Masa kehamilan dan fase menjadi orang tua baru selalu menjadi perjalanan magis yang penuh tantangan sekaligus debar bahagia. Merayakan momen istimewa ini, Bumbee Collection baru saja menorehkan sejarah yang menginspirasi dengan menggelar Baby Shower Festival 2026 di Grand Paragon Ballroom Jakarta pada 21 Juni 2026.
Kemeriahan yang menandai peringatan 12 tahun kehadiran jenama lokal ini berhasil menyatukan ratusan keluarga muda dalam satu selebrasi yang hangat dan elegan.
Acara berskala besar ini sukses mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas pencapaian luar biasa untuk kategori Perayaan Menyambut Kelahiran Bayi oleh Ibu Hamil Terbanyak.
Sebanyak 620 peserta yang terdiri dari ibu hamil beserta pasangan dan keluarganya hadir memenuhi ruangan dengan antusiasme dan kehangatan yang luar biasa.
Festival ini dirancang secara apik sebagai ruang edukatif yang memberdayakan para calon orang tua. Kehadiran buah hati tentu membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang. Memahami kebutuhan tersebut, pihak penyelenggara memfasilitasi peserta dengan beragam aktivitas esensial, mulai dari pemeriksaan detak jantung janin, pijat relaksasi ibu hamil, hingga panduan praktis perawatan bayi baru lahir bersama pakar kesehatan tepercaya seperti dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, dr. Nisa Fathoni, SpOG, IBCLC, Bidan Tantri Maharani, dan dr. Aisyah Dahlan, CMHt., CM.NLP.
Kemeriahan festival ini semakin terasa bermakna dengan hadirnya sesi berbagi pengalaman yang menggugah emosi. Di panggung acara, figur publik sekaligus ibu baru, Amanda Manopo, turut membagikan kisah nyatanya menghadapi tantangan merawat kulit sensitif dan alergi sang buah hati. Ia menceritakan bahwa putranya, Zac, memiliki kondisi kulit yang cukup rewel karena mewarisi genetik sang ayah sehingga kulitnya sangat mudah memerah dan gatal meski belum mencapai tahap eksim.

"Kulitnya cukup sensitif, seperti ayahnya. Kulitnya sangat mudah memerah dan terasa gatal," ujar Amanda di hadapan para peserta.
Sensitivitas ini rupanya menuntut komitmen ekstra, terutama dalam mengubah pola makan Amanda secara drastis selama fase menyusui. Zac diketahui memiliki reaksi alergi terhadap produk turunan susu sapi dan ikan. Ia menjelaskan bahwa asupan susu sapi dan produk olahannya harus benar-benar dipastikan aman agar ruam tidak langsung muncul di wajah Zac, begitu pula dengan konsumsi ikan yang harus sangat dibatasi karena memicu reaksi serupa melalui ASI.
Tantangan tersebut nyatanya tidak mematahkan semangat Amanda dalam memberikan nutrisi terbaik. Demi mendukung tumbuh kembang Zac secara optimal, ia memadukan metode menyusui langsung dengan rutinitas memompa ASI agar berat badan bayinya cepat naik dan terhindar dari risiko penyakit kuning. Ia bahkan memiliki dedikasi besar untuk menyusui secara penuh hingga dua tahun ke depan.
Kelancaran proses mengasihi ini, menurut Amanda, sangat didukung oleh dukungan sistem keluarga. Sang ibu secara rutin menerapkan tradisi turun-temurun Tionghoa bagi wanita yang baru melahirkan, termasuk meracik menu makanan khusus yang dipercaya ampuh mendongkrak produksi ASI. Amanda menegaskan dirinya sengaja tidak melakukan pembatasan kalori yang ketat karena nutrisi yang ia konsumsi merupakan sumber gizi utama bagi sang buah hati.
Menjalani peran sebagai orang tua baru diakui memberikan kebahagiaan tak terhingga bagi Amanda dan pasangannya, Kenny. Rasa syukur ini bahkan memicu keinginan mereka untuk segera menambah momongan.
"Perasaan kami sangat bahagia, luar biasa, dan kami benar-benar menikmati masa ini. Hal itulah yang membuat kami ingin segera memiliki anak kedua," ungkap Amanda antusias. Pernyataan tersebut langsung ditanggapi dengan senyum santai oleh Kenny yang menimpali bahwa mereka akan terus berusaha.
Demi prioritas barunya, Amanda dengan mantap menunda tawaran syuting berdurasi panjang. Walaupun sang suami telah memberikan dukungan penuh untuk kembali bekerja, ia enggan kehilangan momen berharga masa keemasan pertumbuhan putranya. Pertumbuhan bayi baru lahir yang sangat cepat membuatnya hanya bersedia menerima pekerjaan singkat berdurasi sekitar dua jam ketika ia bisa menitipkan Zac dengan aman kepada sang nenek.

Mendengar ragam kisah ketangguhan para ibu dalam acara tersebut, CEO Bumbee Collection, Perdana Mahartika, mengaku tak kuasa menahan haru. Ia memaknai penghargaan MURI serta antusiasme peserta bukan sekadar prestasi bisnis, melainkan pengingat bahwa setiap ibu layak dirayakan dan didampingi dalam perjuangannya.
"Saat memulai Bumbee 12 tahun lalu, saya tidak pernah membayangkan suatu hari bisa berdiri di hadapan ratusan ibu hamil dan menerima penghargaan MURI. Penghargaan ini bukan milik saya atau Bumbee semata, tetapi milik seluruh ibu dan keluarga yang telah mempercayai kami menjadi bagian dari perjalanan mereka menyambut buah hati," tutur Perdana.
Langkah konsisten sejak tahun 2014 membuktikan dedikasi jenama ini dalam mendukung keluarga di Tanah Air. Melalui filosofi yang berfokus pada kenyamanan tidur dan tumbuh kembang optimal, Bumbee Collection hadir tak hanya lewat inovasi produk, tetapi juga sebagai sahabat seperjalanan. Baby Shower Festival 2026 menjadi wujud nyata komitmen tersebut untuk terus menciptakan ruang yang suportif, edukatif, dan membawa kebahagiaan bagi generasi masa depan Indonesia. (Dok. Istimewa)





