RS Pondok Indah IVF Centre Rayakan 5 Tahun Perjalanan Dukung Terus Pasangan yang Mendambakan Buah Hati

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan fertilitas yang komprehensif terus berkembang. RS Pondok Indah IVF Centre berkomitmen untuk senantiasa menjadi bagian dari perjalanan ribuan pasangan dalam merencanakan kehamilan. Menghadirkan layanan fertilitas yang aman, berkualitas, dan didukung teknologi terkini.

 

RS Pondok Indah IVF Centre memperingati lima tahun perjalanannya sebagai pusat layanan fertilitas yang menghadirkan teknologi reproduksi berbantu dan pendekatan medis komprehensif untuk membantu pasangan mewujudkan impian memiliki buah hati. Selama lima tahun terakhir, RS Pondok Indah IVF Centre telah melayani lebih dari 50.000 kunjungan pasien dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Termasuk, mendampingi lebih dari 1.000 pasangan dalam menjalani program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF).

 

Keberhasilan program IVF tidak hanya ditentukan oleh faktor usia. Berbagai faktor lain seperti kualitas embrio, kondisi rahim, kualitas sperma, kualitas sel telur serta riwayat kesehatan reproduksi pasangan berperan penting dalam menentukan peluang keberhasilan program kehamilan.

 

Memahami bahwa setiap pasangan memiliki cerita dan tantangan yang berbeda-beda, RS Pondok Indah IVF Centre menerapkan pendekatan yang disesuaikan secara spesifik dengan kondisi masing-masing pasien (personal) dan teruji secara klinis (evidence-based). Pendekatan ini memungkinkan tim medis menyusun strategi yang lebih tepat, termasuk pada kasus-kasus yang lebih kompleks.

 

Ibu Allyssa Hawadi dan Bapak Candi Soeleman, pasangan suami istri pasien RS Pondok Indah IVF Centre, menjadi contoh bagaimana pendekatan yang personal dapat membantu pasangan menjalani program kehamilan dengan lebih optimal. Kisah mereka menunjukkan bahwa setiap pasangan memiliki tantangan yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

 

 

Selama sembilan tahun Ibu Allyssa dan Bapak Candi berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, bahkan hingga ke luar negeri, tanpa menemukan jawaban dari penyebab infertilitas yang dialami. Hingga akhirnya bertemu dengan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM di RS Pondok Indah IVF Centre. Melalui evaluasi yang komprehensif, penyebab utama infertilitas akhirnya teridentifikasi dan penanganan yang tepat pun diberikan.

 

Perjalanan Ibu Allyssa dan Bapak Candi tetap memiliki tantangannya sendiri, yakni bertumpu pada 1 embrio terakhir. Meski hanya tersisa satu embrio yang sehat, harapan itu akhirnya menjadi nyata, keajaiban yang ditunggu selama 9 tahun akhirnya terwujud.

 

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, menekankan pentingnya memahami kondisi fertilitas sejak dini sebagai bagian dari perencanaan kehamilan yang lebih baik.

 

"Pemeriksaan fertilitas sering kali baru dianggap perlu dilakukan ketika bertahun-tahun pasangan belum dikaruniai buah hati. Padahal, memahami kondisi kesehatan reproduksi sejak awal merupakan langkah penting untuk menentukan strategi yang paling tepat dalam merencanakan kehamilan. Semakin dini pasangan mengetahui kondisi fertilitasnya, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan," jelas Prof. Budi.

 

"Teknologi reproduksi berbantu terus berkembang pesat. Namun, yang terpenting bukan hanya dari sisi teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara tepat sesuai kebutuhan setiap pasien. Karena itu, pendekatan yang personal dan berbasis bukti ilmiah menjadi fondasi utama dalam upaya mengoptimalkan peluang kehamilan," tambah Prof. Budi. (ES | Foto: Dok. RS Pondok Indah IVF Centre)