Laced in Solace: Ketika Keanggunan Renda Bertemu Filosofi Batik Nusantara di IN2MOTIONFEST 2026

 

 

Panggung modest fashion Indonesia kembali menghadirkan eksplorasi kreatif yang memadukan estetika modern dengan kekayaan warisan budaya Nusantara. Melalui koleksi bertajuk Laced in Solace, Motif Hawa karya desainer Pipit Pramudia menghadirkan interpretasi busana muslim yang lembut, feminin. Sekaligus sarat makna dalam perhelatan IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.

 

Koleksi tersebut diperagakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Mengusung konsep ketenangan dan kedamaian, Laced in Solace menjadi pertemuan antara kreativitas desain, kenyamanan berbusana, dan filosofi wastra Indonesia. Inspirasi ketenangan diterjemahkan Pipit melalui perpaduan estetika renda modern dengan dua motif batik klasik Nusantara, yakni Parang dan Kawung. Keduanya tidak sekadar menjadi elemen dekoratif, tetapi juga membawa pesan filosofis tentang keteguhan, ketahanan, kemurnian diri, dan keseimbangan hidup.

 

Motif Parang yang dikenal melalui nuansa garis-garis diagonal dinamis merepresentasikan semangat pantang menyerah, ketahanan, serta keteguhan hati. Sementara itu, motif Kawung dengan pola geometris berulang melambangkan kesucian hati, ketulusan, dan keseimbangan. Perpaduan kedua motif tersebut memberikan karakter tersendiri pada koleksi yang menawarkan interpretasi baru terhadap batik dalam busana modest kontemporer.

 

 

Dari sisi material, Pipit mengeksplorasi tencel lyocell, tulle, lace, dan batik dobby. Kombinasi bahan tersebut menciptakan permainan tekstur yang menarik, sekaligus menghadirkan karakter busana yang ringan, lembut, dan elegan. Sentuhan renda memberikan nuansa romantis, sementara batik menjadi identitas budaya yang memperkuat karakter setiap rancangan.

 

Palet warna pastel menjadi elemen penting dalam membangun suasana koleksi. Pilihan warna soft pink, soft blue, sage, cream, dan soft yellow menghadirkan kesan menenangkan. Warna-warna tersebut berpadu dengan detail bordir halus, aplikasi patch tiga dimensi, serta tassel sebagai aksen dekoratif yang memperkaya tampilan tanpa menghilangkan kesan anggun.

 

Kehadiran Laced in Solace juga memperlihatkan bagaimana batik dapat terus berkembang mengikuti dinamika industri modest fashion. Warisan motif tradisional tidak harus selalu hadir dalam bentuk konvensional, tetapi dapat diolah menjadi elemen desain yang relevan dengan kebutuhan dan selera konsumen masa kini. (Foto: Dok. Istimewa)