Hard Rock Hotel Bali dengan bangga menunjuk Mitsuaki Senoo sebagai Executive Chef. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di dunia kuliner, Chef Mitsuaki Senoo memiliki rekam jejak kepemimpinan yang solid di berbagai resor mewah dan operasional hotel berskala besar. Cita rasa kulinernya yang khas memadukan presisi teknik Jepang, sentuhan autentik Italia, serta pemahaman mendalam yang diperoleh dari puluhan tahun berkarier di Indonesia.
Dalam peran barunya, Chef Mitsuaki Senoo akan memimpin seluruh operasional kuliner, mulai dari Jamie Oliver Kitchen Kuta Beach hingga restoran all-day dining terbaru hotel, SESSION, yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2027.
Lahir di Kawasaki dan besar di Tokyo, Jepang, Chef Mitz mengawali perjalanan kulinernya sejak usia 16 tahun di sebuah restoran Tiongkok. Pengalaman dapur profesional tersebut menjadi fondasi karier panjangnya di industri perhotelan, mencakup resor mewah yang eksklusif hingga hotel berskala besar dengan kapasitas lebih dari 500 kamar, ragam gerai food & beverage, fasilitas banquet terkemuka, serta kepemimpinan atas tim kuliner berskala besar.
Keputusannya untuk menekuni dunia kuliner secara profesional berawal dari sebuah momen tak terduga saat ia menjalankan food truck di Tokyo. Menyaksikan antrean panjang para pelanggan yang menunggu hidangannya membuat Chef Mitz menyadari betapa besar kepuasan sejati dari memasak, yaitu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain melalui sepiring hidangan.
“Pada saat itu saya menyadari betapa saya mencintai dunia memasak dan bagaimana makanan dapat membuat orang lain bahagia,” ujar Chef Mitz. “Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menekuni dunia kuliner dengan lebih serius dan mengejar impian saya menjadi seorang chef profesional.”
Sepanjang perjalanan kariernya, Chef Mitz telah berkesempatan menciptakan berbagai pengalaman kuliner bagi banyak tamu terkemuka, mulai dari kalangan selebritas, pejabat kementerian, hingga Presiden Republik Indonesia, baik yang sedang maupun pernah menjabat.
Di balik luasnya rekam jejak kuliner yang ia miliki, Chef Mitz menggambarkan gaya memasaknya dengan satu kata sederhana: “empati”. Inspirasi kulinernya mencerminkan perjalanan lintas budaya yang telah membentuk kariernya. Ia banyak mendapatkan inspirasi dari kuliner Italia, khususnya Napoli, sementara disiplin warisan budaya Jepangnya menjadi fondasi utama untuk menginterpretasikan setiap rasa.
Namun bagi Chef Mitz, keberhasilan sebuah hidangan selalu bermula dari tamu, bukan dari sang chef. “Bagi saya, tamu selalu menjadi yang utama. Ini bukan tentang gaya atau ego seorang chef. Kreasi saya sendiri justru menjadi pertimbangan terakhir,” jelasnya.
Filosofi yang mengutamakan tamu ini akan menjadi landasan arah kuliner Chef Mitz di Hard Rock Hotel Bali. Ia akan memimpin beragam operasional kuliner hotel sekaligus terus mengembangkan pengalaman bersantap yang menyeimbangkan kualitas, kreativitas, konsistensi, serta karakter unik dari setiap konsep restoran. (dok. Hard Rock Hotel Bali)




