Merayakan Feminitas, Persahabatan dan Fashion Lewat Kolaborasi Perdana UNIQLO dan Cecilie Bahnsen

Menjalani banyak peran dalam waktu yang bersamaan kerap menjadi sebuah tantangan bagi seorang perempuan. Bertumbuh, bekerja, menjadi teman, pasangan, ibu, hingga terus belajar mengenal diri sendiri di tengah perubahan hidup yang berjalan begitu cepat, seolah melekat dan menjadi keistimewaan tersendiri. 

 

Di antara semua proses tersebut, ada hal-hal kecil yang tanpa disadari ikut menjadi bagian penting dari perjalanan seorang perempuan, salah satunya perihal pakaian yang dikenakan setiap hari. Kini, fashion bagi banyak perempuan bukan lagi perihal mengikuti tren atau tampil menarik. Lebih dari itu, pakaian perlahan menjadi medium personal untuk mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, hingga menghadirkan rasa nyaman secara emosional.

Semangat inilah yang akhirnya dihadirkan oleh UNIQLO, lewat kolaborasi perdananya dengan desainer perempuan asal Copenhagen, Denmark, Cecilie Bahnsen. Mengusung tema “Shapes of Poetry”, koleksi Spring/Summer 2026 ini tidak hanya menghadirkan pakaian feminin yang wearable, tetapi juga membawa gagasan tentang bagaimana fashion bisa hidup bersama penggunanya.

 

“DNA Cecilie Bahnsen yang feminin dan penuh craftsmanship terasa sangat selaras dengan komitmen LifeWear terhadap kenyamanan dan kualitas. Lewat koleksi ini, kami ingin menghadirkan pakaian yang terasa romantis dan istimewa, namun tetap terasa ringan, versatile, dan nyaman dipakai sehari-hari,” ujar Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia.

 

Menurut Evy, koleksi ini juga dirancang agar mudah dipadupadankan untuk berbagai momen keseharian, mulai dari hangout, bekerja, hingga menemani anak bermain. “Setiap perempuan bisa mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda melalui koleksi yang sama,” tambahnya.

 

Feminin, Nyaman dan Fungsional

 

Hadir dalam format LifeWear khas UNIQLO yang lebih accessible, identitas desain dari Cecilie Bahnsen tetap terasa kuat di setiap item fesyen dalam koleksi ini. Khusus di lini womenswear, terdapat delapan tampilan, mulai dari dress, top, dan skirt yang dirancang untuk menemani keseharian perempuan modern.

 

Siluet flowy khas Cecilie Bahnsen tetap menjadi highlight utama. Lalu, tidak ketinggalan dress dengan potongan A-line mengembang, lengan puff yang lembut, hingga detail feminin seperti ruffle, floral accents, shirring, dan frill juga hadir dalam versi yang lebih subtle sehingga tetap wearable untuk aktivitas sehari-hari.

Menariknya, keseluruhan koleksi tidak terasa terlalu formal ataupun berlebihan. Palet warna yang dihadirkan pun terasa sangat identik dengan dunia Cecilie Bahnsen, seperti merah dan pink dipadukan dengan sentuhan abu-abu sweatshirt, hitam, dan putih menciptakan keseimbangan antara nuansa feminin dan effortless minimalism khas Skandinavia.

 

Selain itu, kolaborasi dengan UNIQLO sekaligus menjadi koleksi anak perempuan pertama bagi Cecilie Bahnsen. Terdapat lima tampilan untuk lini kids, mulai dari dress, T-shirt, hingga skort, koleksi anak dirancang senada dengan lini dewasa sehingga memungkinkan ibu dan anak yang ingin matching outfit, namun tetap terlihat stylish dan effortless.

 

Tentang Perempuan, Persahabatan, dan Hal-Hal Kecil yang Bermakna

 

Dalam peluncuran koleksi ini, UNIQLO Indonesia juga menghadirkan Sheila Dara Aisha dan Fita Anggriani untuk berbagi cerita mengenai persahabatan, peran perempuan, dan bagaimana pakaian bisa menjadi bagian dari momen personal yang bermakna. Keduanya berbagi cerita tentang persahabatan mereka yang telah berjalan lebih dari satu dekade.

 

Bagi keduanya, hubungan tersebut justru bertahan bukan karena intensitas bertemu setiap hari, melainkan lewat hal-hal kecil yang konsisten: rasa saling memahami, kejujuran, dan kehadiran di momen-momen sederhana. “Aku pertama kali ketemu Sheila tahun 2012, dikenalin sama teman, dan waktu itu kita karaokean bareng. Aku langsung mikir, ‘Wah, dia cantik banget, suaranya juga bagus.’ Dari situ jadi pengen temenan sama dia,” kenang Fita sambil tertawa.

Sheila Dara kemudian menambahkan bahwa hubungan mereka terasa awet justru karena semuanya berjalan natural dan tanpa tekanan. “Menurut aku pribadi, untuk menjaga pertemanan itu less effort is better. Yang aku suka dari berteman sama Fita itu walaupun kita sama-sama sibuk, tapi giliran ketemu rasanya nggak ada waktu yang terlewat. Jadi semuanya terasa effortless,” ujarnya.

 

Gagasan tentang hubungan yang effortless itu terasa begitu selaras dengan semangat koleksi UNIQLO x Cecilie Bahnsen sendiri: ringan, nyaman, natural, tetapi tetap memiliki makna personal. Di titik inilah makna lain dari “Shapes of Poetry” sebenarnya terasa, bahwa “shapes” bukan hanya soal siluet, volume, atau detail pada pakaian, tetapi juga tentang bentuk hubungan, pertumbuhan, dan cara perempuan menjalani kesehariannya. 

 

Pada akhirnya, pakaian bukan sekadar apa yang dikenakan seseorang, tetapi juga bagian dari cara mereka hidup, tumbuh, dan terhubung dengan orang-orang penting di sekitarnya. Bagi para perempuan yang ingin menghadirkan sentuhan effortlessly cute dalam gaya sehari-hari, koleksi UNIQLO and Cecilie Bahnsen Spring/Summer 2026 “Shapes of Poetry” akan tersedia mulai 27 Mei 2026 di seluruh toko UNIQLO Indonesia, dan melalui aplikasi UNIQLO.com.(Redaksi/ Dok. UNIQLO Indonesia)