Satukan seni ratusan negara

Melibatkan sekitar 493 seniman yang berasal dari 100 lebih negara di dunia, pameran seni ‘The 19th Asian Art Biennale Bangladesh 2022’ sukses diadakan di Dhaka, Bangladesh. Terdapat 649 karya seni menakjubkan di pameran yang berlangsung selama satu bulan ini. Pada acara yang bertema ‘art during a pandemic’ tersebut terdapat berbagai karya seni yang ditampilkan, seperti lukisan, foto, patung, instalasi, hingga seni pertunjukan.

 

Selain memamerkan berbagai karya seni, acara ini juga menggelar seminar internasional yang berlangsung selama dua hari. Mengusung tajuk ‘Home and Displacement’ seminar ini menampilkan para pemateri terbaik yang terdiri dari seniman, kritikus seni, juri, dan pemerhati dalam maupun luar negeri. Agenda ini berlangsung di National Art Gallery Auditorium and Seminar Rooms of the National Theatre Building of the BSA. Diselenggarakan Akademi Shilpakala Bangladesh, acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan.

 

Sheikh Hasina selaku Perdana Menteri Bangladesh mengungkapkan bahwa seniman selalu mampu menginspirasi masyarakat di sana. Selain itu, Biennale Seni Asia juga menyediakan platform bagi para seniman dari berbagai negara untuk bertukar pandangan dan ide.

 

 

Baca Juga:

Pameran Seni & Tutur Perempuan Angkat Isu Kekerasan Seksual

Uniqlo x Marni Padukan Warna-Warni Musim Dingin dengan Kesederhanaan dan Kreativitas

 

Sementara, Chief Coordinator acara 19th Asian Art Biennale Bangladesh-2022, Liaquat Ali Lucky, mengatakan, “The Asian Art Biennale adalah platform penting untuk konvergensi seni regional dan internasional. Kami mengundang 125 negara untuk berpartisipasi dalam biennale ini. Sekitar 493 seniman dari 114 negara, termasuk Bangladesh, turut serta dalam pameran tersebut. Saya berterima kasih kepada semua negara yang berpartisipasi, artis dan juri, serta mengucapkan selamat kepada semua penerima penghargaan.”

 

Di antara sekian banyak seniman yang turut meramaikan acara ini, ikut hadir pula perupa asal Indonesia, yakni Antonius Kho. Menetap di Ubud, Bali, dia membawa dua karya lukis. Berjudul ‘Spreading love’ dan ‘Corona dancer’, sang perupa membuat karyanya semasa pandemi Covid-19. Dia mengatakan “Lukisan ini saya buat ketika masa pandemi Covid-19, tahun 2020 hingga 2021 lalu. Saat itu masih lockdown, dan stay at home, sehingga terinspirasi untuk membuat karya tersebut. Kebetulan cocok dengan tema dari pameran kali ini.”