Primaya Evasari Hospital Rayakan 50 Tahun, Tawa Pejuang Cilik Warnai Reuni NICU

Kembangkan Layanan Preventif hingga Kegawatdaruratan Anak

 

Memasuki usia ke-50 tahun, Primaya Evasari Hospital memperluas layanan kesehatan melalui penambahan sejumlah fasilitas dan penguatan layanan unggulan. Pengembangan tersebut mencakup layanan untuk ibu dan anak, tindakan medis minim invasif, hingga penanganan kegawatdaruratan yang terintegrasi.

 

Sejumlah layanan yang kini tersedia antara lain Bedah Invasif Minimal (Laparoskopi), Aesthetic and Plastic Surgery, endoskopi, perangkat C-Arm untuk tindakan ortopedi di ruang operasi, serta layanan hemodialisis bagi pasien dewasa dan lanjut usia. Rumah sakit juga menghadirkan Pediatric Emergency Center yang beroperasi 24 jam melalui layanan 1507 dan didukung ambulans khusus anak, konsultan NICU dan PICU, spesialis jantung anak, hingga dokter bedah onkologi anak.

 

CEO Primaya Hospital Group, Leona Karnali, mengatakan Primaya Evasari Hospital memiliki arti penting dalam perjalanan grup. Rumah sakit yang didirikan dr. Harun itu sejak awal dikenal dengan layanan kesehatan perempuan dan anak, dan hingga kini tetap mempertahankan fokus tersebut meski jaringan Primaya Hospital telah berkembang di berbagai kota.

 

"Primaya Evasari Hospital memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Dari sinilah perjalanan itu dimulai, dengan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berfokus pada perempuan dan anak. Setelah 50 tahun, semangat tersebut tetap kami pegang sambil terus mengembangkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Leona.

 

Perayaan ulang tahun emas tersebut juga diisi dengan reuni mantan pasien Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) melalui acara Golden Memories and Pediatric Emergency Center: Merajut Kasih Ibu dan Anak yang digelar pada Minggu (19/7/2026). Sebanyak 30 keluarga atau lebih dari 120 peserta hadir untuk mengenang perjalanan anak-anak yang pernah menjalani perawatan intensif.

 

Salah satu kisah yang menyita perhatian datang dari seorang anak berusia 10 tahun yang lahir prematur dengan berat hanya 1.200 gram. Kondisinya sempat memburuk hingga berat badannya turun menjadi sekitar 900 gram. Air mata kecemasan di ruang perawatan intensif bayi dan anak (NICU-PICU) kini berganti tawa. Puluhan "pejuang cilik" yang pernah melewati masa kritis, kini kembali menyambangi Primaya Evasari Hospital. Mereka datang sebagai anak-anak yang tumbuh sehat dan lincah.

 

Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Willy Kurniadi, MARS, mengatakan setiap anak yang pernah dirawat di NICU maupun PICU memiliki cerita perjuangan yang membekas bagi tenaga kesehatan.

 

"Bagi kami, setiap anak yang pernah dirawat di PICU maupun NICU adalah pejuang kecil dengan cerita perjuangannya masing-masing. Melihat anak-anak yang dulu berjuang di ruang perawatan intensif kini kembali datang bersama keluarganya dalam keadaan sehat adalah sebuah kebahagiaan terbesar. Momen haru inilah yang terus menjadi penyemangat kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik," kata dr. Willy.

 

Menurutnya, reuni tersebut juga menjadi bentuk pendampingan rumah sakit kepada keluarga pasien yang tidak berhenti setelah anak diperbolehkan pulang. Hubungan yang telah terjalin selama masa perawatan diharapkan tetap berlanjut melalui edukasi dan pemantauan kesehatan.

 

 

Selain reuni, Primaya Evasari Hospital menggelar sesi edukasi Primaya Talk yang menghadirkan sejumlah dokter spesialis dan subspesialis anak. Materi yang dibahas meliputi perawatan bayi baru lahir, gangguan saluran cerna, kesehatan jantung, hingga penanganan kegawatdaruratan pada anak.

 

Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A., mengingatkan bahwa pendampingan orang tua sejak awal kehidupan anak berperan besar terhadap tumbuh kembangnya.

 

"Masa bayi dan anak adalah periode yang sangat menentukan. Pendampingan tidak hanya diperlukan saat anak jatuh sakit, tetapi juga sejak awal kehidupan. Mulai dari perawatan bayi baru lahir, pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi, hingga pemantauan tumbuh kembang," ujar dr. Desy.

 

Menurut dr. Desy, orang tua juga perlu memahami langkah awal saat menghadapi kondisi darurat, seperti kejang demam. Pengetahuan tersebut dapat membantu orang tua mengambil keputusan dengan cepat sebelum anak mendapatkan penanganan medis.

 

Perayaan 50 tahun Primaya Evasari Hospital ditutup dengan berbagai kegiatan bersama keluarga, mulai dari permainan, hiburan interaktif, hingga sesi berbagi pengalaman antarorang tua. Suasana hangat itu menjadi pengingat bahwa perjuangan yang pernah dimulai dari ruang NICU maupun PICU kini telah berganti menjadi cerita tentang anak-anak yang tumbuh sehat bersama keluarganya. (Dok. Primaya)