ICEF–IPFE 2026 Targetkan 15.000 Buyer Pemerintah, Perkuat Transformasi Pengadaan Nasional

Jakarta – Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) 2026 kembali digelar bersamaan dengan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) 2026 sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi sistem pengadaan barang dan jasa nasional.

 

Memasuki penyelenggaraan keempat, ICEF–IPFE 2026 akan berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Grand Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, dengan mengusung tema "Dari Digitalisasi Menuju Pengadaan Modern: Transformasi Berbasis Data untuk Indonesia Emas."

 

Penyelenggaraan tahun ini merupakan kolaborasi antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), serta sejumlah lembaga terkait. Melalui sinergi tersebut, penyelenggara ingin mendorong terciptanya sistem pengadaan yang lebih transparan, efisien, dan berbasis data.

 

Salah satu fokus utama ICEF–IPFE 2026 adalah mempertemukan pelaku usaha dengan para pengambil keputusan di sektor publik. Sekitar 15.000 pengunjung dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditargetkan hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Peserta berasal dari berbagai unsur, seperti Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan (PP), Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), hingga anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Besarnya jumlah buyer dari sektor pemerintah menjadikan ICEF–IPFE sebagai salah satu ajang strategis bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk dan layanan kepada pasar pengadaan nasional.

 

Selain menjadi ruang pameran, acara ini juga dirancang sebagai forum bisnis yang membuka peluang kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Melalui sesi temu bisnis, pelaku usaha dapat mempresentasikan produk dan solusi yang ditawarkan secara langsung kepada perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun BUMN. Forum tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas akses ke e-Katalog Pemerintah dan sistem pengadaan BUMN.

 

Pada penyelenggaraan tahun ini, area pameran seluas 1.800 meter persegi akan diisi oleh 39 peserta, yang terdiri atas 29 perusahaan dan 10 lembaga. Berbagai inovasi di bidang teknologi, produk, serta layanan pendukung pengadaan akan diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mempercepat modernisasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

 

Selain menghadirkan produk dan layanan, ICEF–IPFE juga menjadi etalase bagi produk-produk dalam negeri. Produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi akan mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 mengenai percepatan penggunaan produk dalam negeri. Untuk memperluas jangkauan promosi, penyelenggara turut menghadirkan etalase digital yang memungkinkan peserta memperkenalkan inovasi mereka kepada audiens yang lebih luas.

 

Transformasi digital dalam sistem pengadaan juga menjadi salah satu pembahasan utama selama pameran. Melalui berbagai sesi bimbingan teknis, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai proses kurasi produk, mekanisme pendaftaran, hingga strategi memasarkan produk melalui e-Katalog pemerintah. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam sistem pengadaan elektronik nasional.

 

Tak hanya menghadirkan pameran dan temu bisnis, ICEF–IPFE 2026 juga akan diramaikan dengan seminar nasional, diskusi tematik, konsultasi teknis, serta program sertifikasi profesi. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mempertemukan regulator, pelaku usaha, akademisi, asosiasi profesi, dan praktisi dalam satu ekosistem yang mendorong kolaborasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengadaan.

 

Melalui penyelenggaraan tersebut, ICEF–IPFE 2026 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas pemanfaatan produk dalam negeri, sekaligus mendukung terwujudnya sistem pengadaan modern yang menjadi salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan tahun ini, PT Pegadaian bergabung sebagai official partner ICEF–IPFE 2026.