Kenali 4 Teknik Dasar Pilates yang Tepat ala Founder Halcyon Studio

 

Pilates kini menjadi salah satu pilihan olahraga bagi perempuan yang ingin melatih kekuatan tubuh sekaligus memperbaiki postur. Meski terlihat ringan, setiap gerakan pilates membutuhkan kontrol, keseimbangan, dan teknik yang tepat agar otot dapat bekerja secara optimal.

 

Menurut Founder dan Instruktur Halcyon Studio Surabaya Natasha Sally Dermawan, pilates memiliki prinsip yang perlu diterapkan dalam setiap sesi latihan. Ia menyebut olahraga low-impact ini dapat membantu memperkuat otot inti, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur, serta membangun koordinasi antara tubuh dan pikiran.

 

“Pilates adalah metode olahraga low-impact yang presisi memberi impact signifikan pada penguatan otot inti, perbaikan postur, peningkatan fleksibilitas, serta harmonisasi antara pikiran dan tubuh,” katanya.

 

Natasha yang dikenal luas sebagai sosok visioner di balik keberhasilan 16 tahun Halcyon Studio terus mempromosikan pentingnya kesehatan tubuh, postur yang ideal serta keseimbangan pikiran melalui latihan terstruktur. Sebagai bentuk konsistensi di dunia pilates, Natasha yang telah mengantongi berbagai sertifikasi ini berbagi seputar teknik workout yang tepat.

 

“Dengan teknik yang proper, impact dari pilates bisa dilihat secara langsung, terutama bagi kalangan perempuan,” ujarnya.

 

Lantas, apa saja teknik pilates workout yang paling proper untuk mendapatkan body goals idaman? Berikut penjelasan Natasha.

 

1. Teknik Pernapasan

Teknik pernapasan membantu mengoptimalkan aktivasi otot core, meningkatkan kontrol tulang rusuk dan pelvis, serta membuat gerakan terasa lebih terarah. “Dengan koordinasi napas dan gerakan yang baik, otot dapat bekerja lebih efisien, sehingga latihan terasa lebih efektif,” katanya.

 

2. Aktivasi Otot Core Bagian Dalam

Setiap gerakan pilates mengutamakan aktivasi otot core bagian dalam yang bekerja seperti ‘korset’ untuk menopang tulang belakang, menstabilkan tubuh dan meningkatkan kontrol postur. Perpaduan aktivasi yang benar dan kontrol gerakan yang tepat, membantu menciptakan tampilan area perut yang lebih dan ramping.

 

 

3. Slow and Controlled Movement

Rangkaian ini berfungsi melatih kekuatan dan kontrol otot melalui gerakan perlahan dan presisi, termasuk saat otot memanjang. Teknik ini membantu meningkatkan muscular control, movement quality dan tampilan tubuh yang lebih toned.

 

4. Axial Elongation

Axial Elongation adalah teknik memanjangkan tulang belakang secara aktif dengan menciptakan ruang di antara setiap ruas tulang belakang. “Teknik ini membantu mengurangi kebiasaan tubuh untuk collapsing, meningkatkan kesadaran tubuh, dan menciptakan tampilan postur yang lebih tegak, panjang dan seimbang,” ujarnya.

 

 

Untuk mendapatkan manfaat latihan secara optimal, teknik perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing. Karena itu, pemula sebaiknya tidak terburu-buru mengejar intensitas atau jumlah gerakan, melainkan memastikan posisi, pernapasan, dan kontrol tubuh sudah dilakukan dengan tepat.

 

Natasha menyarankan peserta untuk berlatih bersama instruktur yang memahami prinsip dasar pilates. Pendampingan instruktur dapat membantu mengoreksi posisi tubuh sekaligus menyesuaikan gerakan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta.

 

Halcyon Studio yang memasuki usia ke-16 tahun juga akan menggelar Class Anniversary sebagai bagian dari perjalanannya di dunia pilates. Dalam acara tersebut, peserta dapat mengikuti tujuh sesi khusus yang mencakup empat jenis kelas, yakni Reformer, Tower, Stability Chair, dan Total Barre.

 

Rangkaian kelas tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh variasi latihan pilates sekaligus memahami penerapan tekniknya secara langsung. Dengan teknik yang tepat, latihan dapat dilakukan dengan lebih terkontrol dan sesuai dengan tujuan tubuh yang ingin dicapai. (Dok. Halcyon Studio)