Seiring meningkatnya popularitas HYROX-style training di kalangan komunitas lari dan fitness Jakarta, semakin banyak atlet mulai melihat melampaui mileage dan latihan kekuatan semata. Recovery, kualitas gerak, postur, pernapasan, muscular balance, dan mobilitas kini menjadi bagian yang semakin penting dalam percakapan tentang performa.
Menurut HYROX Sports Science Report 2025, performa dalam hybrid race tidak hanya dibentuk oleh kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Dengan atlet yang harus bergerak di antara segmen lari berulang dan functional workout stations. Format ini menempatkan pacing, efisiensi gerak, teknik, serta kemampuan tubuh untuk mempertahankan kontrol di bawah fatigue sebagai elemen yang semakin penting.
Hal ini mempertegas mengapa recovery, mobilitas, postur, pernapasan, muscular balance, dan kualitas gerak secara keseluruhan menjadi bagian esensial dari percakapan performa modern. Khususnya, bagi atlet yang ingin berlatih lebih cerdas, bergerak lebih baik, dan tetap resilient di tengah siklus latihan yang intens.
Pilates Mengalami Babak Baru
Jo Gomez, Director of Athletics, Pilates, FIT House of Brands (parent company dari F45 Training, FS8, dan VAURA Pilates), menyampaikan bahwa latihan mereka menekankan daya tahan otot, stabilitas unilateral, mobilitas, serta pola gerak fundamental. Sambil tetap mempertahankan accessibility dan flow yang selama ini diasosiasikan dengan Pilates. “Konsumen hari ini tidak lagi melihat strength, mobility, recovery, dan longevity sebagai manfaat yang terpisah. Mereka menginginkan semuanya hadir dalam satu pengalaman yang utuh. Di sinilah Pilates memasuki babak baru,” ujar Jo.
Selama ini, Pilates dikenal melalui keterkaitannya dengan postur, fleksibilitas, dan kekuatan inti. Namun kini, Pilates semakin banyak dieksplorasi oleh pelari, endurance athletes dan para penggemar hybrid training, sebagai latihan pendamping untuk mendukung kualitas gerak yang lebih baik. Fokusnya pada controlled movement, alignment, breathwork, dan deep core engagement menjadikannya semakin relevan bagi atlet yang membutuhkan tubuh untuk terus bekerja secara optimal di bawah tekanan berulang.
Menurut Camila Arreaga, Head Trainer VAURA Menteng, salah satu peluang terbesar bagi para atlet bukan hanya berlatih lebih keras, tetapi berlatih dengan body awareness yang lebih baik. “HYROX-style training menunjukkan bahwa performa bukan hanya tentang seberapa kuat atau cepat seseorang, tetapi juga seberapa efisien tubuh bergerak di bawah fatigue. Athletic Pilates membantu melatih fondasi di balik performa tersebut. Stabilitas inti tubuh, kontrol gerak, mobilitas, pernapasan, dan kesadaran tubuh. Detail-detail inilah yang dapat membuat gerakan menjadi lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih sustainable, ” ujar Camila.
Relevansi ini menjadi semakin jelas ketika melihat tuntutan fisik dalam hybrid fitness races. Aktivitas seperti repeated running, sled pushes, lunges, carries, wall balls, dan berbagai functional movements lainnya dapat memberikan tekanan signifikan pada tubuh.
Latihan yang Powerful, Immersive, dan Presisi
Tanpa mobilitas, stabilitas, dan recovery yang tepat, atlet pun dapat mengalami tightness, imbalance, fatigue, hingga menurunnya efisiensi gerak seiring waktu. Athletic Pilates mendukung atlet melalui beberapa area utama: membangun deep core stability, meningkatkan fleksibilitas dan joint mobility, mendukung postur serta alignment yang lebih baik, membantu mengoreksi muscular imbalance, dan menunjang active recovery melalui low-impact movement. Bagi atlet yang menjalani siklus latihan intens, elemen-elemen ini dapat membantu tubuh bergerak lebih efisien sekaligus mengurangi tekanan yang tidak perlu.
VAURA Pilates membangun fondasi tersebut melalui pendekatan yang lebih athletic dan high-energy. Awalnya dikembangkan di Australia dan kini menjadi bagian dari ekosistem FIT House of Brands bersama F45 Training dan FS8, VAURA mendefinisikan ulang reformer Pilates melalui performance-led programming, immersive lighting, dentuman musik, dan expert coaching.
