Deteksi Dini Kanker Tiroid untuk Meningkatkan Peluang Kesembuhan & Pahami Gejalanya

Tiroid merupakan sepasang kelenjar dengan bentuk menyerupai kupu-kupu terletak di bagian depan leher dan menempel pada trakea. Dalam kondisi normal, tiroid umumnya tidak terlihat dari luar. Ukuran tiroid kecil dan memiliki berat hanya sekitar 25-30 gram pada orang dewasa. Meski ukurannya kecil, kelenjar tiroid memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh karena menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini bertugas mengatur metabolisme (energi) tubuh, suhu tubuh, kinerja jantung, pencernaan, serta sistem saraf dan otak.

 

Di Indonesia, kanker tiroid menempati urutan ke-12 dari seluruh jenis kanker (Globocan, 2020) dengan total 13.114 kasus baru per tahun. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, bahkan hingga empat kali lipat dibandingkan pria, dengan mayoritas kasus ditemukan pada usia produktif sekitar 50–54 tahun.

 

Jika tidak ditangani dengan baik, kanker tiroid dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya maupun ke organ lain. Namun, dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, peluang kesembuhan tergolong sangat baik.

 

Jenis Kanker Tiroid

Terdapat beberapa jenis kanker tiroid yang umum ditemui, seperti:

 

  • Papiler (Papillary Thyroid Cancer)
  • Jenis kanker tiroid yang paling umum, menyumbang sekitar 80% dari seluruh kasus kanker tiroid. Memiliki karakteristik pertumbuhan yang lambat dan memiliki peluang kesembuhan yang sangat baik.

  • Folikular (Follicular Thyroid Cancer)
  • Jenis ini berada di urutan kedua paling umum terjadi setelah papiler, menyumbang sekitar 10-15% dari seluruh kasus kanker tiroid. Karakteristik kanker ini biasanya lebih agresif dari papiler, tetapi masih tergolong curable.

  • Meduler (Medullary Thyroid Cancer)
  • Kanker ini menyumbang sekitar 5-9% dari seluruh kasus kanker tiroid, berasal dari sel C dan terkait dengan faktor genetik.

  • Anaplastik (Anaplastic Thyroid Cancer)
  • Kanker ini merupakan jenis yang paling agresif, jarang terjadi dan membutuhkan penanganan segera. Kanker jenis ini paling sulit diobati dibandingkan kanker tiroid lainnya. Menyumbang sekitar 1-2% dari seluruh kasus kanker tiroid.

     

     

    Gejala Kanker Tiroid

    Gejala kanker tiroid sering kali tidak khas dan dapat menyerupai kondisi lain yang lebih ringan. Namun, beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:

    • Benjolan di leher yang ikut bergerak saat menelan
    • Perubahan suara (serak) yang menetap (tanda ganas)
    • Rasa mengganjal atau sulit menelan makanan
    • Sesak napas atau batuk yang tidak kunjung sembuh

     

    Jika mengalami salah satu atau beberapa tanda tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi.

     

    Penanganan Kanker Tiroid

    Penanganan kanker tiroid sangat bergantung pada jenis kanker dan ukuran kanker, serta kondisi kesehatan umum pasien. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain:

     

    • Pembedahan (Tiroidektomi)

    Tindakan pembedahan (tiroidektomi) dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid yang sakit. Prosedur ini dapat dilakukan dengan metode operasi terbuka (open surgery) maupun teknik minimal invasive, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

    • Terapi Nuklir (RAI)

    Terapi nuklir (RAI) dilakukan untuk membantu membersihkan sisa sel kanker tiroid dengan menggunakan yodium radioaktif.

    • Terapi Hormon

    Terapi hormon diberikan sebagai pengganti hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid. Hal ini untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh dan kesehatan pasien dalam jangka panjang.

    • Radiofrequency Ablation(RFA)

    Radiofrequency Ablation (RFA) merupakan prosedur minimal invasive yang menggunakan energi panas untuk mengecilkan atau menghancurkan jaringan tiroid yang abnormal.

     

    Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien kanker tiroid tetap dapat menjalani hidup secara aktif dan produktif. Waspadai setiap perubahan di leher Anda. Jika menemukan benjolan atau tanda kanker tiroid lainnya, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. (Foto: Dok. RS  Pondok Indah)