Industri kecantikan terus berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan konsumen. Jika sebelumnya perawatan aesthetic identik dengan satu treatment untuk mengatasi concern tertentu, kini pendekatannya mulai bergerak ke arah yang lebih personal dan terintegrasi.
Konsumen tidak hanya mencari treatment yang sedang populer, tetapi juga semakin mempertimbangkan kesesuaian perawatan dengan kondisi kulit, keamanan, dasar ilmiah, hingga bagaimana hasil perawatan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Perubahan tersebut turut mendorong klinik kecantikan untuk melihat kebutuhan pasien secara lebih menyeluruh. Perawatan tidak lagi berhenti pada satu kunjungan atau satu prosedur, melainkan menjadi sebuah perjalanan yang dapat berkembang sesuai kebutuhan pasien.
Dari Treatment Tunggal Menuju Patient Journey
Semakin banyaknya pilihan perawatan membuat konsumen memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum memilih treatment. Teknologi aesthetic pun berkembang dari skincare, facial, injectable, laser, energy-based devices, hingga berbagai treatment untuk tubuh dan wellness.
Di sisi lain, setiap pasien memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, mulai dari kondisi kulit, concern, tujuan perawatan, hingga respons terhadap treatment dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan pendekatan yang tepat.
Perubahan cara pandang tersebut juga membuka peluang bagi klinik untuk membangun hubungan yang lebih panjang dengan pasien. Alih-alih hanya menawarkan satu treatment, klinik dapat membangun perjalanan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari menjaga kesehatan kulit hingga perawatan yang lebih spesifik.

Perjalanan tersebut dapat mencakup:
Skincare → Facial & Spa → Injectable → Facial & Body Devices → Laser → Physiotherapy & Wellness → Longevity
Skincare dapat menjadi fondasi untuk menjaga basic skin health, sementara facial dapat berperan sebagai maintenance. Ketika kebutuhan pasien berkembang, pilihan treatment dapat meluas ke injectable, energy-based treatment, laser, hingga perawatan tubuh.
Sementara itu, masuknya physiotherapy, wellness, dan longevity menunjukkan bahwa definisi perawatan aesthetic juga semakin luas. Fokusnya tidak hanya pada bagaimana seseorang terlihat, tetapi juga bagaimana mereka merawat tubuh dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Regenesis Indonesia Dorong Ekosistem Aesthetic yang Lebih Terintegrasi
Melihat perkembangan tersebut, Regenesis Indonesia mengambil posisi yang tidak hanya berfokus pada distribusi produk, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan klinik aesthetic dan wellness. Selama lebih dari 13 tahun, Regenesis Indonesia telah dipercaya oleh lebih dari 36 principal internasional untuk mengembangkan brand dan produk di pasar Indonesia.
Pendekatan tersebut kembali diperlihatkan dalam kehadiran Regenesis di ARUNA 2026 melalui konsep “A Journey of Care, From Outside to Within”. Konsep tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan perawatan pasien dapat dibangun secara lebih menyeluruh, mulai dari skincare dan maintenance treatment hingga injectable, perangkat berbasis energi, laser, body treatment, physiotherapy, wellness, dan longevity.
.jpeg)
Tak hanya itu, di ARUNA 2026, Regenesis turut menampilkan sejumlah produk dan teknologi yang merepresentasikan berbagai kategori tersebut, termasuk INDIBA Proionic System, BIAXIS GV, LTRA, WONDERFACE, ULTRACOL, RUBORIL ISISPHARMA, serta BÉBÉ Uriage.
Rangkaian inovasi tersebut diperkuat melalui demo langsung berbagai alat dan injectable, serta sesi berbagi pengalaman bersama dokter. Di antaranya adalah Dr. Worry, SpDVE, FINSDV dalam sharing experience mengenai BIAXIS GV, dr. Panji Respati Satjamanggala, Sp.DVE untuk RUBORIL, dan dr. Riris Asti Respati, Sp.D.V.E. untuk BÉBÉ Uriage.
Kehadiran dokter dan pengalaman klinis tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak berdiri sendiri. Edukasi dan pemahaman klinis menjadi bagian penting agar inovasi dapat digunakan sesuai kebutuhan pasien.
Bagi Regenesis Indonesia, membangun ekosistem aesthetic juga berarti membangun rantai nilai yang saling terhubung. Mulai dari global principal, inovasi dan teknologi berbasis scientific approach kemudian diteruskan melalui Regenesis Indonesia dalam bentuk distribusi, edukasi, training, support, dan brand protection.
Selanjutnya, teknologi tersebut digunakan oleh klinik aesthetic dan wellness untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pasien. Dengan demikian, peran distributor berkembang dari sekadar product supplier menjadi strategic partner bagi klinik.
“Bagi kami, kepercayaan itu bukan hanya tentang menyediakan produk, tetapi bagaimana kami dapat menjadi partner yang ikut mendukung perkembangan bisnis dan kebutuhan klinik mereka,” ujar President Director PT Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati.
Semakin banyak pilihan teknologi dan treatment yang tersedia, semakin penting pula bagi konsumen untuk mendapatkan informasi dan layanan yang dapat dipercaya. Karena itu, aspek seperti keaslian produk dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam ekosistem aesthetic.
Regenesis Indonesia turut menempatkan Brand Protection sebagai bagian dari proses bisnis, sehingga klinik dan pasien dapat melakukan pengecekan keaslian produk serta memperoleh informasi mengenai produk yang dipasarkan secara resmi.(Redaktur/ Dok. Regenesis Indonesia)





