Lensa Ortho-K Digunakan saat Tidur Malam, Siang Hari Tak Perlu Pakai Kacamata atau Lensa Kontak

Merayakan 75 tahun Menicon Group, Menicon Indonesia melakukan kolaborasi dengan PERDAMI (Persatuan Dokter Mata Indonesia) mengadakan Luring Seminar Unlocking. Berkerjasama dengan PERDAMI CABANG BALI dan PT. Berjaya Mandirin OPTO-MEDIC, sebanyak kurang lebih 40 dokter mata dari berbagai kota di Indonesia, hadir di Luring Seminar yang berlokasi di Nuanu Creavite City Bali. Seminar ini di buka oleh dr. Susanti Natalya Sirait. Sp.M (K). M.Kes, Ketua Seminar INARVOS (Indonesian Refraction and Vision Optimization Society) dan dr. Cokorda Istri Pemayun, Sp.M (K) - Ketua Perdami Daerah Bali.

 

Widiastuti Eko W, Business Manager dari Berjaya Mandarin Opto-Medic menyampaikan, “PT. Berjaya Mandirin Opto-Medic sangat mengapresiasi para Dokter Spesialis Mata, karenanya kami bersama-sama PERDAMI dan seminat INARVOS, kerap menyelenggarakan kegiatan yang khusus. Diperuntukan untuk para dokter spesialis mata seminat Refraksi, Lensa Kontak dan Low Vision, salah satunya nya adalah Seminar & Worshop kali ini yang bukan hanya di lakukan secara luring di Bali namun juga daring. Sehingga, memungkinkan para dokter yang berhalangan hadir di Bali, masih dapat mengikuti kegiatan ilmiah ini.”

 

Carolina Fenny, Marketing Manager Menicon Indonesia menambahkan “MENICON VISION CARE atau Menicon Indonesia memanfaatkan momentum 75 tahun Menicon Group, untuk memperkenalkan lensa Orthokeratology yang terbuat dari material rigid gas permeable. Dengan transmisi oksigen tinggi dan menggunakan desain reverse geometry yang melalui kegiatan ini, diharapkan para dokter spesialis mata di Indonesia semakin memahami manfaat dan teknologi Orthokeratology. Sehingga dapat menjadi salah satu pilihan terapi koreksi penglihatan yang inovatif bagi Masyarakat."

 

 

Salah satu Narasumber seminar, Dr. dr. Tri Rahayu, Sp.M (K)., FIACLE menyampaikan bahwa, Lensa Orthokeratology (selanjutnya disebut sebagai lensa Ortho-K), merupakan pilihan pada tata laksana miopia. Lensa Ortho K digunakan saat tidur pada malam hari dengan tujuan membantu meratakan bagian tengah kornea secara sementara, sehingga dapat mengoreksi kelainan refraksi miopia hingga tingkat tertentu.

 

Dengan penggunaan pada malam hari, pasien dapat memperoleh penglihatan yang lebih jelas pada siang hari tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak. dr. Susanti Natalya Sirait. Sp.M (K). M.Kes, selaku Ketua Seminat INARVOS menjelaskan bahwa dari Data Kemenkes, sebanyak 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi miopia, dan jumlah ini diperkirakan terus meningkat.

 

Pertambahan ukuran minus pada masa anak-anak dapat terus terjadi sejalan dengan masa pertumbuhan yang dapat menyebabkan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti kelainan retina, glaukoma, dan katarak. Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian Brien Holden disebutkan bahwa pada tahun 2050, prevalensi mereka yang mengalami miopia akan mencapai 50% dari keseluruhan populasi penduduk dunia dan terjadi pada anak usia sekolah.

 

 

Karenanya lensa Ortho-K, merupakan salah satu pilihan untuk mereka yang mengalami miopia selain berbagai terapi lainnya. Lensa Orthokeratology (selanjutnya disebut sebagai lensa “Ortho-K”) dibuat dari material rigid gas permeable dengan transmisi oksigen tinggi serta menggunakan desain reverse geometry. Lensa Ortho-K digunakan saat tidur pada malam hari untuk membantu meratakan bagian tengah kornea secara sementara, sehingga dapat mengoreksi miopia hingga tingkat tertentu.

 

Dengan penggunaan pada malam hari, pasien dapat memperoleh penglihatan yang lebih jelas pada siang hari tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak. Lensa Ortho-K bekerja melalui tekanan kelopak mata dan gaya hidrodinamik dari desain reverse geometry untuk membentuk ulang lapisan epitel kornea. Perubahan ini mengoreksi miopia secara sementara dan memungkinkan bayangan difokuskan pada retina, sehingga meningkatkan penglihatan pada siang hari.

 

Orthokeratology tepat untuk Individu yang aktif berolahraga, berenang, atau beraktivitas fisik, serta ingin bebas dari kacamata atau lensa kontak pada siang hari. Individu dengan profesi atau pekerjaan yang kurang memungkinkan penggunaan kacamata. (Foto: Dok. Istimewa)