Cara masyarakat urban memilih tempat tinggal terus berubah. Hunian kini tidak lagi hanya soal luas kamar, lokasi strategis, atau harga sewa. Fleksibilitas, desain interior, fasilitas, teknologi, hingga kesempatan membangun komunitas ikut menjadi pertimbangan.
Perubahan gaya hidup tersebut melahirkan konsep co-living, sebuah model hunian yang menggabungkan ruang privat dengan fasilitas bersama dan pengalaman komunitas.
Salah satu yang mengembangkan konsep tersebut adalah Cove Carstenzs di Gading Serpong, Tangerang. Berada di kawasan yang terintegrasi dengan pusat komersial dan dekat dengan kawasan BSD, Cove Carstenzs menawarkan konsep hunian yang berada di antara kos eksklusif, apartemen, dan hospitality.
Menurut Citra Rufina, Marketing Manager Cove Carstenzs, sejak awal konsep Cove memang dibangun dengan pendekatan community living. “Konsepnya memang awalnya berdasarkan dari community. Jadi, sebenarnya kalau community living itu sifatnya sharing space. Fasilitasnya bukan hanya unit kamar saja, tapi juga ada fasilitas bersama seperti working space, kolam renang, tempat gym, dan area komunal,” ujar Citra. Konsep inilah yang menjadi salah satu pembeda Cove dengan hunian konvensional.

Bukan Sekadar Kos Eksklusif
Co-living sering kali masih dianggap sebagai bentuk lain dari kos eksklusif. Namun, Cove melihat konsep tersebut lebih luas. Co-living dapat hadir di berbagai bentuk properti, mulai dari apartemen, landed house, kondominium, villa, hingga guest house. Yang membedakan bukan semata bentuk bangunannya, melainkan cara ruang tersebut dikelola dan pengalaman yang diberikan kepada penghuninya.
“Di Cove, penghuni mendapatkan unit yang sudah fully furnished, Wi-Fi, housekeeping, serta fleksibilitas masa sewa. Persewaannya fleksibel, mau per minggu, per hari atau per bulan. Fleksibilitas tersebut menjadi daya tarik terutama bagi masyarakat yang tidak ingin terikat kontrak sewa apartemen dalam jangka panjang,” jelas Citra.
Dari Business Trip hingga Traveler
Untuk penyewaan harian, target Cove Carstenzs lebih beragam, seperti traveler, business traveler, hingga mereka yang membutuhkan akomodasi untuk kebutuhan akhir pekan menjadi bagian dari pasar tersebut. Menariknya, Cove juga mulai mendapatkan perhatian dari travel content creator yang mencari tempat menginap sekaligus lokasi untuk membuat konten.

Kawasan Gading Serpong sendiri memiliki banyak pilihan restoran, kafe, tempat hangout, dan destinasi lifestyle. Kedekatannya dengan BSD semakin memperluas pilihan aktivitas bagi penghuni maupun tamu. Dengan demikian, Cove Carstenzs tidak hanya menjual kamar, tetapi juga menjual akses terhadap sebuah kawasan lifestyle.
Keberadaan Cove Carstenzs berada dalam kawasan yang terintegrasi dengan Carstenzs Mal juga menjadi nilai tambah. Penghuni dapat menikmati akses ke berbagai aktivitas, kuliner, hiburan, serta event yang berlangsung di kawasan tersebut. Pihak Carstenzs juga dapat memberikan dukungan melalui berbagai voucher dan promosi bagi penghuni. Integrasi tersebut membuat pengalaman tinggal tidak berhenti di dalam kamar atau gedung. Penghuni memiliki akses ke ekosistem kawasan yang lebih luas—mulai dari tempat makan, aktivitas komunitas, hingga berbagai event publik yang berlangsung di area sekitar.

Kamar untuk Kebutuhan Berbeda
Untuk penyewaan harian, Cove Carstens memiliki beberapa pilihan unit. Tipe studio berukuran sekitar 35 meter2 dengan harga sekitar Rp655.000 per malam. Ada pula tipe one bedroom dengan luas sekitar 55 meter2, harganya sekitar Rp825.000 per malam sebelum diskon. Sementara, tipe studio plus memiliki luas sekitar 43 meter2 harganya mulai sekitar Rp1.100.000 per malam sebelum diskon.
Pilihan unit yang relatif luas membuat Cove Carstens menawarkan pengalaman yang berbeda dari kamar hotel standar. Untuk penyewaan bulanan, harga mulai sekitar Rp5.500.000 per bulan untuk tipe studio.
Karakter desain ruangannya juga bervariasi. Contohnya, untuk unit harian mengusung nuansa tropikal dengan holiday vibe, sedangkan unit bulanan lebih mengarah pada gaya Scandinavian dan semi-industrial yang lebih sederhana dan fungsional.
Desain Menarik dan Harus Tetap Fungsional
Bagi Cove, desain bukan sekadar membuat ruangan terlihat menarik di foto. Citra mengatakan, tim desain selalu mencoba mempertemukan dua unsur: estetika dan fungsi. “Jadi bukan hanya secara estetik bagus, tapi fungsinya tidak ada. Berdasarkan aturan konsep perusahaan, rancangnya kami selalu mendesain berdasarkan kombinasi fungsionalitas dan estetik,” lanjutnya.
Pendekatan tersebut juga membuat Cove tidak terlalu mengejar desain yang hanya mengikuti tren. Melainkan, desain dibuat relatif timeless, sehingga dapat diterima oleh berbagai generasi, baik Milenial maupun Gen Z.
Detail-detail kecil pun diperhatikan, mulai dari posisi stop kontak, pencahayaan, meja kerja, hingga furniture yang digunakan. Hal tersebut menjadi semakin penting, karena hunian masa kini tidak hanya digunakan untuk beristirahat. Banyak penghuni juga bekerja dari kamar atau menggunakan ruang tinggal sebagai bagian dari aktivitas profesional mereka.
Jika Anda tengah membutuhkan hunian berkonsep co-living di tengah mal yang tidak hiruk pikuk berada di kawasan Gading Serpong, tak ada salahnya Anda mencoba Cove Cartenzs. (ES | Foto: Cove Cartensz)





