Mengelola pengeluaran harian agar tetap rapi dalam satu catatan kini semakin mudah dilakukan tanpa harus memecah saldo di banyak aplikasi.
Pernahkah Anda merasa ragu saat ingin membeli kopi di kedai favorit atau jajan di warung tetangga karena saldo di e-wallet sedang menipis, sementara kartu kredit hanya tersimpan rapi di dompet untuk belanja bulanan besar?
Kini, batasan antara "belanja gaya hidup" dan "transaksi harian" semakin melebur. Honest Card baru saja memperkenalkan fitur QRIS MPM (Merchant Presented Mode), sebuah inovasi yang membantu pengguna menggunakan limit kartu kredit mereka untuk transaksi apa pun yang menyediakan kode QRIS di seluruh Indonesia.
Ubah Kebiasaan Lama Menjadi Lebih Praktis
Selama ini, kartu kredit sering kali dipersepsikan sebagai instrumen keuangan "berat" yang hanya digunakan untuk mencicil gadget, tiket pesawat, atau makan malam mewah di restoran. Padahal, perilaku pembayaran masyarakat telah bergeser sepenuhnya ke arah digital yang serba cepat.
Melalui integrasi QRIS MPM ini, Honest ingin membawa kartu kredit masuk ke dalam tas jinjing dan saku pakaian kita untuk kebutuhan yang paling sederhana sekalipun, mulai dari bayar parkir, belanja di UMKM, hingga membeli kebutuhan harian di pasar.
"QRIS adalah cara masyarakat Indonesia membayar setiap hari. Dengan Honest QRIS MPM, kami membawa kartu kredit masuk ke kebiasaan tersebut," ungkap Will Ongkowidjaja, Co-Founder Honest dan President Commissioner PT Honest Financial Technologies. Will menjelaskan bahwa secara teknis, pengguna tetap melakukan proses scanning yang sama seperti biasanya.
"Pengguna tetap scan QRIS yang sama, tetapi sumber dananya berasal dari limit kartu kredit, bukan saldo tabungan," tambahnya.
Kelola Keuangan Tanpa "Drama" Saldo Tercecer
Bagi perempuan yang memiliki mobilitas tinggi dan harus mengelola banyak pos pengeluaran, fitur ini menawarkan kerapihan administratif. Alih-alih saldo tersebar di berbagai aplikasi e-wallet atau rekening yang berbeda-beda, semua transaksi harian kini tercatat dalam satu tagihan bulanan yang transparan.
Menariknya lagi, setiap "jajan" kecil yang Anda lakukan ternyata memiliki nilai investasi jangka panjang bagi kesehatan finansial. Penggunaan yang konsisten dan bertanggung jawab membantu membangun riwayat kredit, yang nantinya bisa membuka akses ke limit yang lebih besar atau layanan keuangan lainnya.
“Kami ingin membantu pengguna mengelola pengeluaran sehari-hari dengan lebih terstruktur dan terkontrol. Aktivitas sederhana seperti jajan atau bayar transportasi bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses kredit secara bertahap,” jelas Will.
Aman dan Terjamin, di Atas Regulasi
Meski menawarkan kemudahan akses, faktor keamanan dan kesehatan finansial tetap menjadi prioritas utama. Di tengah maraknya kekhawatiran soal kredit macet di industri fintech, Honest mengonfirmasi bahwa performa kredit mereka tetap terjaga dengan sangat baik.
Panji Puntadewa, Director of Operations PT Honest Financial Technology, menegaskan bahwa angka Non-Performing Loan (NPL) mereka masih jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
“Secara performa untuk kredit Honest masih baik. Kami bahkan menawarkan penambahan limit kredit jika penggunanya tertib untuk membayar pinjaman yang dipakainya,” ujar Panji pada Selasa (21/4/2026).
Langkah berani Honest untuk terintegrasi dengan ekosistem QRIS nasional ini didorong oleh kepemilikan dua lisensi krusial: lisensi pembiayaan dan lisensi penerbitan kartu kredit. Panji menyebutkan bahwa sangat jarang perusahaan non-bank memiliki kedua lisensi ini sekaligus, yang memberikan mereka fleksibilitas untuk terus berinovasi di tahun 2026 ini.
Dengan lebih dari 43 juta merchant QRIS yang tersebar dari pusat perbelanjaan hingga pelosok negeri, gaya hidup finansial yang cerdas kini benar-benar ada di genggaman tangan. Membayar kebutuhan harian pun bukan lagi soal mengurangi saldo tabungan, melainkan tentang mengelola masa depan kredit yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.





