Adakan RUPS Tahunan, Prodia Genjot Nilai Tambah bagi Pemegang Saham lewat Dividen 70%

Prodia—pelopor laboratorium diagnostik di Indonesia—menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dengan rasio lebih tinggi dari periode sebelumnya. Sebesar 70% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Senilai lebih dari Rp144 miliar atau setara dengan Rp162,68 per lembar sahamnya, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham.

 

Selain itu, rapat ini juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris guna mendukung akselerasi pertumbuhan kinerja bisnis Perseroan ke depan. Direktur Utama Perseroan yang baru saja ditunjuk, Liana Kuswandi, menyatakan, keputusan yang dihasilkan dari RUPST ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi agar semakin efisien, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis entitas dengan kode saham PRDA ini ke depan. 

Liana Kuswandi, menyampaikan tahun 2025 mencerminkan ketahanan dan adaptasi Prodia di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. Ia berkata, “Sepanjang 2025, Prodia menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi di tengah dinamika ekonomi dengan meluncurkan 38 tes baru dan menghadirkan Next Generation Laboratorymelalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Spectrometry, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi, serta memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.

 

Transformasi digital juga terus didorong, tercermin dari kenaikan lebih dari 70% (YoY) pengunduh aplikasi U by Prodia. “Kami juga mengambil langkah strategis dengan mulai melakukan terapi regeneratif melalui pembelian 30% saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ke depan. Memasuki 2026, Prodia akan terus memperluas pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti Stem Cell Clinic, dan Autoimmune & Longevity Clinic, sekaligus meningkatkan volume tes esoterik serta layanan diagnostik klinis kompleks seperti pemeriksaan genomik dan multiomics,” tambahnya.

 

Direktur Komersial & Kemitraan Perseroan, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengatakan, “Selain strategi yang telah dipaparkan, kami juga terus mengembangkan dan mengoptimalkan layanan, baik existing maupun yang baru, termasuk melalui rehabilitasi sejumlah cabang serta peningkatan kapabilitas untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan kenyamanan layanan.

 

Ekspansi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra-mitra strategis untuk menunjang layanan diagnostik Prodia yang semakin komprehensif, serta kembali membuka peluang kemitraan internasional. “Kami optimis dengan berbagai inisiatif ini, dapat memperluas jangkauan layanan, memberikan layanan pemeriksaan yang semakin berkualitas, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di masa mendatang,” ujar Indri. (Foto: Dok. Prodia)