30 Tahun Plaza Senayan: Menjaga Gaya, Merawat Pengalaman Lintas Generasi

Tiga dekade bukan waktu yang sebentar untuk sebuah pusat perbelanjaan bertahan, apalagi tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup kota yang begitu cepat. Tapi itulah yang berhasil dijaga oleh Plaza Senayan. Di usianya yang ke-30 tahun, tempat ini tidak sekadar merayakan umur, tapi juga perjalanan panjang sebagai salah satu ikon gaya hidup premium di Jakarta.

Perjalanannya dimulai dari soft opening pada 15 November 1995, lalu resmi dibuka pada 26 April 1996. Sejak awal, Plaza Senayan memang tidak hanya dibangun sebagai pusat belanja. Ia tumbuh menjadi ruang yang lebih luas, tempat orang datang bukan sekadar membeli barang, tapi menikmati pengalaman, bertemu, hingga membangun kenangan.

“Selama 30 tahun, Plaza Senayan tetap berkomitmen untuk bertumbuh bersama para pelanggan. Bagi kami, ini bukan hanya destinasi belanja, tetapi ruang di mana pengalaman terbentuk dan koneksi terjalin lintas generasi,” ujar Kazuhito Shibuya.

Karakter itu terasa dari cara Plaza Senayan memadukan kemewahan dengan kenyamanan. Tidak berjarak, tapi tetap elegan. Sejumlah elemen ikoniknya juga ikut membentuk identitas yang sulit dipisahkan dari ingatan warga Jakarta, seperti jam Marygold dan area The Musical Fountain yang kerap jadi titik berkumpul. Semuanya terhubung dengan kawasan Senayan Square, menciptakan ruang publik yang hidup dan terus berdenyut.

Memasuki perayaan Pearl Anniversary, Plaza Senayan menghadirkan rangkaian acara sepanjang April hingga Mei 2026. Suasananya dibuat lebih hangat dan dekat dengan pengunjung, lewat berbagai kegiatan yang terasa personal. Mulai dari penampilan musisi seperti Bernadya dan Mocca, hingga sesi akustik santai di akhir pekan, fashion show, beauty event, sampai pop-up F&B di area air mancur yang jadi favorit pengunjung.

Puncaknya jatuh pada 26 April 2026, saat area The Musical Fountain akan dihidupkan oleh penampilan Alffy Rev bersama Novia Bachmid, lalu dilanjutkan oleh Maliq & D’Essentials, RAN, hingga DJ RBA. Malam itu juga akan ditutup dengan LED drone show yang dirancang khusus sebagai penanda tiga dekade perjalanan mereka.

Namun perayaan ini bukan sekadar selebrasi. Ada arah yang ingin ditegaskan, bahwa Plaza Senayan tetap ingin relevan di masa depan. Itu terlihat dari perannya dalam pengembangan kawasan Senayan Square, sebuah konsep terpadu yang menyatukan retail, perkantoran, hunian, hotel, hingga fasilitas gaya hidup dalam satu lingkungan yang saling terhubung.

Kawasan ini sendiri dikembangkan lewat kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Kajima Corporation, mencakup berbagai fasilitas seperti Plaza Senayan, Plaza Senayan Arcadia, Sentral Senayan I, II, dan III, Apartemen Plaza Senayan, hingga Fairmont Jakarta dan PS Sportshub.

Dengan pendekatan ini, Senayan Square tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas, tapi juga sebagai pintu masuk bagi bisnis internasional sekaligus bagian dari denyut ekonomi kota. Di saat yang sama, kawasan ini ikut membuka lapangan kerja dan mendorong perkembangan wajah Jakarta yang lebih modern dan berkelanjutan.

Di ujung perayaan, ada satu hal yang tidak dilupakan. Apresiasi.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para penyewa, mitra, dan pelanggan setia yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini sejak awal. Dukungan mereka menjadi fondasi bagi kami untuk terus berkembang,” tutup Kazuhito Shibuya.

Tiga puluh tahun berlalu, dan Plaza Senayan masih berdiri dengan cara yang sama seperti dulu: tidak hanya menjadi tempat, tapi juga bagian dari cerita banyak orang di kota ini.