Dukung Kurikulum Nasional, OREO Kenalkan Metode Belajar Sambil Bermain untuk Generasi Seru

 

Membangun karakter anak yang tangguh dan siap menghadapi masa depan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari pemerintah, korporasi, hingga orang tua. OREO merespons kebutuhan ini dengan menginisiasi gerakan "Generasi SERU" melalui bantuan media pembelajaran di bidang sains hingga bahasa Inggris yang menyasar sekolah-sekolah marginal. Program ini diharapkan mampu mengasah kemampuan kognitif dan sosial anak secara seimbang melalui pendekatan yang lebih bermakna.

 

Senada dengan visi tersebut, Ayu Dewi menekankan pentingnya membimbing anak agar mampu berpikir kritis dan berempati sejak dini. "Anak-anak didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh dan mampu berdiskusi agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas. Penerapan pembelajaran sambil bermain membuat anak-anak lebih berani untuk aktif bertanya," pungkas Ayu.

 

Bermitra dengan Indonesia Mengajar, inisiatif ini menyasar 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta marginal melalui pendistribusian alat pembelajaran kreatif berbasis metode belajar sambil bermain.

 

Kolaborasi lintas sektor dorong pemerataan pendidikan

Langkah ini diapresiasi oleh Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Dr. Mariman Darto. Ia menegaskan bahwa pemerintah memerlukan "Partisipasi Semesta" atau kolaborasi dengan pihak korporasi untuk memperkuat pendidikan karakter dan kualitas belajar di wilayah yang minim akses.

 

"Upaya Kemendikdasmen RI untuk mewujudkan ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua’ salah satunya dilakukan dengan memperkuat pendidikan karakter melalui gerakan ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’. Kami menginginkan kolaborasi yang semakin kuat dengan teman-teman korporasi untuk menyukseskan program di wilayah ini, seperti yang dilakukan OREO," ujar Mariman dalam sambutannya di Jakarta.

 

Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Dr. Rita Pranawati, menambahkan bahwa tantangan geografis Indonesia masih memengaruhi hasil belajar literasi dan numerasi. Berdasarkan data PISA 2022, Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 80 negara, sehingga pendekatan belajar yang menyenangkan (joyful) sangat dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

 

Membentuk "Generasi SERU" melalui metode deep learning

Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menjembatani kesenjangan pendidikan agar anak-anak di pelosok memiliki kesempatan setara untuk menjadi Generasi SERU (Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul). Program ini juga selaras dengan kurikulum nasional yang menekankan prinsip deep learning yang bermakna dan aktif.

 

"Kami ingin mengubah proses belajar menjadi momen penuh keseruan. Melalui tema ‘OREO Berbagi Seru’, kami berkontribusi menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk wilayah 3T, agar siswa mendapatkan pendidikan berkualitas secara inklusif," jelas Anggya.

 

Selain pendistribusian alat peraga sains, literasi, dan matematika, program ini mencakup sosialisasi melalui School Roadshow untuk memberdayakan guru dan orang tua. Masyarakat juga dapat berpartisipasi langsung, di mana sebagian keuntungan dari setiap pembelian produk OREO akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung keberlanjutan program pendidikan ini. (AD | Foto: Dok. Oreo)