur lembut seperti alunan tirta (air suci) yang mensucikan raga dan jiwa. Svara adalah kidung dalam bentuk busana dan puisi yang dikenakan. Seruan lembut kepada dunia, bahwa kekuatan tak selalu berbunyi lantang dan bisa hadir dalam keanggunan, dalam tenang, dalam sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan kesadaran penuh. (ES |Foto: Dok. SVARA)