Berbeda dari studio Pilates tradisional, VAURA menghadirkan pengalaman full-body reformer berintensitas tinggi yang menantang kekuatan, daya tahan, kontrol gerak, dan fokus. Dalam setiap kelas berdurasi 50 menit, athletic sequencing dipadukan dengan ritme dan energi kolektif untuk menciptakan latihan yang terasa powerful, immersive, dan presisi.
“Di VAURA, kami ingin membingkai ulang Pilates dari sesuatu yang mungkin selama ini dilihat sebagai latihan yang slow atau purely restorative, menjadi sesuatu yang athletic, dynamic, dan deeply challenging. Pilates tetap berakar pada control, precision, dan breath, tetapi dihadirkan dengan intensity, rhythm, dan energy yang lebih kuat. Inilah yang membuatnya sangat relevan bagi atlet yang ingin bergerak lebih baik, pulih lebih cerdas, dan tetap tanggu,” tambah Camila.
Menjelang pembukaan resminya, VAURA Menteng memperkenalkan perspektif ini kepada komunitas aktif di Jakarta melalui rangkaian dedicated runner and hybrid athlete conditioning sessions. Dirancang untuk komunitas lari dan fitness terpilih, sesi ini bertujuan menunjukkan bagaimana athletic reformer training dapat mendukung mobility, recovery, stability, dan performance.
VAURA Membawa Energi Baru
Inisiatif ini juga mencerminkan ambisi lebih besar VAURA untuk mendefinisikan ulang cara Jakarta memandang dan merasakan Pilates. Alih-alih menempatkan Pilates semata sebagai rutinitas wellness, VAURA memperkenalkannya sebagai latihan penunjang performa yang dirancang untuk gaya hidup modern dan komunitas aktif.
Camila berkata, “Pilates seringkali diremehkan karena tampak berbeda dari latihan atletik pada umumnya. Namun, ketika orang merasakan VAURA secara langsung, mereka akan memahami betapa menantang, dinamis, dan relevannya pengalaman ini. Baik bagi mereka yang sedang berlatih untuk kompetisi hybrid fitness, menekuni lari, maupun sekadar ingin bergerak lebih kuat, VAURA dirancang untuk menemui setiap individu di titik mereka berada, lalu mendorong mereka melangkah lebih jauh.”
Banyak orang yang mengalami cedera meniskus, paska operasi patah tulang atau operasi lutut, dan setelah melahirkan memilih mengurangi aktivitas atau bahkan berhenti bergerak. Padahal, menurut para ahli pilates, ketakutan untuk bergerak justru dapat menjadi hambatan terbesar dalam proses pemulihan.
“Tubuh adalah satu kesatuan. Semua bagian tubuh saling terhubung. Robekan meniskus memang berada di dalam lutut, tetapi semua struktur di sekitarnya yang membantu menopang dan menggerakkan lutut juga perlu diperkuat. Banyak orang yang mengalami kondisi ini atau paska operasi patah tulang maupun melahirkan malah takut untuk mencoba Pilates atau latihan lainnya. Akibatnya otot mereka menjadi semakin lemah. Jika kita berhenti bergerak dan menjadi kaku serta lemah, itu justru salah satu hal terburuk yang bisa terjadi,” papar Camila.
Tubuh kita memang dirancang untuk beradaptasi. Berikan tantangan yang tepat, maka tubuh akan beradaptasi, tumbuh, dan menjadi lebih kuat. Semua ini penting untuk kesehatan jangka panjang. Jika kita ingin tetap sehat dalam waktu lama, kita harus memperkuat tubuh. Tujuan latihan pilates bukan hanya membuat tubuh lebih lentur, tetapi juga lebih kuat dan stabil saat bergerak.
Kini hadir di Menteng sebagai lokasi pertama di Indonesia dan ke-10 secara global, VAURA membawa energi baru bagi wellness scene Jakarta. Studio ini dilengkapi dengan 21 reformer beds, immersive lighting and sound, kelas yang dipandu oleh expert trainers, luxury changing rooms, rainfall showers, secure lockers, serta curated beauty bar. VAURA Pilates Menteng saat ini mengundang para tamu untuk bergabung dalam Exclusive VIP List guna mendapatkan early access, limited slots, serta intro packages. (ES | Foto: Dok. VAURA)




