Padatnya kegiatan sehari-hari, waktu tidur yang kurang, tekanan pekerjaan, hingga paparan lingkungan dapat membuat tubuh mengalami berbagai bentuk stres. Tidak selalu berhenti pada kondisi fisik atau mental, ternyata dampak stres pun dapat terlihat pada kondisi kulit.
Misalnya, kulit yang sebelumnya terasa lembap dapat menjadi lebih kering, tampak kusam, terasa kasar, atau lebih sensitif. Kondisi seperti ini belakangan kerap disebut sebagai stressed skin dalam dunia kecantikan.
Meski stressed skin bukan istilah diagnosis medis, konsep tersebut menggambarkan perubahan kondisi kulit yang dapat berkaitan dengan berbagai stressor, termasuk stres psikologis dan faktor gaya hidup. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa stres psikologis dapat memengaruhi fungsi skin barrier, salah satu komponen penting dalam menjaga kelembapan dan melindungi kulit.
Lantas, bagaimana stres dapat memengaruhi kondisi kulit dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan skin barrier?
Stres Berpengaruh Terhadap Kualitas Skin Barrier
Salah satu bagian penting dalam pembahasan stressed skin adalah skin barrier. Lapisan terluar kulit atau stratum corneummemiliki peran penting dalam membantu mempertahankan air sekaligus melindungi kulit dari lingkungan. Ketika fungsi skin barrier terganggu, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan dapat ikut menurun.
Salah satu indikatornya adalah meningkatnya transepidermal water loss (TEWL), yaitu proses ketika air menguap dari permukaan kulit ke lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa stres psikologis dapat memengaruhi fungsi skin barrier, termasuk meningkatkan kehilangan air melalui kulit dan menurunkan hidrasi stratum corneum.
Stres juga dapat memengaruhi proses pemulihan barrier setelah mengalami gangguan. Kondisi tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa pada periode tertentu seseorang merasa kulitnya lebih kering, tertarik, atau kasar dibandingkan biasanya.

5 Tanda Kulit Mengalami Stres
Karena stressed skin bukan diagnosis medis, tidak ada daftar gejala baku yang dapat digunakan untuk menentukan seseorang mengalaminya. Namun, beberapa perubahan pada kulit dapat menjadi tanda bahwa kulit sedang berada dalam kondisi yang kurang optimal.
1. Kulit terasa lebih kering
Ketika kemampuan kulit mempertahankan air terganggu, kulit dapat terasa lebih kering atau tertarik. Dehidrasi pada lapisan terluar kulit juga dapat membuat permukaannya terasa kurang nyaman.
2. Kulit tampak kusam
Kulit yang mengalami dehidrasi dapat kehilangan tampilan yang lebih segar dan kenyal. Akibatnya, wajah dapat terlihat lebih kusam atau kurang bercahaya. Namun, kulit kusam tidak selalu disebabkan oleh stres. Kurang tidur, paparan UV, faktor lingkungan, dan berbagai kondisi kulit lainnya juga dapat berperan.
3. Tekstur kulit terasa lebih kasar
Perubahan hidrasi dan fungsi barrier dapat membuat permukaan kulit terasa kurang halus. Kondisi ini dapat semakin terasa ketika kulit berada dalam lingkungan yang kering atau mendapatkan perawatan yang terlalu agresif.
4. Kulit menjadi lebih sensitif
Skin barrier yang terganggu dapat membuat kulit lebih rentan terhadap rasa tidak nyaman ketika terpapar produk atau faktor lingkungan tertentu. Meski demikian, kulit sensitif memiliki banyak penyebab sehingga perubahan sensitivitas tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan stres.
5. Breakout dapat memburuk
Stres juga dapat berperan dalam memperburuk jerawat pada orang yang memang rentan terhadap acne. Namun, penting untuk dipahami bahwa stressed skin tidak identik dengan breakout.
Pendekatan Hidrasi untuk Skin Barrier Kulit yang Mengalami Tanda Stres
Ketika skin barrier berada dalam kondisi yang kurang optimal, menjaga kelembapan menjadi salah satu aspek penting dalam rutinitas perawatan kulit. Karena itu, pendekatan terhadap stressed skin tidak selalu harus dimulai dari produk dengan kandungan aktif yang semakin banyak. Mengembalikan rutinitas pada kebutuhan dasar, seperti hidrasi, menjaga skin barrier, perlindungan dari sinar UV, serta menghindari perawatan yang terlalu agresif, dapat menjadi langkah yang lebih relevan.
Melihat kebutuhan tersebut, sejumlah brand kecantikan mulai mengembangkan rangkaian produk yang menggabungkan fokus pada hidrasi dengan bahan aktif yang ditujukan untuk membantu mempertahankan tampilan kulit yang lebih kenyal. Salah satunya datang dari SOMETHINC melalui Ceraplump® Series.

SOMETHINC memperluas Ceraplump® Series dengan menghadirkan dua produk baru, yakni Ceraplump® Hydralift Moisturizer Gel dan Ceraplump® Bakuchiol + Peptide Lip Serum. Keduanya melengkapi Ceraplump® Peptide Hydrating Toner PDRN + Exosome yang diluncurkan secara eksklusif bersama Shopee Indonesia dengan membawa fokus pada perawatan hidrasi dan slow-aging.
Rangkaian Ceraplump® menggunakan HyaluPeptide dengan teknologi 2HP™, yang menggabungkan kemampuan hidrasi dari Hyaluronic dengan Peptide aktif. Berdasarkan klaim dan pengujian klinis produk, teknologi tersebut ditujukan untuk membantu menstimulasi produksi kolagen alami kulit.
Pendekatan tersebut kemudian diterapkan dalam beberapa produk dengan fungsi berbeda. Ceraplump® Hydralift Moisturizer Gel, misalnya, hadir sebagai pelembap bertekstur gel yang membantu memberikan hidrasi sekaligus mengunci kelembapan kulit hingga 48 jam berdasarkan hasil uji klinis produk. Sementara itu, Ceraplump® Bakuchiol + Peptide Lip Serum memperluas konsep perawatan tersebut ke area bibir dengan formula yang ditujukan untuk membantu melembapkan dan menutrisi bibir yang kering serta pecah-pecah.
Menurut Brand Manager SOMETHINC Indonesia Agnesya Theresya Genesya, rangkaian tersebut dikembangkan dengan melihat bagaimana stres dari lingkungan maupun gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan kulit. “Stres harian, baik yang berasal dari lingkungan maupun gaya hidup, dapat memengaruhi kesehatan kulit. Melalui Ceraplump® Series dengan teknologi HyaluPeptide, kami ingin membantu konsumen mengembalikan hidrasi dan menjaga kekenyalan kulit,” ujarnya.
Kehadiran dua produk baru tersebut sekaligus memperluas rangkaian Ceraplump® untuk perawatan wajah dan bibir. Ceraplump® Series tersedia secara eksklusif melalui toko resmi SOMETHINC di Shopee Indonesia.(Redaktur/Dok. SOMETHINC)





