Diana Rosa: Terampil Bentuk Tim Solid dan Tangguh

Srikandi Tangguh 2023

 

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia (IKI), BUMN yang bergerak di industri perkapalan, diakui Diana Rosa bukan hal yang mudah. Dia dilantik ketika kondisi perusahaan tengah sangat menantang. Perjalanan kariernya dimulai dari bawah, yaitu sebagai staf di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero). Karena sepanjang perjalanannya dia selalu menyelesaikan tugas-tugas dengan totalitas, tepat waktu, berkualitas bahkan melakukan berbagai percepatan, pencapaian itu membuat kariernya bertahap naik. Hingga pada 2017 diberi amanah sebagai Direktur Operasional di PT. DPS. Dengan totalitas dan dedikasi selama 2,5 tahun, dia ditantang dan diamanahkan jabatan Direktur Utama di PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

 

Diana tidak menampik kemampuan perempuan berkiprah di bidang yang identik dengan laki-laki adalah peluang yang sangat baik. Namun demikian, dia mengingatkan kaum perempuan harus tetap menjaga martabat, prinsip dalam setiap norma, tata nilai, dan perilaku dengan ketegasan memimpin.

 

BACA JUGA:

Premita Fifi Widhiawatia: Jaga Amanah dan Harapan Nasabah

Masyita Crystallin: Perempuan Multiperan Inspiratif

 

“Secara fisik, sekuat-kuatnya perempuan, tetap lebih kuat laki-laki, begitulah harfiahnya. Meski demikian, kami menjalankan tugas sebagai pemimpin di antara kaum laki-laki bukan dalam hal kekuatan fisik, melainkan dengan kekuatan hati dan kasih sayang baik terhadap karyawan maupun perusahaan. Sehingga membuat seluruh karyawan maupun stakeholder dapat saling menguatkan, demi mendukung terciptanya kerja tim dalam mencapai target perusahaan apa pun kondisinya,” paparnya.

 

Slogan IKI, yaitu “stronger to be competitive” termanifestasi dalam pembentukan fundamental kuat, baik dari sisi karyawan organik, subkontraktor, dan vendor yang kompetitif di Galangan Kapal Nasional. Dengan fundamental kuat diharapkan target 2023 bisa lebih mudah dicapai. Tipe kepemimpinan yang dijalankannya pun sederhana, antara lain bersama dan saling menguatkan, totalitas tanpa batas, dan menggemakan slogan “IKI Yang Terbaik”.

 

“Semangat ini selalu saya serukan dalam setiap aktivitas karyawan sehari-hari, baik dari lini tim administrasi apalagi tim produksi, supaya dapat memacu mereka membentuk kerja tim yang solid di departemen masing-masing, maupun lintas departemen. Begitu juga antara staf dan pejabat perusahaan hingga eselon satu. Dengan kekuatan teamwork ini diharapkan penyelesaian pekerjaan ataupun masalah yang dihadapi bisa tepat waktu sesuai target,” tegasnya.

 

Atas capaian itu, Diana menjadi salah satu kandidat pemenang dalam Global Youth Parliament dalam memenuhi kriteria visioner, kemampuan perencanaan strategis, driving execution, dan pengembangan bakat. Dia dinilai sebagai seorang pemimpin muda yang punya kemampuan komunikasi yang baik, dan memiliki rekam jejak karier yang cepat, yakni di usia 47 tahun sudah menjadi CEO BUMN. Selain itu, kecepatan merespons suatu kondisi dan keberanian mengeksekusi solusi menjadikan dewan juri menetapkan dirinya layak menerima penghargaan. Dia berharap akan lebih banyak pemimpin perempuan berprestasi dan menginspirasi.

 

Sebagai seorang ibu, di tengah kesibukannya Diana tetap berprinsip memiliki golden time untuk keluarga. “Meski hanya sebentar saya selalu menyediakan waktu untuk kumpul keluarga. Apalagi saya harus berkarya di Makassar dan wilayah timur Indonesia, sementara anak-anak tetap di Sidoarjo. Anak bungsu saya yang masih berusia 11 tahun tentu sangat membutuhkan figur seorang ibu, sehingga selelah apa pun atau sepadat apa pun agenda kerja, saya akan sempatkan hadir. Saya ingin membangun semangat belajar, meninggikan cita-cita, dan menguatkan prinsip hidupnya. Saya yakin setiap perjuangan ada pengorbanan, tetapi jika dilakukan dengan tulus iklas, pasti hasilnya akan memuaskan,” tuturnya optimis.

 

Penikmat hobi fotografi, gowes sepeda, dan bermusik untuk melepas penat agar tetap fresh menjalankan tugas-tugas yang menantang ini mengungkap dirinya juga selalu menyempatkan jogging. Sosok yang menjadikan Ibu Kartini sebagai tokoh inspirasi ini juga menyampaikan satu hal penting, yakni jangan pernah menghitung apa yang bisa kita berikan untuk perusahaan. Totalitas dan terus lurus dalam mengemban tugas dan amanah, pasti Allah SWT akan memberi kemudahan dan kelancaran dalam berkarier. Diana pun berharap bisa mengemban tugas dan memberikan legacy yang mengharumkan tempatnya berkarya seperti Kartini dengan semangatnya yang menginspirasi. (Angie | Dok. Pribadi)